Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku

Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku

Vyora Arabelle merelakan impian demi cinta, namun pernikahan tanpa restu itu justru berujung pengkhianatan. Suaminya yang tergiur harta tega meninggalkannya akibat hasutan keluarga. Di tengah kehancuran, seorang pria misterius hadir menawarkan bantuan untuk membalas dendam pada sang mantan. Terluka oleh hinaan, Vyora menerima tawaran itu. Akankah misi ini menumbuhkan benih cinta baru bagi Vyora, atau ia justru akan tetap terbelenggu oleh bayang-bayang masa lalunya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Cuaca yang sangat panas membuat Vyora menatap sedih. Hari ini menjadi hari pertama Kevin mencari pekerjaan baru. Vyora tak bisa membayangkan dengan cuaca yang panas suaminya harus berpindah-pindah tempat mencari pekerjaan.

Hanya duduk di sebuah angkot saja Vyora tak bisa membayangkannya. Bagaimana seandainya Kevin tak juga mendapatkan pekerjaan. Dengan panas-panasan Kevin harus mendatangi satu per satu perusahaan. Vyora terus berdoa agar suaminya segera mendapatkan pekerjaan.

Tak membutuhkan waktu lama ia telah sampai di tempat pemberhentian.

“Terima kasih,” ucap Vyora memberikan upah pada sopir angkot.

Rumahnya yang terletak di gang sempit membuatnya harus berjalan lagi. Waktu yang telah menunjukkan siang hari. Vyora tampak mengusap keringat yang membasahi dahinya.

“Berjalan kembali ke rumah saja membuatku lelah. Bagaimana keadaanmu saat ini? Apa semuanya baik-baik saja?” bisiknya. Saat ini Vyora mengkhawatirkan keadaan Kevin.

Dengan keringat yang membasahi kemeja putihnya. Kevin tampak mengibaskan kemejanya untuk sekedar mendapatkan angin yang tak seberapa. Kevin sudah mendatangi beberapa perusahaan yang dulunya pernah bekerja sama dengannya. Namun, semuanya menolaknya. Bohong jika ia tak lelah. Mengingat Vyora yang sedang menunggunya di rumah. Rasa lelahnya tiba-tiba hilang.

“Tidak, aku tidak boleh lelah. Aku harus semangat.”

Kevin kembali melangkahkan kakinya penuh semangat. Ia terus menyusuri jalanan untuk mendatangi perusahaan lain. Kevin yakin dari banyaknya perusahaan. Berkat pengalamannya sebelumnya. Pasti ada salah satu perusahaan yang akan menerimanya.

Kali ini Kevin mendatangi perusahaan yang dikelola teman dekatnya. Kevin memasuki perusahaan dengan penuh keyakinan. Kevin terlihat mendatangi resepsionis untuk bertanya.

“Pak Ethannya ada?” tanya Kevin.

“Maaf, apa Anda sebelumnya sudah membuat janji dengan pak Ethan?” tanya resepsionis.

“Aku teman dekatnya. Bisakah kau bertanya padanya jika Kevin Diaskara ingin bertemu dengannya?”

Setelah mempertimbangkannya. Resepsionis itu mengangguk. Melihat itu Kevin bisa bernapas lega. Resepsionis itu segera menyambungkan teleponnya ke sekretaris Ethan.

“Halo! Ada seseorang yang mencari pak Ethan. Dia bilang...”

Resepsionis itu menatapnya. Sepertinya wanita itu lupa namanya. Kevin akhirnya menyebutkan kembali namanya.

“Kevin Diaskara,” ucap Kevin.

Resepsionis itu mengangguk mengerti. “...Kevin Diaskara.”

Tak lama resepsionis itu menutup teleponnya.

“Bagaimana?” tanya Kevin segera.

“Pak Ethan bisa bertemu dengan Anda. Apa Anda sudah tahu ruangan pak Ethan?” tanya resepsionis yang diberinya anggukan.

