Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)

BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)

Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sejak kejadian itu, penilaian Airra dengan pria

yang bernama Arief Hadyanandira sangatlah buruk. Bagi Airra ia pria sombong dan sok bersih yang pernah ia temui.

Siapa sangka rasa kesal dan benci Airra malah semakin mempertemukan Arief dengan dirinya.

Di saat hari di mana kampus Airra kedatangan seorang tamu besar, ia sebagai ketua BEM yaitu sebuah organisasi kemahasiswaan yang paling popular di kampus, tentu saja berkewajiban menanggung serta menyambut tamu besar adalah tugas Airra sebagai ketua BEM.

Goessan Airra dengan sepeda lipatnya berjalan dengan cepat menuju tempat parkir.

Tanpa ia sengaja goessan sepedanya menggores wajah depan mobil mewah yang baru saja terparkir.

"Maaf Pak, saya tak sengaja menggores mobil anda dengan sepeda saya, tunggu saya di sini saya akan bertanggung jawab nanti." terburu-burunya segera berlari ke arah kampus masih menggunakan helem sepeda berwarna pink.

Airra ternganga ketika melihat tamu besarnya seorang Arief Hadyanandira.

"Se ... selamat datang, mari saya tunjukkan arahnya," ucap sopan Airra.

Airra mengajak Arief berkeliling kampus, kedatangan Arief ke kampus Airra untuk melihat seberapa bagus donasi yang telah ia berikan dalam memperbaiki kampus itu.

"Dan ini tempat trakhir, taman bunga Woffly namanya bagus dan terdengar ramah, apa paman tau saya sendiri yang memberikan nama untuk tempat ini," riang Airra menatap nyaman taman yang sedang Mas Arief lihat bersamanya.

Senyuman Airra memikat daya tarik Arief. bibir bawah yang terlihat tebal serta kenyal, pria mana yang tak akan tergoda melihatnya?

"Siapa yang kau sebut paman? dan ya gadis kecil ... kau harus mengganti rugi atas goresan sepeda mu," Arief memegang dagu Airra dengan nada suara sangat rendah.

"Mom ... mobil itu milik mu ya? katakan saja berapa tetapi jangan mahal-mahal!" Airra segera menengok melepaskan pegangan Arief.

"Dua ratus juta, bayar sekarang jika tidak bisa kau boleh menggantinya dengan tubuh mu," tegas Arief.

Nominal tersebut sangat besar bagi Airra yang bahkan tak memiliki keluarga atau orang tua yang bisa ia andalkan.

Perkataan Arief terdengar memaksa, membuat Airra menangis tersedu-sedu.

"Huwaaa ... dasar lintah darah, aku tidak sekaya itu bahkan untuk makan saja sulit kau terlahir dari keluarga kaya serta orang tua berada! dan aku saja tidak tahu siapa yang melahirkan ku!" tangis Airra.

Arief terkejut dan panik ia dari awal memang tak berniat meminta uang, namun kepolosan Airra membuatnya ingin sengaja menjahilinya.

"Sttt ... diam lah jika kau berhenti menangis aku tak akan meminta uang itu!" Arief.

"Lalu tubuh ku? aku masih menginginkan organ ku!" tangis kembali Airra.

Tangis Airra kembali membuat kepala Arief ngelu, dengan menggunakan satu tangannya, ia membungkam mulut berisik Airra.

"Tubuh mu pun tak akan ku ambil!" tegas Arief.

Tangis Airra seketika mereda serta tak terlihat bekas air mata di wajahnya, seakan ia tidak pernah menangis.

"Tidak boleh menarik perkataan sendiri loh ya, hehehe," tawa Airra.

"Dasar, pantas ia menyebut ku sebagai paman.. wanita polos yang bahkan tidak mengetahui pria dewasa meminta tubuhnya untuk apa," fikir Arief melirik Airra.

Sejak saat itu Arief terus saja bertemu dengan Airra dengan sengaja atau pun tidak sengaja.

Awalnya rasa benci namun, semakin sering bertemu serta beberapa kejadian aneh, menimbulkan percik-percikkan rasa suka pada diri mereka masing-masing.

"Paman, ah ... maksud ku tuan Arief anda semakin sering datang ya," ucap gugup Airra yang saat ini sedang bekerja menjadi pelayan di sebuah cafe.

"Memangnya kenapa? lagian menu di sini enak semua," sahut cepat Arief.

Setelah mencatat menu pesanan Arief, Airra kembali dengan membawa beberapa pesanan.

Tak menyangka saat Airra menaruh pesanan di meja nomor 3, salah satu pria tua sengaja memegang pahanya.

Sepontan membuat Airra secara reflek menampar wajah pria tua itu sampai bergema membuat seluruh aktifitas di cafe terhenti.

"Dasar pelayan tidak tahu diri! kau baru saja menampar pelanggan hah! di mana menejer Cafe!" marah pria tua itu mencoba membalikkan kesalahan.

Airra tidaklah bersalah namun, ia tak bisa melawan pria tua itu dan lagi menejer tempat ia bekerja saat ini juga sedang memarahinya.

"Cepat katakan maaf pada Bapak ini!" perintah menejer cafe.

Airra terdiam, ia memiliki fikiran jika ia tidak salah maka jangan harap untuk mendengar permintaan maaf keluar dari mulutnya.

"Berapa bekas tamparan pelayan ini?" ujar Arief.

"Harga? kaya sekali ya? berikan aku lima ratus juta!" ledek pak tua.

"Akan ku berikan," Arief memberikan cek setotal satu miliar pada pak tua itu.

Pak tua itu terlihat sangat senang ketika melihat angka nol yang bagaikan kereta api merah sebentar lagi akan melintas di dompetnya.

"Dan sekarang mari hitung nominal atas tangan kotor mu memegang paha Nona ini." tegas Arief.

Hari itu Arief membela Airra ia yang seharusnya keluar uang satu miliar, kini malah mendapatkan kembali uang itu dengan dua kali lipat atas bukti cctv cafe.

"A ... anu, soal tadi." Airra terlihat malu untuk berterimakasih, ia juga bingung harus memanggil apa pada sang penyelamatnya juga pria yang ia sempat benci.

"Arief, mulai sekarang panggil saya Mas Arief." senyum Arief.

Sejak saat itu entah karena rasa ingin berterimakasih, Airra mulai bersikap baik pada Arief.

Seiring berjalannya waktu Airra serta Arief jatuh cinta.

Memang seharusnya membenci sebencinya saja mungkin orang yang kau benci di keesokkan harinya akan menjadi seseorang yang kau cinta.

Arief jatuh cinta pada Airra, mereka menikah setelah Airra lulus dari kuliahnya.

"Ku pinang kau dengan bismillah Airra.. mau kah kau menikah dengan ku?" ujar Arief.

Saat itu Arief berlutut tepat di hadapan semua orang di tengah keramaian di depan air mancur taman kota.

Jantung Airra tak berhenti berdebar saat pria bernama Arief ingin meminang dirinya.

"Aku menerimanya, Mas Arief bangunlah," jawab Airra menyambut uluran tangan Arief.

Dengan seruan semua orang untuk segera menyuruh Airra, menerima pria tampan yang rela menurunkan harga dirinya demi dirinya berlutut di hadapan semua orang.

Airra fikir dengan menerimanya saja, ia bisa langsung menjadi miliknya namun, beberapa keadaan menghalangi hubungan Airra dan Arief.

Identitas keluarga Airra yang tidak di ketahui, serta orang miskin tak sebanding dengannya yang begitu besar serta agung.

Atas pemikiran itu Airra menahan Arief untuk mengatakan hubungan mereka pada kedua orang tuanya.

Karena fikiran Airra yang begitu kencang akhir-akhir ini membuat penyakitnya kambuh. Di lahirkan dengan kondisi tubuh sering sakit serta lemah, membuat Arief khawatir.

Karena tubuh Airra juga membuat hubungannya akan semakin jauh, kedua orang tua Arief marah. Saat Arief merelakan gelar ceo serta perusahaan yang sudah ia emban di bahunya dan berpaling lebih memilih menjadi seorang dokter untuk merawat satu wanita saja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel CEO with Pole Dancer
7.9
Insiden sepele mengubah hidup Zia Zovanka selamanya saat ia menjadi target buruan Sagara Pratama. Amarah mendorong pria berkuasa itu untuk mengejar Zia, sang yatim piatu, hingga berhasil merenggut sesuatu yang paling berharga darinya. Meski Sagara dikenal dingin terhadap wanita, bayangan Zia justru terus menghantui pikirannya. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Sagara tanpa sengaja menemukan Zia sedang menari di sebuah klub malam langganannya.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO Galak
7.9
Reva Queen Arabella terpaksa mengubur mimpinya kuliah setelah dipaksa menikah muda. Ia menjadi pengganti kakaknya yang melarikan diri tepat di hari pernikahan. Kini, gadis manja itu terikat dengan Zidan Adnan Fernando, CEO dingin yang berusia jauh lebih tua. Tanpa rasa cinta, mereka sepakat menandatangani kontrak pernikahan yang hanya berlaku selama enam bulan. Akankah ikatan paksa ini berakhir sesuai perjanjian, atau justru tumbuh benih cinta yang tak terduga?
Sampul Novel Obsesi sang Billionaire
8.4
Evander Alywar Miller, CEO sekaligus mafia berkuasa, sangat mendambakan keturunan yang belum ia dapatkan dari istrinya. Ia mulai mengincar Rossie Casaundra, pengurus kuda di perkebunan miliknya, untuk menjadi istri kedua. Melalui skema licik, Evander menjebak ayah Rossie yang sakit hingga dipenjara. Demi membebaskan sang ayah, Rossie terpaksa menerima kontrak pernikahan tanpa cinta ini. Akankah benci berubah menjadi cinta di antara mereka?
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
8.3
Riani dikhianati oleh kekasih yang selama ini ia nafkahi demi sahabatnya sendiri. Di tengah luka, ia nekat menikahi Rizky, pria asing yang berjanji menanggung segala kebutuhannya. Meski awalnya ragu, Riani justru menemukan sosok suami idaman yang protektif dan suportif hingga kariernya melejit. Namun, misteri menyelimuti identitas Rizky yang selalu punya solusi ajaib. Kejutannya muncul saat ia melihat wajah suaminya di sampul majalah bisnis dunia sebagai miliarder.
Sampul Novel Pernikahan Wasiat
8.9
Alayna Liora Setiawan, gadis 21 tahun yang terbiasa hidup mewah, terjebak dalam dilema besar. Ayahnya meninggalkan wasiat yang mengharuskan ia menikah dengan kakak angkatnya, Zariel Vian Karyan. Jika menolak pria berusia 28 tahun itu, Alayna terancam kehilangan seluruh hak warisannya. Tak sanggup membayangkan hidup dalam kemiskinan tanpa harta peninggalan sang ayah, Alayna terpaksa menjalani pernikahan yang tidak pernah ia inginkan tersebut.