Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Boss Dingin

Boss Dingin

Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kamu pulang sama siapa Ra" vino yang sudah selesai membantu Zahra

"Sendiri pak mungkin naik angkot pak" Zahra pun sudah selesai merapikan Berkas-berkasnya

"Bareng saya saja saya juga mau pulang" dengan tersenyum manis yang memperlihatkan kedua pipi lesungnya

"Apa gak ngerepotin pak" tanya Zahra

"Gak kok ayo" ajak Vino kemudian Zahra pun mengikuti dibelakangnya berjalan menuju mobilnya saat zahra ingin masuk pintu mobil belakang vino berbicara

"Duduk depan Ra saya bukan supir kamu" mau tidak mau Zahra menurutinya Karena tidak ingin berbuat masalah lagi

"Rumah kamu dimana" suasana hening tidak pembicaraan diantara mereka tapi vino mencoba berbicara agar tidak hening lagi suasananya

"Di jalan suka jaya nanti ada pagar warna hitam disitu rumah saya" sampai digerbang Zahra pun pamit untuk turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya

"Makasih pak hati-hati dijalan assalamu'alaikum" ucap salam Zahra

"Wa'alaikumussalam" jawab salam vino dan Zahra pun memasuki rumahnya didalam sudah ada keluarganya yang sedang berkumpul di ruang keluarga

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam" Zahra menghampiri keluarganya dan bersalaman

"Kamu udah pulang cepat sekali biasanya kerja kantor itu pulang malam sayang" bundanya yang sedang menonton TV bersama keluarganya

"Hehe iya Bun tadi sudah selesai pekerjaannya jadi dibolehin pulang deh oh iya nanti malam aku diajak temanku jalan-jalan katanya"

"Perempuan atau laki-laki" tanya ayahnya yang sedang minum kopi sambil menonton TV nya

"Laki-laki yah" Zahra menundukkan kepalanya dia takut gak dibolehin oleh ayahnya padahal dia sudah ada janji dengan Raka

"Ayah gak izinin kamu pergi bersama lelaki" ayahnya tidak mengijinkan jika anaknya bersama lelaki lain yang bukan mahramnya

"Tapi yah aku sudah ada janji bos aku juga bawa anaknya kok" bujuk Zahra

"Anaknya? Bunda gak mau yah kalo kamu dekat dengan bos kamu apa lagi dia sudah punya anak pasti dia sudah punya istri jangan jadi perusak rumah tangga orang Ra bunda gak pernah ngajarin kamu seperti itu" nasihat bundanya kepada anaknya

"Gak kok aku sama sahabat bos aku juga kok" rayu Zahra agar diizinkan oleh kedua orang tuanya

"Ok ayah izinin tapi dia harus jemput kamu disini Kalo gak yaudah gak usah pergi sama dia" jawab ayah pasrah menuruti keinginan anaknya

"Makasih ayah" Zahra pun memeluk ayahnya dan pergi ke kamarnya untuk siap-siap nanti malam tiba-tiba saja hp nya berbunyi ada sebuah pesan dari orang yang tidak ia kenal

Aku tidak ingin memilih diantara mereka berdua karena kalo aku memilih salah satu pasti diantara mereka bakal ada yang sakit hati dan persahabatan mereka juga akan hancur aku gak mau semua itu terjadi

-Zahra

0831xxxxxxxx

Assalamu'alaikum cantik

Zahra

Wa'alaikumussalam

Siapa yah?

0831xxxxxxxx

Ini aku Raka yang paling ganteng sedunia

Zahra

Oh ya ada apa pak

0831xxxxxxxx

Rumah kamu dimana biar aku jemput nanti malam hehe😁🤩

Zahra

Rumahku di Jl Suka Jaya nanti ada pagar warna hitam nah itu rumah saya

0831xxxxxxxx

Oh yang itu yaudah makasih cantik sampai ketemu nanti malam dandan yang cantik yah oh iya jangan lupa save nomer ku juga😁

Zahra pun tidak membalasnya lagi baru saja ia ingin ke kamar mandi tapi ada sebuah pesan lagi kemudian ia membukanya

0857xxxxxxxx

Assalamu'alaikum

Zahra

Wa'alaikumussalam siapa yah?

0857xxxxxxxx

Ini saya Vino bos kamu

Save nomer saya yah?

Zahra

Iya

Es batu

Ok

"Kenapa sih dia berdua minta save nomer teleponnya aku gak boleh menyukai salah satu diantara mereka nanti yang ada persahabatan mereka hancur cuma karena cinta" Zahra berbicara sendirian langsung saja menatuh handphonenya di atas meja kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya

Malam ini Raka menjemput Zahra dirumahnya sampai didepan ruamhnya dia deg-degan karena menurut dia itu harus ketemu camernya (calon mertuanya) kemudian mengetuk pintu rumah Zahra dengan pelan-pelan dia grogi banget kayanya mah

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam" keluarlah seorang perempuan agak muda dengan pakaian gamis dan jilbabnya yang panjang itu yang ada dihadapan Raka

"Pantesan Mamahnya aja cantik apa lagi anaknya lebih cantik" gumam Raka

"Hey nak mau cari siapa" bundanya Zahra melambaikan tangannya di hadapan Raka

"Hmm... Saya mau cari Zahra Tante pasti Tante mamahnya Zahra yah" tanya Raka dengan mencium tangan bundanya Zahra tapi bundanya malah menangkupkan tangannya didadanya

"Iya saya bundanya ada apa yah" tanya bundanya Zahra

"Saya mau jemput Zahra Tante sebenarnya kita udah janjian tadi di kantor kok" jawab Raka dengan tersenyum

"Iya saya sudah tau katanya dia sama bosnya juga dan anaknya terus mana bosnya dan anaknya itu" kata bundanya yang celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri

"Kalo udah tau kenapa nanya coba" gumam Raka

"nanti bosnya langsung ke sana Tante nunggunya sama anaknya juga" Raka pun melihat Zahra yang menggunakan gamis dan jilbab nya

"Masya Allah Cantik" Raka kagum dengan pesona Zahra

"Anak bunda emang cantik dari dulu siapa dulu bundanya dong" dengan bangganya bundanya itu

"Ayo katanya mau berangkat" ajak Zahra

"Tante aku izin bawa anak Tante dulu yah nanti dikembalikan kok tenang saja saya kembalikannya dengan aman kok gak sampai lecet" kami pun tertawa bersama

"Aku pamit Bun tadi aku udah salim sama ayah didalam" Zahra mencium tangan bundanya dan masuk ke dalam mobil Raka sampai di cafe kita menunggu Vino dulu disini kemudian vino pun datang dia kaget jika rak juga bersama Zahra dan Zahra pun kaget kedatangan vino dia tidak tau jika bosnya juga ikut bersama kita

"Bunda" panggil anak kecil itu yang dibawa oleh vino langsung memeluk Zahra dia kaget anak kecil itu langsung memeluknya

"Bunda" Zahra kaget mendengar anak kecil itu memanggilnya bunda

"Vani dia itu bukan bunda kamu" kata vino yang mendekati anaknya itu yang sedang memeluk Zahra dan mencoba melepaskannya tapi Vani memberontaknya

"Vani" bentak vino kemudian Vani pun terdiam dan mengeratkan pelukannya itu

"Udah gapapa pak kasihan dia mungkin dia kangen bundanya" lirih Zahra dengan mengusap kepala anak kecil itu

"Bunda kemana aja aku kangen sama bunda" ujar anak kecil itu dengan tangisannya

"Gak kok bunda gak kemana-mana bunda ada disamping kamu kok" Zahra menenangkan anak kecil itu

"Bunda ayo kita pulang kita main bareng-bareng lagi sama ayah" bujuk Vani dengan memegang tangan Zahra

"Rak lu bawa Vani dulu gw mau bicara sama Zahra penting menyangkut masalah Vani gw gak akan mengambil Zahra tenang aja" bisik vino dengan Raka kemudian Vani pun diajak main sama Raka tadinya dia menolak

"Vani sama om dulu yuk bunda sama ayah mau bicara dulu" bujuk Raka lalu Vani pun menggeleng terpaksa jika Zahra harus membujuknya lagi

"Sayang kamu sama om Raka dulu yah bunda mau bicara sama ayah dulu" rayu Zahra dengan mencium anak kecil itu