“Baiklah, kalau begitu Anda bisa langsung pergi ke ruangannya. Nanti akan ada sekretarisnya yang menyambutmu.”

Dengan perasaan senang Kevin melangkahkan kakinya. Saat ini perusahaan Ethan menjadi harapan terbesarnya. Kevin yang telah berteman lama dengan Ethan. Ia yakin Ethan akan menerimanya.

“Silakan.” Saat Kevin baru keluar dari lift. Benar saja sekretaris Ethan langsung menyambutnya.

“Pak Kevin sudah datang,” ujar Sekretaris Ethan yang berbicara dengan Ethan.

“Suruh dia masuk.” Kevin mendengar Ethan yang mempersilahkannya masuk. Merasa kehadirannya yang disambut. Membuat Kevin tersenyum senang.

“Anda bisa masuk.” Kevin tersenyum tulus pada sekretaris Ethan.

Kevin memasuki ruang Ethan. Saat pertama masuk. Ia melihat Ethan yang berdiri menyambutnya.

“Hai, Teman. Sudah sangat lama aku tidak melihatmu. Bagaimana kabarmu? Aku mendengar berita katanya kau baru saja menikah. Aku ucapkan selamat, Teman.”

Seperti biasa seorang pria yang bertemu teman lama. Mereka saling melakukan High Five sebagai penyambutan.

“Terima kasih, Ethan. Seperti yang kau lihat. Aku sedang tidak baik-baik saja,” ucap Kevin.

Ethan tampak mengamati Kevin dengan saksama. “Apa maksudmu, Vin? Duduklah, kau harus menjelaskannya padaku. Apa sebenarnya yang sudah terjadi padamu. Bukankah kau sedang menikmati pernikahan barumu?”

Ethan membawa Kevin untuk duduk di tempat yang sudah ia sediakan.

“Sekarang, katakan padaku. Apa yang bisa aku bantu,” ujar Ethan.

“Ah, aku hampir lupa. Akan aku suruh sekretarisku membawakanmu kopi.” Ethan yang baru saja akan berdiri di cegahnya.

“Tidak perlu, Than. Lagian aku hanya sebentar saja,” ucap Kevin.

Ethan kembali duduk di tempatnya. “Baiklah.”

Dengan tak enak hati. Kevin harus mengungkapkan tujuannya mendatangi temannya.

“Sebenarnya aku membutuhkan bantuanmu, Than.”

Ethan menatapnya seolah tak mengerti. “Bantuan? Katakan padaku. Apa yang perlu aku bantu.”

“Sebenarnya aku meninggalkan rumah. Keluargaku yang tak pernah merestui hubunganku dengan istriku saat ini. Aku memutuskan meninggalkan semua termasuk menyerahkan kembali fasilitas yang diberikan papa.” Ethan hanya mendengarkannya.

“Karena itu, tujuanku kemari ingin meminta pekerjaan padamu.”

Mendengar itu Ethan mengelus dagunya berpikir. Kevin tampak berharap cemas. Saat ini hanya Ethan menjadi tujuan terakhirnya.

“Sebelumnya aku minta maaf padamu, Vin. Bukannya aku tidak mau memberikan pekerjaan padamu. Tapi, keadaan perusahaan yang tidak baik-baik saja. Aku bahkan harus mengurangi karyawan.”

Lagi-lagi Kevin mendapatkan penolakan. Ia yang merupakan lulusan luar negeri. Dengan pengalaman pekerjaan sebelumnya. Ia pikir itu akan memudahkan mendapatkan pekerjaan. Ternyata semuanya salah.

“Tidak apa, Than. Kalau begitu aku pergi dulu.”

Setelah kepergian Kevin. Tak lama Ethan mendapatkan telepon dari seseorang.

“Tenang, Om David. Semuanya berjalan lancar. Aku pastikan Kevin tidak akan mendapatkan pekerjaan.”

