Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Dendam & Penyesalan

Antara Dendam & Penyesalan

Lima tahun menikah, Sofia hanya mendapat pengkhianatan dari Adrian yang memendam dendam pada keluarganya. Saat Sofia berjuang melawan kanker, Adrian justru bersama wanita lain. Setelah ayahnya koma dan rahasia pernikahan terbongkar, Sofia memilih mengakhiri hidup demi melunasi utang masa lalu. Kepergian tragis itu menghancurkan Adrian dalam penyesalan mendalam. Ia bersimpuh memohon maaf, namun segalanya sudah terlambat karena Sofia telah pergi membawa luka yang tak tersembuhkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sofia duduk di ruang tunggu rumah sakit, tangan gemetar memegang surat yang baru saja diberikan oleh dokter. Setiap kata yang tertulis di kertas itu terasa semakin menyesakkan, semakin mencekik nafasnya. Kanker stadium lanjut. Waktu yang tersisa tak lebih dari beberapa bulan. Kapan tepatnya, tidak ada yang tahu. Namun satu hal yang pasti, ia hanya punya sedikit waktu untuk bernafas, sedikit waktu untuk bertahan, dan sedikit waktu untuk merasakan hidup sebelum semuanya berakhir.

Pikirannya berkelana, kembali ke masa lalu. Lima tahun yang telah berlalu sejak ia menikah dengan Adrian. Lima tahun yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan, tetapi kenyataannya justru penuh dengan kesunyian yang menyakitkan. Adrian... Suaminya. Namanya begitu familiar, begitu penuh arti dalam hidupnya, tetapi belakangan, semuanya terasa begitu asing. Sofia ingat betul betapa bersemangatnya dia saat pertama kali bertemu dengan Adrian. Dia seorang pria yang tampan, cerdas, dan tampaknya penuh perhatian. Semua teman-temannya berkata bahwa ia sangat beruntung menikahi pria seperti Adrian.

Namun, seiring berjalannya waktu, Sofia mulai merasakan perubahan. Adrian yang dulunya selalu ada untuknya, yang dulu begitu memperhatikannya, kini mulai terjarak. Tatapannya sering kosong, pikirannya sering melayang, dan ketegangan di antara mereka tak bisa disembunyikan lagi. Sofia mencoba untuk berpura-pura, mencoba untuk menganggap bahwa semuanya akan baik-baik saja, bahwa pernikahan mereka hanya sedang dilanda badai kecil. Namun, perasaan itu semakin dalam, semakin terasa tajam.

Dan sekarang, setelah semua yang telah terjadi, setelah sakit yang ia rasakan di tubuhnya, ia baru menyadari satu hal: bahwa selama ini ia hanya menjadi bayangan dalam hidup Adrian. Wanita itu, wanita yang selalu hadir dalam pikirannya, dalam setiap detik waktu yang dihabiskannya, selalu ada. Wanita yang bukan dirinya. Dan kini, saat ia tahu bahwa waktunya akan segera habis, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Adrian tidak pernah benar-benar mencintainya. Cinta itu tidak pernah ada, meskipun mereka sudah menikah selama lima tahun.

Sofia menatap keluar jendela rumah sakit. Langit yang kelabu mencerminkan hatinya yang hancur. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Ia tahu, Adrian sudah menemukan kebahagiaan bersama wanita yang telah lama ia cintai, wanita yang bukan dirinya. Sakit ini... sakit yang datang bukan hanya dari tubuhnya yang lemah, tetapi dari pengkhianatan yang harus ia terima. Setiap detik yang berlalu terasa seperti siksaan yang tak berujung.

Dan saat itu, saat dunia terasa begitu kosong, ia mendengar suara Adrian di balik pintu, berbicara dengan lembut kepada seorang perawat. “Terima kasih sudah merawatnya dengan baik,” kata Adrian, suaranya penuh perhatian. Sofia mengenal suara itu, namun kali ini terdengar asing, tak ada kehangatan seperti dulu. Hanya ada kekosongan.

Adrian masuk ke ruangan. Mata mereka bertemu, namun tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Sofia. Rasanya dia tak lagi memiliki energi untuk berbicara. Semua yang ada di benaknya adalah satu pertanyaan yang tak terjawab, satu kenyataan yang harus ia hadapi. Apakah selama ini ia hanya menjadi sebuah pelampiasan untuk rasa sakit Adrian? Apakah dia hanya perantara, alat untuk membalas dendam?

Adrian berdiri di depan Sofia, menatapnya dengan tatapan kosong yang sulit dibaca. “Bagaimana hasilnya?” tanyanya, mencoba terdengar peduli, meskipun Sofia bisa merasakan jarak yang tak terjembatani antara mereka.

