Sampul Novel Belenggu Adik Ipar

Belenggu Adik Ipar

9.5 / 10.0
Dalam novel Belenggu Adik Ipar, Nara menemukan misteri testpack misterius di tas Juan saat hamil besar. Romance modern ini mengungkap rahasia gelap dan potensi pengkhianatan suami yang mengancam rumah tangga mereka. Baca online novel penuh teka-teki dan konflik ini sekarang.
Ringkasan Belenggu Adik Ipar
Nara yang sedang hamil tua mendadak hancur saat menemukan tumpukan alat tes kehamilan misterius yang jatuh dari tas suaminya, Juan. Kecurigaan mendalam muncul karena setiap benda itu ditandai dengan angka unik, padahal Nara merasa tidak pernah memilikinya. Di tengah usia kandungan tiga puluh delapan minggu, hatinya bergejolak hebat antara rasa kecewa dan gelisah. Mungkinkah Juan selama ini menyembunyikan pengkhianatan besar di balik punggungnya?
Baca Selengkapnya

Belenggu Adik Ipar Bab 1

"kali ini kamu temenin aku cek kandungan ya, Mas. Masak selama 9 bulan aku sendirian terus sih periksa kandungannya." Ujarku agak merengek pada Mas Juan, laki-laki yang sudah membersamaiku selama 1 tahun lamanya. 

Ku lihat pantulan wajahnya pada cermin rias yang saat ini juga memantulkan wajahku, sayangnya pria itu tetap tidak bergeming dan masih sibuk sendiri dengan ponselnya. Satu detik, dua detik berlalu. Mas Juan tetap tidak bergeming dari tempatnya.

"Mas,,," tergurku lagi. 

Drrtt ...

"Ya Hallo, Ada apa, Re?" Ucapnya pada seseorang yang tengah melakukan panggilan disebrang sana. 

Padahal lebih dulu aku yang ingin bertegur sapa dengan suamiku itu, tapi dia malah lebih tanggap dengan ponselnya dari pada istrinya sendiri.

"Oh, ok deh. Kamu siap-siap aja dulu." 

Klik ...

Mas Juan mematikan sambungan telponnya, seraya melihat ke arahku. Dengan gerak cepat ia nampak buru-buru merapikan berlembar-lembar kertas yang ia pangku barusan. Yang katanya ingin mengoreksi UTS para mahasiswanya, tapi yang ku lihat dia sangat sibuk bermain ponsel dari pada mengoreksi lembaran ujian itu.

"Mas, mau kan temenin aku. Kali ini saja," ucapku memohon. Masih berusaha membujuk Mas juan untuk mengantarku, sebagai calon Ayah aku ingin dia bisa melihat dan tau kondisi anaknya didalam perutku ini. Ya, meskinpun hanya sebatas gambar tiga dimensi, setidaknya dia bisa merasakan hadirnya. Seperti aku yang selalu meneteskan air mata, saat mendengar detak jantungnya dan juga melihatnya bergerak-gerak dilayar monitor saat USG. 

"Kemana, Ra? Mas sibuk hari ini," lagi dan lagi jawabannya tetap sama. Setiap kali ku ajak kemana pun tetap dengan alasan yang sama, kadang aku berpikir benarkah Mas Juan menikahiku dengan senang hati, atau karena terpaksa??? Karena selama pernikahan kami, dia tidak pernah mau diajak kemana pun olehku, bahkan kami tidak pernah jalan kemana pun bersama kecuali acara keluarga. 

Padahal, dulu dia yang tiba-tiba saja langsung mengajak nikah. Hanya karena tidak sengaja bertemu dan kebetulan waktu itu kami tengah bersama Ibu kami masing-masing, dan saat itu pula Ibuku langsung setuju tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dariku. 

Aneh memang, tapi ya inilah kisah cinta kami. Aku juga tidak bisa menolak, selain karena usia yang sudah menginjak 25 tahun, sedangkan saat itu teman-temanku rata-rata sudah menikah semua. Mas Juan juga tampan, badannya eksotis. Siapa wanita yang bisa menolak kemolekan badannya itu, aku pun jadi klepek-klepek meski hanya pertama kali bertemu. 