*****

Waktu telah menunjukkan sore hari. Kevin yang tak kunjung kembali membuat Vyora khawatir. Vyora tampak mondar-mandir di luar rumah menunggu kedatangan suaminya.

Saat melihat kehadiran Kevin. Senyum bahagia menyambut kedatangannya. Namun, senyumnya berubah sendu saat menatap keadaan Kevin. Kemejanya yang tadinya rapi. Kini telah berubah menjadi kucel.

Vyora menyambutnya dengan mencium tangannya. “Kau pasti sangat lelah.”

Tak ingin bertanya tentang pekerjaannya terlebih dulu. Vyora mempersilahkan Kevin masuk terlebih dulu.

“Duduklah,” ucap Vyora.

Kevin yang kelelahan hanya menuruti perintah Vyora. Vyora seorang istri yang sangat berbakti. Beruntung sekali ia memiliki Vyora sebagai istrinya. Sungguh orang tuanya akan menyesal telah menyiakan menantu sebaik Vyora.

Vyora melepaskan sepatu Kevin lalu memijat kakinya sejenak. “Kau pasti sangat kelelahan.”

Tiba-tiba air matanya menetes tak tega menatap Kevin yang menderita karenanya. Melihat air mata di pelupuk mata Vyora. Kevin menyeka dengan tangannya.

“Sayang, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu menangisiku,” ucap Kevin.

“Aku tak tega melihatmu menderita seperti ini. Seandainya saja kau masih tinggal dengan keluargamu. Pasti ini semua tidak akan terjadi padamu,” ujar Vyora dengan tangisnya.

“Husst...” Kevin menutup mulut Vyora dengan jari telunjuknya. “...ini sudah menjadi keputusanku. Kita sudah berjanji apa pun yang terjadi kita akan tetap bersama. Jadi, aku mohon jangan salahkan dirimu. Apa kau mengerti?”

Vyora mengangguk mengerti. “Em.”

“Aku akan membawanya ke dalam. Lebih baik sekarang kau mandi setelah itu kita makan malam bersama,” ucap Vyora yang diberi anggukan oleh Kevin.

Setelah Kevin masuk ke dalam kamarnya. Vyora membawa tas dan sepatu kerja Kevin untuk diletakkannya pada tempatnya. Sambil menunggu Kevin selesai mandi. Vyora mempersiapkan untuk makan malamnya.

*****

“Papa!” seru Isaac menyambut kedatangan Axel.

Melihat Isaac yang berlari padanya. Axel segera meletakkan tas kerjanya dan menggendong putranya dalam pelukannya.

“Ada apa? Sepertinya hari ini anak papa sangat senang. Bagaimana dengan sekolahmu?” tanya Axel.

“Semuanya baik-baik saja. Papa tahu? Hari ini ada murid baru yang baru saja pindah ke sekolahanku,” ujar Isaac dengan semangat.

“Benarkah? Apa dia anak laki-laki?”

Isaac menggeleng. “Bukan, Papa. Dia anak perempuan.”

Axel mengangguk berkali-kali mengerti. “Oh... Apa dia anak perempuan yang cantik?”

Dengan malu-malu Isaac mengangguk. Melihat itu Axel tersenyum.

‘Sangat seperti ayahnya. Masih kecil sudah pintar menggoda,’ batinnya.

“Papa, Papa,” panggil Isaac.

“Iya, sayang.” Axel menjawab dengan sabar.

“Isaac ingin belajar piano, Papa.” Isaac yang tiba-tiba ingin belajar piano membuatnya menatap heran putranya. Isaac dari kecil tak pernah suka bermain musik. Entah kenapa hari ini tiba-tiba Isaac ingin belajar piano.

Tiba-tiba Axel mengingat masa sekolahnya dulu. Terdapat sosok pemuda dengan tubuh gempal dan berkaca mata. Baju yang di masukkan ke dalam celananya dengan sangat rapi. Pemuda itu terlihat mengintip perempuan seusianya yang sedang bermain piano di dalam kelas musik.

