
Benih Sang Pewaris
Bab 3
Sebagai laki-laki normal, Keanu sering menghabiskan malam yang panjang bersama wanita yang ia inginkan. Namun ia hanya perlu memuaskan keinginannya tanpa menjalin hubungan.
Sebagai laki-laki tampan dengan segudang pesona serta kekayaan yang menyilaukan, banyak wanita rela mengantre serta menawarkan diri agar bisa menghabiskan malam bersama Keanu. Namun, Keanu sangat pemilih. Ia tidak pernah sembarangan dalam memilih wanita meskipun hanya sebagai partner di atas ranjang.
Sayangnya, kejadian semalam benar-benar tidak terduga. Keanu tidak menyangka, bahwa ia akan memperkosa seorang pelayan hotel.
"Bagaimana dengan Elizabeth? Haruskah aku mengurusnya?" tanya Liam.
"Untuk saat ini, biarkan saja. Aku masih membutuhkannya. Kau tahu, keluarganya memiliki saham yang besar di perusahaan kita," jawab Keanu.
"Baiklah." Liam mengangguk paham.
Setelah membicarakan beberapa hal penting, Liam keluar dari ruangan Keanu. Namun saat langkah kakinya belum jauh, suara dentingan sepatu hak terdengar nyaring mendekat.
"Mau apa kau kemari?" tanya Liam.
"Menemui Bosmu!" jawab Elizabeth.
"Sebaiknya kau pergi, suasana hatinya sedang buruk," saran Liam.
"Benarkah? itu bagus, karena aku akan membantu memperbaikinya," ucap Elizabeth dengan penuh percaya diri.
"Terserah!" cibir Liam. Ia mengabaikan Elizabeth dan melanjutkan pekerjaannya.
Sebelum masuk ruangan Keanu, Elizabeth mengeluarkan sebuah cermin kecil dari dalam tas jinjingnya. Ia bercermin sesaat untuk memperbaiki riasan wajahnya. Setelah itu, ia pun melenggang masuk tanpa mengetuk pintu.
Keanu menatap tajam saat wanita itu masuk.
"Bagaimana tidurmu semalam? Apa kau bermimpi buruk?" tanya Elizabeth sambil duduk di sofa, sementara Keanu berada di kursinya sendiri sambil menatap layar laptopnya.
Setelah mendengar pertanyaan Elizabeth, Keanu memutar kursinya dan menatap wanita itu dengan senyum miring.
"Aku bermimpi indah, sangat indah," jawab Keanu.
"Sungguh?" Elizabeth tersenyum. Ia bangkit lalu mendekati Keanu. "Sayang sekali, padahal aku sangat ingin menemanimu," lanjutnya.
Keanu menghela napas kasar, ia menatap Elizabeth dengan tatapan dingin.
"Benar, sayang sekali. Berkat kau, aku bisa bermalam dengan wanita yang luar biasa," ucap Keanu dengan senyum miring.
"What?" Elizabeth membulatkan matanya lebar, kedua bibirnya terbuka. Apa ia tidak salah dengar?"
Elizabeth terdiam, menatap Keanu dengan sungguh-sungguh. Wanita itu paham, Keanu tidak pernah membual atau berbohong tentang apapun. Meski laki-laki itu sangat menakutkan, namun Keanu selalu mengatakan hal yang sebenarnya.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Elizabeth memastikan.
"Hmm, tidak." Keanu menggeleng cepat. "Kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan padaku? Aku beruntung, karena tidak masuk ke dalam perangkapmu." Keanu tersenyum miring.
"Siapa wanita itu?"
"Bukan urusanmu."
Elizabeth merasa kesal, namun ia tidak bisa mengekspresikan kemarahannya di depan Keanu. Ia selalu bertindak hati-hati, namun tidak menyangka jika rencananya malam itu malah membuatnya semakin kesal.
Namun tidak apa, bagi Elizabeth ini bukanlah masalah besar. Ini bukan pertama kalinya. Ia bahkan tahu jelas sifat Keanu. Elizabeth pun sudah tahu wanita mana saja yang pernah bermalam bersama laki-laki itu. Dan sudah pasti, ia akan memberikan pelajaran berharga bagi siapa saja yang berani menyentuh miliknya.
"Bukankah sudah cukup memalukan bagimu untuk bertindak sejauh itu? Akhiri saja permainan ini dan katakan apa yang kau mau dariku!" tegas Keanu.
"Apa yang ku mau? Sudah jelas aku menginginkanmu. Aku mencintaimu, Keanu!"
"Hah!" Keanu menahan tawa.