Sayangnya, perkenalan yang begitu singkat tanpa berusaha mengenal satu sama lain, aku jadi tidak tau bagaimana karakter sebenarnya suamiku ini. Mas Juan tipikal pria yang baik, dia tidak pernah kasar padaku. Dia selalu mengiyakan apa yang aku pinta, sayangnya dia tidak bisa seperti pria lainnya. Seperti halnya romantis atau merayakan hari special bersamaku. 

"Ra, kok malah bengong sih? Mas berangkat dulu ya!" Ujarnya padaku. Saking asiknya melamun aku sampai tidak sadar ternyata priaku ini sudah siap dengan penampilan casualnya. 

"Lho, Mas. Mau kemana? Ajakan ku yang tadi gimana?" Tanyaku penuh harap. 

"Kan Mas udah bilang kalau hari ini, Mas sibuk." Jawabnya sambil membenarkan lengan baju yang ia lipat ke atas.

"Ini hari minggu loh, Mas. Hari libur, sibuk ngapain sih? Masak nemein istri cek kandungan, gak punya waktu terus." Bujukku padanya, entah kenapa hari ini aku sangat ingin Mas Juan ikut untuk memeriksakan kandunganku. Karena hari perkiraan lahirku semakin dekat, dan lagi aku masih bingung apakah mau melahirkan secara normal atau cesar.

Kebanyakan orang berkata, melahirkan normal itu sakit. Tapi, ada juga yang bilang cesar pemulihannya juga lama. Jadi aku ingin Mas Juan membantuku memilih proses mana yang harus aku pilih. 

"Bentar doang kok," 

"Kamu sendiri aja ya! Kan biasanya juga sendiri," 

Hah, tak ada gunanya lagi merengek. Toh jawabannya tetap saja sama. 

"Kamu mau kemana sih, Mas? Sibuk apa?" Tak mau lagi menaruh harap, aku hanya ingin tau kesibukan apa yang ingin dilakukan oleh Mas Juan dihari libur begini. Biasanya dia paling enggan kemana-mana dihari libur, lebih suka menghabiskan waktu untuk tidur seharian. 

"Rea minta anter buat beli perlengkapan kuliahnya, Ra. Bentar lagi dia kan lulus." Imbuhnya padaku.

"Hah, apa? Nganterin Rea beli perlengkapan kuliah," 

"Ujian nasional aja belum, Mas. Udah mau beli perlengkapan kuliah! Belum juga daftar, iya kalau lulus kalau nggak kan harus ngulang dulu."

"Kamu kok ngomong gitu sih, Ra. Rea itu adik aku, harusnya kamu ngomong yang baik-baik buat dia bukan malah bilang yang jelek-jelek begitu."

"Ya aku gak bermaksud buat ngomong yang jelek-jelek, Mas. Tapikan harusnya Rea lebih ke mempersiapkan diri buat ikut ujian dari pada urusan kuliah dulu," 

Ku lihat Mas Juan menarik nafas pelan, aku harap dia bisa mengerti apa yang aku maksudkan bukan ingin mendoakan yang tidak baik untuk adiknya itu. 

"Rea cuma mau beli Hp baru, Ra. Hp nya yang lama udah penuh. Jadi dia minta buat dibeliin Hp baru, sekalian aja aku ajak ke tempatnya biar dia langsung milih, Hp apa yang kiranya bisa dia pakek jangka panjang sampek kuliah."

"Udah ya, Mas berangkat dulu. Kamu hati-hati ke Dokternya, pesen ojol yang udah biasa anter kamu ke Dokter." 

Ku rasakan tangan kekar menyentuh pundakku, ada bias wajah Mas Juan pada cermin riasku. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada samping leherku seraya berkata, "Mas udah transfer uang jajan buat kamu, kemarin waktu seminar dikampus, Mas dapet bonus." 

Cup ...

Dia mengecup lembut ubun-ubunku. Syukurlah dia tidak lagi mempermasalahkan ucapan ku barusan tentang Rea, aku takut dia tersinggung dan menganggap aku terbebani jika dia memberikan sesuatu pada Rea. 

Ya, sejak awal menikah. Mas Juan memang sudah menjelaskan bawah separuh dari gajinya akan ia berikan pada Ibu dan Rea, karena memang Mas Juan adalah tulang punggung keluarga. Bapak mertua meninggal saat Mas Juan masih berusia 6 tahun, jadi aku tidak pernah mempersalahkan soal gaji. Toh aku juga harus mengerti, jika ada Ibu dan Adik yang menjadi tanggung jawab Mas Juan bukan hanya aku istrinya. 