Tuts yang di mainkan oleh jari-jemari lentiknya menghasilkan melodi nan indah. Pemuda itu tampak menikmati alunan melodi yang dimainkannya. Tiba-tiba seperti merasakan ada seseorang yang mengintipnya. Perempuan itu menghentikan jari-jemarinya dan menatap ke arah pemuda yang mengintipnya. Ketahuan mengintip. Pemuda itu segera bersembunyi.

“Papa, apa kamu mendengarku?” suara Isaac membuyarkan lamunannya.

“Iya, sayang. Papa mendengarmu,” ujar Axel.

“Apa papa boleh bertanya padamu?” lanjut Axel.

Isaac menatap Axel dengan penuh tanda tanya. “Apa yang ingin Papa Axel tanyakan pada Isaac?”

“Bukankah kamu tidak menyukai musik. Lalu, kenapa tiba-tiba kau ingin belajar piano?”

Isaac tersenyum lebar. “Karena Allea suka bermain piano.”

Kini giliran Axel yang menatap putranya penuh tanda tanya. “Allea? Siapa Allea?”

“Itu, murid baru yang Isaac ceritakan pada papa.”

Axel tak bisa berkata-kata mendengar pengakuan Isaac putranya. Bagaimana bisa anak kecil sepertinya ingin belajar piano hanya agar bisa dekat dengan murid baru itu. Axel hanya menggeleng tak percaya.

“Baiklah, Papa akan mencarikan guru les untukmu.”

“Yeah... Terima kasih, Papa.”

Axel tertawa melihat kebahagiaan sederhana putranya. Isaac yang senang langsung memeluk ayahnya penuh dengan kebahagiaan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Semalam Dengan Miliarder
9.1
Melinda, gadis desa berusia 21 tahun, terjebak pengkhianatan teman hingga berakhir di pelukan Lukas, CEO ternama. Malam gairah itu membuahkan benih yang mengancam reputasi Lukas. Sang miliarder kini bimbang antara menjaga nama baik atau bertanggung jawab atas bayi tersebut. Di tengah rahasia gelap dan intrik keluarga, mereka harus menghadapi perbedaan status yang tajam. Akankah cinta mengatasi kebencian, ataukah ambisi menghancurkan masa depan yang baru saja dimulai?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Masa kecil yang penuh kemiskinan dan hinaan mengubah Alena dari gadis lembut menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, adik tirinya yang manja, Alyssa, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
Rafael Aditya Syahreza, CEO yang kerap bergonta-ganti pasangan, menjerat Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Ternyata, Vanessa adalah kekasih Adrian, adik kandungnya sendiri. Rafael memanfaatkan situasi ini demi kepuasan nafsu sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari adiknya? Bagaimana nasib Vanessa saat menyadari dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit tersebut?
Sampul Novel Invisible Rich Man
9.5
Davin, pewaris takhta bisnis global, memilih menyamar sebagai petugas kebersihan demi menemukan cinta yang tulus. Di Jakarta, ia bertemu Vania, wanita yang menerima dirinya apa adanya tanpa memandang status sosial. Meski Vania berhasil melewati berbagai ujian kesetiaan yang diberikan Davin, hubungan mereka kini menghadapi rintangan baru yang lebih besar. Keluarga konglomerat Davin muncul menentang keras kedekatan mereka dan berusaha memisahkan keduanya.
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Sampul Novel Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
8.7
Zahara tewas mengenaskan di gudang dingin saat hendak bersalin, dikhianati Ardy yang lebih memercayai Kamila dan Astrid. Setelah kehilangan nyawa dan bayinya akibat kekejaman mereka, ia terbangun di masa lalu sebagai putri tunggal keluarga konglomerat. Kini, Zahara tak lagi buta karena cinta. Dengan identitas aslinya yang penuh kuasa, ia bertekad menghancurkan Ardy serta keluarganya. Pembalasan dendam dimulai demi menebus setiap tetes darah dan rasa sakitnya.