Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belenggu Mantan

Belenggu Mantan

Kehidupan Diandra berubah drastis saat ia terpaksa terikat dalam pernikahan dengan Dave Airlangga, sang pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, hubungan mereka hancur akibat kesalahpahaman fatal yang berujung pada perceraian. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ego yang terluka, mampukah keduanya memperbaiki keretakan tersebut? Simak perjuangan mereka untuk membangun kembali puing-puing rumah tangga yang sempat runtuh dalam kisah penuh emosi ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dave memandang perempuan yang terbaring lemah di atas ranjangnya. Dia mengusap dagu, terus berpikir.

"Siapa dia?"

"Kenapa mau masuk ke kehidupanku?"

Berbagai pertanyaan berputar di benak Dave.

Bahkan, rintihan dan juga tangisan gadis itu masih terngiang di telinga Dave.

"Siapa pun dia, tetaplah gadis naif yang mengincar harta keluarga Airlangga."

Dave terkekeh. Bangkit dari duduknya, dia masuk ke kamar mandi. Pekerjaan barunya menumpuk, dia harus berangkat lebih awal ke rutinitas yang memuakkan baginya.

**

Diandra mengerjabkan matanya. Sorot sinar matahari menembus gorden hingga membuatnya silau.

Merasakan tubuhnya yang remuk, Diandra berusaha bangkit. Dilihatnya badan yang hanya terbalut selimut. Mengusap kasar wajahnya, Diandra ingat dengan kejadian semalam.

"Aku kotor!" Menahan air matanya. Diandra tidak ingin menangis demi laki-laki kejam itu.

Perlahan, dia memindahkan kakinya ke lantai. Perih, Diandra memegang perutnya.

Alis Diandra tertaut saat melihat sebuah kartu berwarna hitam di nakasnya. Dia meraih dan memperhatikan dengan teliti.

"Dia benar-benar menjadikanku pelacur!"

Kali ini, Diandra tak tahan lagi menumpahkan air matanya. Dalam benak, Diandra mempertanyakan keputusannya?

"Apa aku salah?"

"Apa aku ceroboh?"

"Apa aku terlalu naif?"

Diandra mengusap kasar air matanya, meraup napas dalam dan mengembuskan.

"Tapi aku niat menolong."

**

Diandra sangat suntuk dan dia memutuskan untuk bertemu temannya, Tasya, di cafe.

Keputusan mendadaknya untuk berhenti bekerja di cafe, membuat sang owner kelabakan. Dia harus mencari pengganti Diandra saat itu juga, yang menjadi masalah, tidak ada yang serajin dan seteliti Diandra, hingga membuat semua kelimpungan.

Tasya pun sama, bukan hanya terkejut, menghilangnya Diandra membuat pertanyaan besar di otaknya. Sahabatnya tidak pernah seperti itu dan jika Diandra keluar dari kebiasaannya berarti ada masalah yang dihadapi.

Dan siang ini, Diandra datang. Mengejutkan Tasya juga yang lainnya.

"Wah, lo benar-benar!" Tasya menunjuk-nunjuk muka Diandra yang bingung.

"Napa lo risen gitu aja?"

"Maaf, Tasya. Aku ada urusan."

"Urusan apa sampai sahabat sendiri ngga dikasih tau?"

Diandra mengajak Tasya duduk. Tapi suasana cafe di siang hari yang ramai membuat Tasya harus meninggalkan Diandra untuk bekerja.

"Tunggu, Beb. Aku kerja dulu!"

Diandra tersenyum menanggapi.

Hingga pukul setengah tiga siang, Tasya bisa bernapas lega.

"Capek gila! Kalau gue punya modal mending kerja ndiri."

"Aku dukung kamu."

Duduk di depan Diandra, Tasya memandang temannya itu dengan tatapan selidik.

"Jadi?" Tasya mengerutkan keningnya.

"Aku udah nikah."

Tasya menutup mulutnya supaya tidak memaki.

"Maaf, nggak kasih tau. Ini dadakan."

"Lu baru dua puluh tahun! Cita-cita punya cafe ndiri gimana?"

Diandra diam, kuku jarinya sibuk mengelupas kutikula hingga tak terasa mengeluarkan darah. Tapi Diandra biarkan itu dan menutupinya supaya Tasya tidak melihat.

Diandra sangat gugup, ditatap Tasya seperti ini. Belum saatnya temannya itu tahu yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ingin Tasya menganggapnya sebagai perempuan materialistis yang mengincar harta. Bukan! Sekali lagi bukan itu yang Diandra mau.