"Mas berangkat dulu ya!" Aku hanya mengangguk seraya tersenyum melepas kepergian suamiku itu. Namun, sebelum menutup pintu tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh dari tas yang biasanya Mas Juan pakai.

"Mas ..." Panggilku mencoba memberi tau Mas Juan jika barangnya ada yang jatuh. 

Brak ...

Pintu tertutup rapat, tanpa menunggu lama akupun memungut benda yang terjatuh dari tas Mas Juan tadi. Dan betapa terkejutnya aku, saat tau jika yang  ada digenggamanku saat ini adalah ...

"Testpack siapa ini? Kenapa sebanyak ini dan ..." Aku membolak-balikkan Testpack yang terbungkus plastik ditanganku. 

"Kenapa ada angka yang tertera disetiap testpacknya." 

"Aku tidak pernah memiliki testpack sebanyak ini," Tak terasa hati ini bergemuruh, gelisah dan kecewa. 

"Apa mungkin, Mas Juan ada main dibelakang ku?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Belenggu Adik Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Kubuat Kamu dan Selingkuhanmu Menyesal
9.7
Kesuksesan membuat Aryo lupa diri dan kehilangan rasa syukur. Ia tega mengkhianati Santi, istri setia yang mendampinginya dari nol hingga mencapai puncak karier. Kini, Aryo justru terpikat oleh godaan wanita lain yang lebih menarik secara fisik. Loyalitasnya sebagai suami dan ayah benar-benar diuji dalam prahara ini. Akankah ia tetap memprioritaskan anak serta istrinya, atau justru memilih mengejar nafsu sesaat demi wanita simpanannya?
Sampul Novel Nikah Siri : Cinta Dibalik Bayang-Bayang
8.6
Dunia seakan hancur saat pengkhianatan Dimas terungkap. Sang suami ternyata telah melangsungkan nikah siri dengan Nadia, sahabat dekatku sendiri. Janji suci yang pernah terucap kini sirna, meninggalkanku dalam dilema antara bertahan demi pernikahan atau pergi demi harga diri. Semakin dalam aku menyelidik, semakin banyak rahasia kelam yang menyayat hati. Kini, aku harus memilih: terus memperjuangkan cinta yang telah ternoda atau melangkah pergi mencari kesembuhan.
Sampul Novel Pembalasan Dendam yang Munafik
9.3
Menjadi putri orang terkaya di Kota Silo adalah impian semua orang, tetapi bagi gadis yang tidak bisa merasakan sakit ini, itu adalah awal dari neraka baru. Setelah diselamatkan dari penyiksaan kejam sang istri miliarder demi publisitas, ia menyadari bahwa status barunya menuntut bayaran yang fatal. Keluarga munafik itu menginginkan kematiannya sebagai bentuk balas budi. Dalam novel Pembalasan Dendam yang Munafik, ia memilih untuk tidak menyerah dan bersiap membalikkan takdir demi menghabisi mereka.
Sampul Novel Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah
9.7
Kisah cinta dalam Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah menghadirkan narasi romansa modern yang penuh dengan misteri. Hubungan tersembunyi antara kedua tokoh utama ini menjadi inti cerita yang emosional. Pembaca akan dibawa menelusuri dinamika janji suci yang dijaga ketat dari publik, di mana setiap keputusan membawa konsekuensi besar bagi masa depan mereka. Sebuah perjalanan tentang komitmen, kepercayaan, dan perjuangan cinta di tengah kehidupan masa kini.
Sampul Novel Tumbal Rumah Bersalin
9.6
Warni dikenal sebagai bidan ramah di Desa Tlogo Ungu, namun ia menyimpan rahasia kelam. Dahulu dihina karena miskin dan dikucilkan warga, ia nekat melakukan pesugihan siluman ular putih, Nyai Sukma, demi kekayaan dan kelancaran bisnisnya. Melalui bantuan Romlah, perjanjian mistis pun dibuat. Namun, Nyai Sukma meminta syarat berat: wanita yang bersalin di malam Jumat Kliwon serta nyawa bayi kandung Warni sendiri sebagai tumbal perdana. Akankah Warni tega mengorbankan anaknya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan