Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bos, Jangan! Nanti Ketahuan

Bos, Jangan! Nanti Ketahuan

Terjebak dalam aturan suami yang melarangnya bekerja, hidup Selena berubah setelah kedatangan Haris, bos besar suaminya. Pesona sederhana Selena memikat sang miliarder, yang kemudian menawarinya posisi sebagai sekretaris pribadi. Pekerjaan ini menjadi pelarian sekaligus awal hubungan terlarang di antara mereka. Demi ambisi promosi jabatan, sang suami memilih menutup mata. Kini, mereka semua terseret dalam pusaran gairah dan intrik yang siap menghancurkan pernikahan Selena.
Bab
Bagikan

Bab 2

. Sentuhan Nakal Bos Suamiku

"Anton sudah pulang?" tanya Haris dengan tatapan lekat pada Selena.

"Be-belum pulang, Pak," jawab Selena gugup.

Dia serba salah, menghindar takut dibilang tidak sopan. Balas menatap balik, nanti dikira dia menantang. Dan berpengaruh pada karir suaminya.

Haris mengangguk pelan.

Lelaki dengan tinggi sekitar seratus tujuh puluh lima centimeter, dengan tatapan mata tajam tapi teduh, kulitnya putih dan satu lagi kacamata hitam bertengger disana. Dia bak seorang aktor. Ditambah lagi tubuhnya begitu tegap, otot tangannya terlihat cukup padat, menandakan dia rutin fitnes.

Bahkan, Selena sempat terbersit membandingkan Haris dengan Anton. Meskipun mungkin Anton tidak kalah ganteng dengan Haris, tapi lelaki itu sangat malas sekali berolahraga, perutnya bukan sixpack malah sudah mulai sedikit membuncit.

Selena memang sudah mengenal Haris, lelaki itu adalah kakak tingkatnya saat kuliah dulu. Senior yang pernah membuatnya menangis saat ospek, pada saat itu Haris sudah semester tujuh, tapi masih sempat mengganggu mahasiswa baru.

“Ehm.” Haris berdehem melihat Selena hanya mematung di depannya, matanya terus menatap Selena seperti sedang menguliti wanita itu.

Kemudian Selena baru sadar kalau daster yang dikenakannya cukup tipis dan basah oleh keringat.

Bra merah tercetak jelas dibalik daster putihnya. Selena hanya menunduk. Menghindar juga sudah tidak sempat lagi.

Tangannya mencoba menutupi bagian dadanya. Tapi percuma, Haris sudah melihatnya.

"Boleh saya masuk?" tanya Haris lagi.

Selena hanya mengangguk. "Silakan, Pak."

Selena memberikan jalan kepada Haris, sementara bos suaminya itu tampak tersenyum melirik ke arahnya.

"Silakan duduk, Pak."

"Terima kasih, saya ada janji sama Anton. Kebetulan saya sedang berada di sekitar sini, jadi langsung mampir," ucap Haris sambil menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu.

Selena hanya mengangguk. Tidak tahu harus menjawab apa.

"Silakan menunggu, saya tinggal ke dalam, Pak," ucap Selena.

"Maaf, jadi merepotkan."

"Sama sekali tidak, Pak," jawab Selena sambil bersiap berlalu ke dalam.

"Kata Anton, kamu dulu pernah bekerja?" tanya Haris, seolah sengaja menghentikan langkah Selena.

Selena mengangguk. "Iya, Pak."

"Kerja apa?"

"Supervisor marketing," jawab Selena, tatapan matanya sedikit menerawang.

Setiap kali diungkit masalah pekerjaan, wajahnya akan berkabut sedih. Haris membaca wajah Selena, dia tersenyum penuh arti.

"Sayang sekali."

"Kenapa, Pak?"

"Iya, wanita secantik dan secerdas kamu harus terkurung di rumah. Seharusnya, kamu memiliki kesempatan naik ke puncak karir," jawab Haris menatap Selena lekat.

"Kamu sangat pintar, dulu pemegang IPK sempurna menggegerkan jurusan. Sampai-sampai kami anak semester atas dibanding-bandingkan oleh dosen. Sekarang kamu malah nganggur, kalau tidak berhenti kamu sepertinya akan mencapai kesuksesan," sambung Haris.

"Itu hanya dulu. Maaf Pak, saya permisi."

Selena kembali ke dapur, dengan sedikit gugup Selena menyiapkan minuman.

Pikirannya kembali terngiang dengan kata-kata Haris. Dia seharusnya masih berkarir. Bisa jadi, dia sudah naik jabatan.

Selena menggeleng, dia sudah setuju untuk hanya menjadi ibu rumah tangga. Dia harus melupakan keinginannya bekerja, dan semua itu, kini hanya menjadi mimpi yang tidak akan pernah terwujud.

Dan apakah sekarang Selena merasa dia adalah wanita seutuhnya setelah full menjadi ibu rumah tangga? Entahlah, dia lebih merasa sedang terpenjara.

"Minum apa yang harus aku buat?" tanya Selena bingung.

"Biasanya orang tua suka kopi," jawabnya sendiri.

Dia yang bertanya, dia juga yang menjawab.

Dengan yakin, Selena menyeduh kopi hitam. "Tapi, dia tidak tua-tua amat sih. Wajahnya masih awet muda dan ganteng lagi. Masih sama kayak dulu, tapi dulu ngeselin."