"Tapi bunda gak akan ninggalin vani lagi kan" tanya Vani dengan mengalirkan air matanya itu

"Gak kok jangan nangis yah bunda sedih liat kamu nangis" Zahra menghapuskan air mata Vani dengan kedua tangannya lalu Vani pun mengangguk dan pergi main bersama Raka

Dan disini kami tinggal berdua yaitu Vino dan Zahra yang masih suasan hening

"Maaf yah tadi Vani sebut kamu bunda" maaf vino

"Ya gapapa kalo boleh tau kenapa Vani sebut saya bunda pak" tanya Zahra

"Karena kamu mirip dengan bundanya Vani" jawab vino

"Memangnya bundanya Vani Kemana" kata Zahra

"Bundanya Vani sudah meninggal bersama Ayahnya"

"Ayahnya? bukannya bapak ayahnya Vani yah"

"Bukanlah saya masih jomblo saya belum pernah menikah sama sekali" vino hanya tertawa mendengar ucapan Zahra

"Maaf pak saya tidak tau" lirih Zahra dengan menundukkan kepalanya

"Gapapa ok saya lanjutkan orang tuanya Vani meninggal karena kecelakaan pesawat bundanya Vani itu Tante saya jadi Vani adalah keponakan saya" jelas vino

"Terus kenapa Vani memanggil bapak ayah" tanya Zahra

"Karena saya sudah menganggap dia anak saya walaupun bukan darah daging saya sendiri tapi saya sayang sama dia waktu itu kekasih saya tidak suka dengan Vani karena menurut dia Vani itu menyusahkan saja dan akhirnya saya putuskan kekasih saya karena dia hanya memanfaatkan harta saya saja tapi ketika Vani bertemu kamu dia senang melihat kamu dan kamu pun baik penyayang anak kecil menurut saya" jawab vino yang sedang menceritakan masa lalunya

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JKH" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JKH
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFTER THAT NIGHT (CEO)
8.8
Darren Hawk, CEO teknologi di New York, berencana melamar kekasihnya, Angela Rawllies, seorang desainer ternama di Paris. Namun, ambisi cintanya terhambat oleh perjodohan ibunya dengan Xavia Price, model papan atas dari kalangan elit. Meski Darren bertekad menjaga jarak, sebuah insiden dalam satu malam mengubah segalanya dan menjebaknya dalam dilema besar. Kini, ia harus memilih antara cintanya pada Angela atau tanggung jawabnya kepada Xavia yang mendesak.
Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menelan pil pahit saat ibu kandungnya menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun demi melunasi utang. Niat hati merantau ke kota demi mencari sang ibu yang menghilang sejak ia kecil, Nara justru terjebak dalam nasib kelam. Pertemuan yang ia dambakan malah menghancurkan masa depannya secara total. Kini, tiga tahun telah berlalu sejak kejadian tragis tersebut, dan Nara terpaksa menjalani kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Jodohku Soulmateku
9.5
Fahri dan Damar sepakat menjodohkan Dita dan Bagas sejak kecil. Namun, kondisi kesehatan Fahri yang memburuk serta krisis finansial di perusahaan Damar memaksa pernikahan dini saat Dita berusia 16 tahun. Usai akad, mereka terpisah tanpa pernah bertemu selama bertahun-tahun. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Dita hampir lulus jadi dokter spesialis dan Bagas telah menjabat CEO. Mampukah pernikahan lama yang dingin ini berubah menjadi cinta sejati?
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati danĀ HarapanĀ Pupus
9.4
Saat mendaki gunung, Chloe Winata mengalami hipotermia hingga penyakit jantungnya kambuh. Namun, dua sahabat masa kecilnya justru mengabaikan kondisinya demi melindungi Lucia, putri sopir mereka. Alih-alih menolong, mereka malah menuduh Chloe cemburu. Setelah diselamatkan oleh tim SAR dan dirawat di rumah sakit selama seminggu tanpa dijenguk, Chloe mengetahui bahwa mereka justru sibuk merayakan ulang tahun Lucia. Sadar persahabatan belasan tahunnya sia-sia, Chloe memutuskan menyerah dan menyetujui perjodohan dengan putra Keluarga Januar.