Sofia memejamkan matanya sejenak, menahan air mata yang hampir jatuh. “Aku tahu tentang dia,” jawabnya perlahan, suaranya begitu lemah, hampir tidak terdengar. “Tentang wanita itu. Wanita yang selalu ada dalam pikiranmu. Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku, Adrian. Aku hanya... alat dalam hidupmu.”

Adrian terdiam. Tak ada penyesalan di wajahnya. Hanya ketegangan yang semakin menambah hancur hati Sofia. Seperti sebuah cermin yang pecah, dia bisa melihat bayangannya sendiri yang remuk, tak lagi utuh.

“Aku... aku menikahi kamu karena ini semua, Sofia,” Adrian akhirnya berkata, suara rendah dan tajam. “Ini bukan tentang cinta. Ini tentang membayar utang keluargamu kepada keluarga kami.” Kata-katanya menusuk langsung ke jantung Sofia. Semua yang ia dengar terasa seperti ledakan keras yang menghancurkan dinding-dinding hatinya. Utang? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang ia lakukan sampai harus membayar harga yang begitu mahal?

Dengan tangan gemetar, Sofia menarik sebuah surat dari dalam tasnya. Surat cerai yang telah ia siapkan, yang sudah ia tandatangani. “Aku tidak ingin lagi ada di sini, Adrian,” katanya dengan suara serak, meskipun di dalam hatinya terasa begitu berat untuk mengatakan kalimat itu. “Aku akan pergi. Ini sudah selesai.”

Adrian tak bergerak. Wajahnya tetap keras, namun di balik itu ada ketegangan yang mencuat. “Kamu ingin pergi?” katanya, dengan suara yang mulai terdengar berbeda. “Kamu pikir dengan pergi kamu bisa menyelesaikan semuanya? Ini bukan hanya tentang kita, Sofia. Ini tentang segalanya yang sudah terjadi, tentang keluarga kita yang hancur... dan aku hanya melakukan ini untuk membalas semua yang telah mereka lakukan padaku. Aku tidak pernah mencintaimu, dan kau tidak pernah benar-benar tahu siapa aku.”

Sofia menatapnya dengan tatapan kosong. Ia tak bisa lagi menangis, tak bisa lagi merasa sakit. Yang ia rasakan hanya hampa. Semua yang pernah ia percayai ternyata hanya kebohongan. Semua cinta yang ia berikan hanya dibalas dengan kejam. Dengan langkah lemah, Sofia berdiri, dan tanpa berkata-kata lagi, ia berjalan keluar dari kamar itu, meninggalkan pria yang telah menghancurkan hidupnya, meninggalkan semua mimpi yang kini hanya tinggal kenangan pahit.

Saat ia keluar, dunia di luar tampak begitu sunyi, begitu kosong, seperti hatinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
9.7
Adeline Shabira tak lagi mampu membendung luka saat suaminya lebih memercayai fitnah orang lain daripada kejujurannya sendiri. Pengkhianatan dan pengabaian ini menghancurkan fondasi pernikahan mereka hingga Adeline memilih untuk pergi demi membebaskan sang suami. Saat kebenaran perlahan terungkap, penyesalan pun datang terlambat. Di tengah badai emosi dan logika, mampukah hati Adeline yang telah mengeras dan hancur kembali memaafkan setelah kepercayaan itu sirna?
Sampul Novel Dinara - Ganti Suami
8.1
Ditinggal kabur oleh pasangannya di hari pernikahan membuat Dinara justru merasa girang, apalagi saat bertemu seorang pria yang bernasib serupa. Alih-alih meratapi kesedihan, sebuah ide gila muncul di benak Dinara demi menyelamatkan persiapan pesta yang sudah matang. Tanpa ragu, ia mengajak pria asing itu untuk menggantikan posisi mempelainya. Meski sempat terkejut, tawaran nekat Dinara menjadi satu-satunya solusi agar paket pernikahan mereka tidak terbuang sia-sia.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren berdiri di tepi atap rumah sakit dengan lengan berdarah dan hati hancur. Saat nyaris melompat, ia melihat suaminya datang bersama wanita lain. Jenna sadar bahwa kematiannya hanya akan memberi mereka kebahagiaan. Setelah menderita hingga keguguran, ia bangkit untuk membalas dendam. Jenna membatalkan niat bunuh diri dan mendatangi Tuan Besar Kim. Sambil berlutut, ia memohon kekuasaan demi menghancurkan orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Hold My Hand
8.0
Pasca kepergian orang tua angkat mereka, Khanza menyadari adanya getaran asmara yang tak biasa terhadap kakaknya, Barra. Meski tidak memiliki ikatan darah, status sebagai saudara membuat batin Khanza tersiksa oleh kebimbangan yang mendalam. Hubungan rumit ini semakin diuji saat mereka terjebak dalam pusaran konflik besar. Situasi kian mencekam ketika Barra terseret dalam sebuah kasus pembunuhan yang mengancam masa depan dan rahasia hati mereka berdua.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.