"Nikah ma siapa emangnya?" Tasya sangat ingin tahu.

"Dave Airlangga."

"Anjir! Keluarga Airlangga! What the fuck, Diandra! Lu udah gila atau gimana!"

Sekali lagi Tasya melihat Diandra. "Ini beneran Dave Airlangga yang orang kaya itu?"

Diandra panik dengan reaksi Tasya yang berlebihan.

"Kamu diam, ya. Jangan bilang siapa-siapa."

"Bisa kenal gimana?"

Diandra masih menyusun kata untuk menjelaskan dengan penjelasan yang tepat dan masuk akal.

"Bahkan media nggak bisa sentuh keluarga itu dan lo, anjir, Di! Daebak!"

Diandra menutup mulut Tasya yang semakin menjadi.

Suara panggilan dari manager cafe membuat Tasya terperangah. Dia harus kembali bekerja.

"Kita lanjut abis ini."

Diandra menolak. Dia harus cepat kembali ke apartemen, takut jika Dave tiba-tiba kembali dan dia tidak ada di rumah.

"Besok aku balik."

Setidaknya, Diandra masih ada waktu untuk mengarang cerita atau tidak bercerita sama sekali dengan Tasya mengenai pernikahan mendadaknya.

**

Sudah lima belas hari Diandra menikah dan selama itu juga Dave selalu pulang larut dalam keadaan mabuk.

Sialnya, dia selalu membuat Diandra sibuk di malam hari. Rutinitas yang memuakkan bagi Diandra pada awalnya, tapi makin hari, dia semakin menikmati pergumulannya dengan Dave.

Tidak hanya memberikan sesuatu yang baru bagi Diandra, tapi Dave memberikan kenyamanan juga kenikmatan yang tidak pernah Diandra terima.

"Dd-Dave, u–udah."

Malam yang kesekian kalinya Diandra merintih dalam kenikmatan. Dave memberikan segalanya.

Tapi, Diandra sadar diri. Mereka tak lebih dari sekedar tuan dan pemuas nafsu belaka. Diandra tidak pernah berharap lebih, sakit memang. Tapi ini konsekuensi yang harus diterimanya.

"Apa kamu bilang tadi?"

"Udah? Cuma aku yang bisa menentukan kapan ini berakhir!"

Diandra terdiam, memejamkan matanya dan membayangkan sesuatu yang indah daripada mendengarkan cacian, juga makian Dave di telinganya.

"My bitch you are so hot."

Risih. Ingin Diandra menyumpal mulut laki-laki itu. Dia juga ingin menegaskan, jika dia bukan pelacur! Tapi pada kenyataannya, dia memang terlihat seperti itu.

Selesai dengan kebutuhannya, Dave menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Dibiarkan Diandra begitu saja dan terkesan tidak peduli.

"Kamu semakin pucat, Bitch!"

"Bisa nggak, nggak panggil aku dengan itu, Dave."

Dave terbahak. "Terus apa?"

Tawa itu sangat menusuk hati Diandra. Ingin menangis, tapi untuk apa? Ini semua juga ada andil darinya.

"Lain kali pakailah makeup supaya wajahmu lebih baik. Aku tidak tidur dengan mayat!"

"Kamu datang terlalu malam dan aku tidak sempat istirahat. Wajar kalau pucat."

"Siang waktumu tidur dan malam waktumu bersamaku. Tidak ada bantahan!"

Dave membalikkan badannya dan beberapa saat terdengar dengkuran halus darinya.

Mengembuskan napas berat, Diandra hanya bisa menahan segala sesak di dadanya.

"Sabar, Diandra. Sebentar lagi. Ya, sebentar lagi!"

Dan seperti hari sebelumnya, Dave datang dini hari dan pergi pagi-pagi sekali.

"Dia ke sini hanya untuk memuaskan nafsunya, bahkan dia tidak pernah sarapan."

Selepas mandi, Diandra merebahkan dirinya di sofa, menonton acara televisi.

Headline news pagi ini membuat Diandra tersenyum puas. Presenter itu menjelaskan tentang perkembangan perusahaan Airlangga juga pergantian pimpinan utama dari Adrian Airlangga ke anak laki-lakinya, Dave Airlangga.

Diandra menyaksikan pelantikan itu. Terlihat jelas jika suaminya tersenyum dengan terpaksa, hanya untuk menghindari pertanyaan mendesak dari wartawan yang memuakkan.

Namun, dalam hatinya Diandra sangat bahagia, meski dia tidak mendampingi sang suami.