"Ah sudahlah, kopi saja. Kalau tidak mau yaudah terserah. Siapa suruh datang lebih cepat," sambung Selena akhirnya.

Tidak berapa lama, harum kopi menguar ke seluruh ruangan.

Selena membawa nampan yang berisi kopi panas dengan asapnya yang masih mengepul.

Dengan masih mengenakan baju yang sama, daster tipis putih tanpa lengan.

"Harum sekali kopinya," puji Haris.

Selena tersenyum kikuk, dan siapa sangka Haris malah berdiri di dekat Selena, tangannya menyentuh tangan Selena dengan sengaja, dan berpura-pura menaruh gelas itu di meja.

"Kopinya panas, takut tumpah," ujar Haris masih memegang tangan Selena.

Aliran darah Selena berdesir hangat, sentuhan itu seperti sebuah sengatan listrik.

Haris sama sekali tidak melepaskan pegangan tangannya, dan malah semakin naik hingga ke lengan.

Selena terkejut, dia mundur beberapa langkah. Tapi, geraknya terhenti karena terpentok di sofa. Ruang geraknya semakin menyempit.

Haris menyunggingkan senyumannya.

Tangan Haris semakin naik, tapi sebelum menyentuh bahu Selena, tiba-tiba...

Bel rumah kembali berbunyi, Selena bernafas lega.

Sementara Haris kembali ke tempat duduknya dengan senyum samar, namun sebelumnya dia berbisik kepada Selena. "Kamu juga sangat cantik dan lucu, masih sama seperti dulu."

Wajah Selena memerah, dia segera menuju pintu.

Sementara Haris pura-pura sibuk dengan ponselnya, meskipun ujung matanya tidak lepas dari Selena.

Saat pintu dibuka, suaminya berdiri di depan pintu dengan wajah bertekuk karena kelelahan.

"Sedang apa kamu? Kenapa lama sekali?" tanya Anton.

Selena gugup, ada rasa takut jika sang suami mengetahui apa yang baru saja terjadi.

Selena sendiri pun bingung, kenapa pintu tertutup? Padahal di dalam ada tamu. Dia lupa kapan menutup pintu itu.

"Maaf, Mas..."

"Sudah siap semua untuk malam ini? Jangan sampai memalukan, ini pertama kalinya bos datang," sambung Anton memastikan.

"Bos kamu sudah di rumah, Mas," jawab Selena.

"Hah?" Anton terkejut sekaligus tidak percaya kalau bos nya sudah di rumah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, Alesha Devandra mengalami tragedi kelam saat Reiner yang sedang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Alesha yang trauma memilih kabur ke desa, namun ia justru mendapati dirinya hamil. Kini ia terjepit antara menuntut tanggung jawab pada Reiner yang mungkin lupa, atau membesarkan bayinya sendirian di tengah cibiran. Akankah Reiner mengakui darah dagingnya saat rahasia ini terungkap?
Sampul Novel Benih Sang Pewaris
9.3
Kehidupan Isabella, seorang pelayan hotel, hancur seketika saat ia menjadi korban pelecehan oleh pria asing misterius. Meski ditawari kompensasi berlimpah, ia dengan tegas menolak segala bentuk imbalan tersebut. Namun, nasib berkata lain saat ia menyadari dirinya tengah mengandung benih dari sang pewaris kaya itu. Kini, Isabella harus berjuang melewati masa-masa sulit demi mencari kebahagiaan di tengah luka batin dan beban rahasia besar yang ia pikul.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan adalah bujangan kaya yang ramah namun ceroboh dalam urusan asmara. Ia sering memicu konflik keluarga karena terang-terangan menggoda kekasih para sepupunya agar berpaling padanya. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia jatuh hati pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan dan cinta. Kini, Erhan harus berjuang keras membuktikan ketulusannya. Mampukah sang miliarder meyakinkan wanita itu bahwa ia telah menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Don Juan
8.9
Don Juan adalah pria asal Italia yang memiliki segalanya, mulai dari paras tampan hingga kesuksesan finansial yang luar biasa. Baginya, wanita hanyalah objek sementara yang bisa dibuang setelah digunakan. Namun, hidup sang miliarder ini berubah total saat ia bertemu dengan seorang gadis misterius. Sosok ini berhasil menaklukkan hatinya yang dingin dan membuatnya berlutut dalam cinta. Siapakah perempuan yang mampu mengubah prinsip hidup Don Juan selamanya?
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
8.5
Hari pernikahan impian berubah menjadi tragedi kelam dalam novel romantis miliarder Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku. Di saat sang ibu mengembuskan napas terakhir akibat syok karena Ezra mengganti pengantinnya dengan Naila, Ezra justru menuntut pernikahan tetap berjalan. Menolak perintah kejam itu, sang protagonis memilih pergi membawa jasad ibunya. Di tengah duka, ia harus menyaksikan kemesraan Ezra dan Naila yang memamerkan hubungan mereka tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
8.9
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica menemukan kebahagiaan baru saat Simon, seorang miliarder terpandang, menikahinya. Lima tahun berlalu dalam limpahan kasih sayang, hingga Monica tidak sengaja mengungkap kebenaran pahit. Simon rupanya hanya memanfaatkan pernikahan mereka demi melindungi Cita, wanita yang dicintainya secara rahasia. Menyadari seluruh hidupnya hanyalah kepura-puraan, Monica memutuskan untuk merencanakan kematian palsunya sendiri melalui sebuah insiden tenggelam agar bisa menghilang selamanya.