Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI

BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI

Kebahagiaan rumah tangga Kenanga hancur seketika saat Dion, suaminya, mengkhianati janji suci mereka. Luka itu kian mendalam karena wanita yang menjadi selingkuhan Dion adalah kakak tiri Kenanga sendiri. Di tengah kemelut poligami yang menyakitkan, Devano hadir kembali. Sahabat masa kecilnya itu datang membawa perasaan lama dan mencoba mengejar cinta Kenanga. Kini, Kenanga terjebak dalam dilema antara mempertahankan pernikahan atau berpaling pada Devano.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tubuh Kenanga meluruh di dekat tempat tidur. Wanita itu membekap wajahnya dengan telapak tangan. Melihat keadaan sang istri yang syok, Dion mendekat. Dia menatap Risma dan memberi isyarat pada perempuan itu keluar dari kamar.

Sambil memberengut, Risma menurut. Sebelum keluar dari situ, Risma sempat melirik pada Kenanga sambil menyunggingkan senyum sinis. Puas sekali Risma melihat adik tirinya itu menangisi nasib.

Dion menyentuh pelan lengan Kenanga, tetapi lagi-lagi, Kenanga menepisnya. Dia merasa jijik melihat laki-laki yang selama setahun ini menjadi suaminya. Dion menarik napas panjang, lalu bersimpuh di depan sang istri.

"Aku tidak selingkuh dengan Risma, Sayang." Dion berkata lirih.

Dia tidak tahu harus memulai dari mana menjelaskan perihal hubungan rahasianya dengan Risma. Kenanga masih bergeming. Dia memeluk lututnya yang gemetar. Sedangkan air matanya kembali menetes ke pipi meskipun berulangkali dia seka.

"Kenanga, dengarkan penjelasanku dulu!" ucap Dion lagi.

Raut wajah Dion sendu dengan tatapan mata mengembun. Rasa sakit yang diberikan pada sang istri memang sangatlah dalam. Dion mengakui itu. Namun, ada alasan kuat dia harus melakukan hal menyakitkan itu.

Kenanga masih diam di posisi semula. Dadanya semakin sesak, bersamaan dengan air mata yang terus membasahi pipi. Sulit sekali menerima pengkhianatan ini.

"Kenanga!" Dion menyentuh lengan istrinya itu lagi. "Maafkan aku. Aku minta maaf telah menyakitimu, tapi aku harus menjel--"

"Pergi! Pergi, dari sini, Mas! Keluar!" teriak Kenanga sembari mendorong dada Dion sekuat tenaga.

Dion terjengkang dan buru-buru bangkit. Di depannya, Kenanga memberi tatapan nyalang sembari mengacungkan telunjuk tepat di muka Dion. Kenanga mengambil bantal lalu melemparnya ke segala arah.

Dia mengamuk di situ. Kenanga ingin menghancurkan seluruh isi kamar yang menjadi saksi sang suami berbagi kenikmatan dengan perempuan lain. Kamar yang juga menjadi saksi malam pertamanya dengan Dion dulu. Napas Kenanga tersengal menatap kasur yang sekarang tanpa seprei itu.

Sementara itu, Dion masih mematung menatap apa yang dilakukan istrinya. Kedua mata laki-laki itu pun berkaca-kaca. Dengan hati-hati, Dion mendekati Kenanga.

"Lakukan apa pun jika bisa membuatmu puas, Kenanga! Tapi dengarkan penjelasanku dulu!" ucap Dion masih berusaha meyakinkan hati istrinya.

Kenanga lantas berbalik dan menatapnya muak. "Apa kamu tidak dengar? Pergi dan tinggalkan kamar terkutuk ini! Aku muak melihatmu, Dion!" usirnya dengan suara datar.

"Kenanga ..."

"Apa kamu tuli atau tidak punya harga diri, hah?" bentak Kenanga emosi. Lantas dia pun tertawa sumbang. "Oh, Tuhan! Selain tak tahu malu, ternyata Engkau berikan aku suami yang tuli!" ucapnya lalu tertawa disertai derai air mata.

Dion menelan ludah berat mendengarnya. Bukan cacian itu yang membuatnya sedih. Melainkan sikapnya yang telah mendua, mengkhianati istri sebaik Kenanga. Bahkan, bukti pengkhianatan itu, sekarang tumbuh janin di rahim Risma. Istri sirinya!

"Cepat pergi sebelum aku teriak, Dion! Kamu mau ditangkap warga, lalu tubuhmu ditelanjangi dengan perempuan itu, diarak keliling komplek, hm?" Kembali Kenanga menyentak lamunan Dion.

Dion mengangguk pasrah. Langkahnya gontai keluar dari kamar. Kenanga menatapnya dengan hati semakin hancur bersamaan dengan rasa benci yang menggunung. Runtuh sudah harapan Kenanga membangun mahligai pernikahan sakinah mawadah warahmah bersama Dion.

Dion sempat menoleh pada Kenanga sebelum menutup pintu kamar dengan gerakan pelan. Langkahnya gontai menuruni anak tangga. Ternyata, Risma masih berada di ruang keluarga. Wanita hamil muda itu dengan santai menikmati sepotong apel hijau. Pandangan Risma tertuju pada layar televisi yang sedang menayangkan sebuah film romantis.

Dion mendengus kasar melihat kelakuan wanita itu. Lantas dia pun mendekat dan menarik tangan Risma. Risma mendongak setengah terkejut. Dia menatap protes pada suaminya.

"Apaan sih?

"Ayo, kita pulang!" ajak Dion sambil melirik ke arah anak tangga.

Risma tersenyum penuh arti. Senang rasanya melihat rumah tangga Kenanga di ambang kehancuran. Dengan begitu, dia bisa menguasai Dion seutuhnya. Keinginan Risma untuk menghancurkan Kenanga secara perlahan, kini mulai terlaksana. Dia pun mendapatkan jalan yang tepat, ketika Dion merespon cintanya.

"Kenapa sih, harus buru-buru? Padahal aku tidak apa-apa kalau kamu tidur di atas dengan Kenanga. Pasti kalian saling merindukan, kan, setelah hampir dua minggu tidak mendapatkan sentuhan Kenanga?" cerocos Risma ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

Dion meliriknya sekilas, kemudian menggeleng samar. Laki-laki itu segera menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan car port. Meskipun dalam hati berat meninggalkan Kenanga sendirian, tetapi Dion ingin memberi waktu pada wanita itu untuk sendiri.

Selama dalam perjalanan menuju apartemen mereka, Dion dan Risma lebih banyak diam. Tepatnya, Dion memilih tidak menanggapi ucapan Risma yang selalu menyebut nama Kenanga. Tidak bisa dipungkiri, dia sangat merindukan istri pertamanya itu. Terlebih, Kenanga adalah wanita yang dia nikahi karena cinta.

"Ayo, turun! Ada beberapa hal yang harus kita bicarakan nanti!" ucap Dion setelah memarkir mobilnya di underground parking.

Risma menoleh sekilas, lalu mengikuti suaminya itu membuka pintu. Tiba-tiba, dada Risma berdebar takut. Takut Dion lebih memilih Kenanga daripada dirinya. Dion menarik tangan Risma untuk memasuki lift.

"Dion, apa yang akan kamu bicarakan?" tanya Risma mulai khawatir.

Dia takut jika Dion akan membicarakan perihal perceraian. Risma tidak ingin berpisah dengan laki-laki itu meskipun hanya sebatas istri kedua. Risma juga sadar, sangat sulit menyingkirkan Kenanga dari hati Dion, tetapi bukan tidak mungkin.

"Em, Risma, untuk sementara kamu jangan mendekati Kenanga dulu! Biar dia ada waktu menenangkan diri. Mungkin untuk beberapa hari aku tidak pulang, aku harus menemaninya. Kamu setuju, kan?" tanya Dion dengan tatapan memohon.

Tidak ada lagi yang bisa Risma lakukan selain menyetujui. Meskipun di dalam hati sebenarnya tidak rela jika Dion lebih banyak menghabiskan waktu dengan Kenanga.

"Baik, aku setuju. Tapi kamu jangan lupa keberadaan anak kita, Dion!"

"Aku tidak akan pernah melupakannya. Karena dia darah dagingku, cinta kita. Aku hanya ingin membuat Kenanga tenang."

"Apa kamu tidak ingin menceraikan Kenanga supaya kita bisa seutuhnya bersama?" tanya Risma sambil mengarahkan telapak tangan Dion ke perutnya yang masih rata.

Dion tercekat mendengar pertanyaan tidak disangka itu. Namun, dia memang harus mengambil sebuah keputusan yang tentu berat diterima oleh kedua istrinya itu.

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Raya, wanita kaya yang merasa hampa, tiba-tiba masuk ke dunia novel sebagai Selina, sosok antagonis yang kejam. Ternyata, Selina adalah anak yang tertukar saat lahir akibat kelalaian suster. Kini, Raya berada di posisi sulit dalam hidup Selina yang penuh manipulasi. Ia harus memilih: menebus kesalahan masa lalu dengan mengubah sikapnya, atau tetap menjadi jahat dan menghadapi masa depan kelam. Setiap pilihannya akan menentukan apakah ia selamat atau hancur.
Sampul Novel DIKIRA MISKIN
8.0
Yudi dan Antika kerap menjadi sasaran cemoohan para kakak ipar yang memandang rendah kondisi ekonomi mereka. Di balik hinaan tersebut, pasangan ini sebenarnya telah meraih kesuksesan besar selama menetap di kota. Begitu fakta kekayaan mereka terungkap, sikap sinis keluarga besar seketika berubah menjadi upaya untuk mendekat demi keuntungan pribadi. Akankah Yudi dan Antika menerima perubahan sikap yang mendadak ini setelah sekian lama diremehkan?
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Iris Barcova terpaksa menjalani kehidupan kelam sebagai PSK demi membiayai ayah dan adiknya. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius keturunan mafia menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi medis bagi ayahnya. Meski ada dokter tulus yang mencintainya, Iris justru terjebak dalam dilema hati. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap bahwa pria yang ia anggap penyelamat mungkin adalah dalang di balik segala tragedi dan kesialan yang menimpa hidupnya selama ini.
Sampul Novel Kau Tak Menyadari Disaat Aku Pergi
9.6
Bianca adalah sosok istri idaman yang sangat manja dan penuh kasih, membuat Adrian merasa sangat dicintai. Namun, kebahagiaan itu hancur saat sebuah pesan misterius membongkar pengkhianatan Adrian. Alih-alih mengamuk, Bianca justru memilih membalas dengan keheningan yang dingin tanpa peringatan sama sekali. Adrian pun terperangkap dalam kebingungan mendalam, hingga ia akhirnya tersadar bahwa kehilangan cinta secara perlahan jauh lebih menyiksa.
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Meski terus ditolak, sebuah insiden tak terduga justru menjalin benang merah antara Laskar dan Pelangi. Namun, Pelangi menyadari cintanya tak mungkin dipaksakan karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Akankah ikatan misterius ini mampu menyatukan mereka, atau justru membuat keduanya kembali menjadi orang asing? Pelangi memahami bahwa meski mulutnya berkata rela, hatinya tetap merasa berat untuk benar-benar melepaskan sosok Laskar dari hidupnya.