"Cinta? Kau sedang membicarakan cinta seolah kau adalah wanita berperasaan!" ucap Keanu pelan.
"Orang tua kita sudah sepakat bahwa kita harus bersama. Ini bukan hanya soal hubungan antara kau dan aku. Tapi ini juga menyangkut dua perusahaan besar yang akan bergabung menjadi keluarga. Apa kau tidak menginginkan lebih dari ini?" tanya Elizabeth.
Keanu terdiam sesaat, ia berpikir sejenak.
Memang benar, menikahi wanita itu jelas memberikan banyak keuntungan untuknya. Elizabeth adalah anak tunggal, sama seperti dirinya. Mereka akan menjadi pewaris bagi keluarga masing-masing dan menjadikan perusahaan sebagai bisnis raksasa yang mendunia.
"Bagaimana? Kau tertarik untuk bergabung?" tawar Elizabeth.
"Kau pikir aku akan tertarik dengan keuntungan yang tidak sebanding itu? Aku bahkan bisa melakukan banyak hal lebih besar tanpamu!" tegas Keanu.
"Aku tidak peduli, aku akan pastikan kau akan jadi milikku!" seru Elizabeth. Ia berjalan keluar dari ruangan Keanu dengan amarah membumbung tinggi.
Sudah beberapa waktu terakhir ia tidak mendengar Keanu meniduri seorang wanita. Ia merasa cukup lega dengan hal itu. Namun, kabar ini membuatnya sangat muak. Terlebih, Keanu menyebutnya sebagai wanita luar biasa.
Keanu sengaja mengatakan hal seperti itu agar Elizabeth marah, Keanu berharap wanita itu berhenti mencampuri urusannya.
Namun Keanu salah, kemarahan Elizabeth justru akan membuat masalah menjadi semakin rumit.
Bagi sebagian orang, Elizabeth adalah wanita gila. Ia penggila Keanu sejak lama. Wanita itu selalu menghalalkan segala cara untuk mendekati Keanu, hingga membuat keluarganya harus turun tangan untuk mendekatkan mereka.
Meski tahu betul bagaimana sifat dan watak Keanu, Elizabeth seakan menutup mata dan tidak peduli. Cintanya begitu menggebu hingga membuatnya hilang akal dan pikiran.
Setelah keluar dari ruangan Keanu, Elizabeth bergegas kembali ke hotel. Ia adalah CEO dari hotel tempat pesta semalam di adakan.
Elizabeth meminta sekretarisnya untuk mengumpulkan informasi tentang wanita mana saja yang hadir di pesta semalam. Elizabeth berpikir, jika salah satu diantara mereka pastilah wanita yang menghabiskan malam bersama Keanu.
"Aku akan menyingkirkan siapa saja yang berani menyentuh milikku!" gumam wanita itu.
Setelah menunggu cukup lama, Elizabeth menerima daftar yang ia inginkan. Namun, tidak satupun diantara mereka patut dicurigai.
Elizabeth semakin geram, dari mana datangnya wanita itu? Siapa dia? Ataukah, itu hanya akal-akalan Keanu saja untuk membuatnya menyerah?
Untuk sementara, Elizabeth tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa meminta bantuan sekretarisnya untuk mencari tahu lebih banyak, karena khusus gedung lantai kamar VVIP di hotel ini tidak di lengkapi CCTV di lorongnya demi privacy pengunjung yang terjamin.
Sementara di tempat lain, Keanu merasa cemas. Bagaimana jika Elizabeth tahu bahwa wanita yang tidur bersamanya adalah pelayan di hotelnya?
Keanu tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Elizabeth mengetahuinya. Karena selama ini, Elizabeth selalu berusaha mencari tahu tentang wanita mana saja yang bersamanya.
Merasa resah, Keanu segera menghubungi Liam. Ia meminta Liam untuk memastikan bahwa Elizabeth tidak akan menemukan pelayan itu.
"Jika hanya memecat pelayan itu dari pekerjaannya, mungkin tidak akan jadi masalah. Tapi Elizabeth itu gila, bagaimana jika dia membunuhnya?" ungkap Liam melalui sebrang telepon.
Keanu gelisah. Lenyapnya pelayan itu dari dunia ini memang bukan masalah besar. Namun bagaimana jika Elizabeth tertangkap? Lalu masalah itu terungkap ke publik?
Keanu tidak sedang mengkhawatirkan pelayan itu. Ia sedang mengkhawatirkan reputasinya dan nama baiknya.
Anda Mungkin Juga Suka