Diandra berpikir ulang. Memangnya, siapa dia? Mendampingi Dave? Setelah ini, dia akan pergi. Untuk apa berharap lebih?

Diandra tertawa sumbang. Meratapi nasibnya yang ternyata mengenaskan.

**

Malam Minggu ini, Dave datang lebih awal. Meminta Diandra membuat makan malam romantis dan berakhir dengan kegiatan ranjang yang brutal. Memang terlihat aneh, tapi Diandra hanya mengikuti perintah saja. Perempuan itu tak pernah berpikir jika makan malam ini untuk perayaan atau untuk dirinya, tapi kejadian setelah itu yang terpenting untuk Dave. Kegiatan ranjang yang panas.

Dan pagi harinya, ada yang berbeda. Dave menetap hingga pukul delapan pagi, bahkan dia mengundang temannya untuk datang ke apartemen.

Bahan makanan yang habis, membuat Diandra harus berbelanja.

Hingga setengah jam kemudian, dia kembali dari minimarket yang dekat dengan apartemennya.

Suara berisik, Diandra dengar dari balkon, ternyata teman-teman Dave sudah datang.

Samar-samar, Diandra mendengar namanya disebut.

"Enak lu tinggal ma jalang itu!"

Terdengar suara tawa menggelar.

"Padahal tiap malam jajan, ini masih tidurin juga si jalang itu."

"Emang anjir Dave. Kuat banget."

Dave tidak menanggapi. Dia terlihat hanya mengisap rokok dan tersenyum. Terkesan membenarkan perkataan teman-temannya.

"Sampai kapan pelihara jalang itu?"

Pertanyaan dari salah satu teman Dave membuat Diandra berang. Apalagi dia mendapatkan fakta jika Dave tidur dengan perempuan lain selain dirinya.

Baiklah, untuk peraturan Dave dan sikap dinginnya, Diandra bisa menerima. Tapi untuk perselingkuhan? Tidak! Masa lalu Diandra yang kelam bergelayut di kepalanya. Dia benci pengkhianatan! Sangat benci!

"Nanti kalau gue dah puas, baru lepasin!" Dave kembali sibuk dengan nikotinnya.

Diandra melempar belanjaan di sembarang tempat. Mendekati Dave dengan langkah gontai juga menahan air mata, Diandra menegarkan dirinya.

"Nggak usah nunggu nanti. Kita akan cerai sekarang, Dave! Detik ini juga!"

Semua terkejut dengan kedatangan Diandra. Termasuk Dave.

Dave tertawa meremehkan. "Baiklah, Diandra Natasha. Aku kabulkan permintaan kamu. Kita cerai sekarang!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PBU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PBU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Bayarlah Kesalahan Ayahmu Dengan Hidupmu
8.0
Alona terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Ferdinand Craig, seorang konglomerat yang dipenuhi amarah. Ferdinand menikahinya demi membalas dendam atas kematian ayahnya. Tragedi itu bermula saat ayah Alona, seorang dokter, melakukan kesalahan fatal dalam operasi kanker darah ayah Ferdinand. Kini, Alona harus menanggung dosa orang tuanya di bawah bayang-bayang kebencian sang suami. Akankah Alona mampu bertahan menghadapi kekejaman Ferdinand dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?
Sampul Novel Kontrak Rahasia Sang Pewaris
9.0
Demi menyelamatkan ibunya yang kritis, Elysia terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Lancaster. Sang pewaris tunggal itu menjanjikan lima miliar rupiah asalkan Elysia bersedia menikah kontrak dan melahirkan keturunan untuk keluarganya. Meski merasa seperti menjual darah daging sendiri, Elysia tak punya pilihan lain. Namun, di balik kemewahan kontrak tersebut, Damian menyimpan rahasia besar yang membuat Elysia terjebak tanpa jalan keluar dari kesepakatan ini.
Sampul Novel Perangkap Dendam Tuan Miliarder
7.9
Karir Angela Jones hancur seketika akibat skandal besar. Di tengah pelariannya ke Santa Barbara, ia justru bertemu Aaron Carter, pria yang dahulu pernah ia fitnah. Aaron kini telah bertransformasi menjadi miliarder dingin yang haus akan balas dendam. Ia menjerat Angela dalam permainan kekuasaan untuk menebus dosa masa lalunya. Kini Angela terjebak dalam pilihan sulit: melawan dunia yang kejam atau menyerah pada pria yang ingin sekaligus mampu menyelamatkannya.