Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku

Ambil Kembali Hatiku

Kehidupan Sena hancur seketika ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir tepat di hari ulang tahunnya. Namun, kemalangan Sena tidak berhenti di situ. Di saat ia sangat membutuhkan dukungan, suaminya justru bersikap dingin. Sang suami tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena dan enggan menghadiri upacara pemakaman ibu mertunya, tetapi ia juga memilih pergi ke bandara demi menjemput wanita lain yang selama ini menjadi dambaan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Penuduhan ini muncul begitu saja, Sena pun merasa tidak berdaya, "Aku tidak ke dapur seharian, bagaimana mungkin aku punya kesempatan untuk meracuni Nona Yuki?"

"Kamu tidak masuk ke dapur, bukan berarti kamu tidak bisa menyuap orang-orang di dapur untuk meracuni Kak Yuki." Iren mencibir, "Saat datang ke sini pagi tadi, aku kebetulan melihatmu dan Mbak Nur sedang menyelinap di taman. Entah apa yang sedang kalian rencanakan secara diam-diam... Sekarang kupikir-pikir, ternyata kalian sedang membahas tentang bagaimana meracuni Kak Yuki, 'kan?"

"Astaga! Nona Iren, jangan asal omong." Mbak Nur berkata, "Aku hanya seorang pelayan, bagaimana mungkin berani meracuni seseorang?"

"Lalu apa yang kalian bicarakan di taman pagi ini?" tanya Iren bersikeras.

"Aku…" Mbak Nur melirik Sena secara diam-diam, dia tidak tahu bagaimana menjawabnya.

Erik dan Yuki ada di sini, bagaimana dia bisa mengulangi perkataan pagi ini di hadapan mereka?

"Kamu tidak bisa jawab, 'kan? Ternyata benar, ada masalah di antara kalian!" Iren berkata dengan bangga, "Kak Yuki, haruskah aku melapor polisi untukmu? Menaruh racun dalam makanan, itu sama saja dengan melakukan pembunuhan!"

Ketika mendengar mau melapor polisi, ekspresi Iren langsung menjadi lebih menyakitkan. Dia memegang tangan Erik dan berteriak, "Erik, sakit banget! Apa aku akan mati? Aku takut banget..."

Melihat Yuki kesakitan, Erik tidak peduli dengan hal lain. Dia menggendong Yuki dan bergegas ke luar, "Siapkan mobil! Segera pergi ke rumah sakit!"

Sebelum pergi, dia memelototi Sena dan berkata, "Aku akan menghajarmu saat aku kembali!"

Mbak Nur, yang sudah berusia lima puluhan, menangis terisak karena ketakutan, "Nyonya Muda, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak meracuni Nona Yuki, aku benaran tidak melakukannya."

"Aku ke sini untuk bekerja dan mendapatkan uang pensiunan, tidak mungkin aku melakukan kejahatan!"

Sena tahu bukan Mbak Nur yang melakukannya.

Namun, orang yang memasak itu Mbak Nur, kalau Mbak Nur tidak menuduh orang lain, Erik tidak akan melepaskannnya.

"Nanti Erik pulang, kalau dia menginterogasimu, katakan saja aku yang memerintahkanmu." Sena berkata dengan tenang, "Tidak apa-apa, jangan takut, tolak saja semua kesalahan padaku."

"Mana boleh?" Mbak Nur berkata dengan cemas, "Nyonya, kita jelas tidak melakukan apa-apa, kita tidak boleh mengakuinya!"

Sena tersenyum tak berdaya, dia telah memahami segalanya akhir-akhir ini. Tak peduli apakah dia mengakuinya atau tidak, Erik telah menganggap Sena sebagai pelakunya. Baik dia mengakuinya atau tidak, hasilnya akan sama saja.

Kalau begini, lebih baik mengorbankan dirinya, agar Mbak Nur tidak terlibat.

"Lakukan saja sesuai perkataanku." Nada bicara Sena sangat tegas, "Jangan khawatir, aku punya rencana, aku tidak akan terjadi apa-apa."

Setelah menghabiskan sepanjang malam di rumah sakit, Erik akhirnya mengantar Yuki kembali di pagi hari.

Begitu kembali, Erik mulai menyalahkannya, "Sena, kamu cukup pintar. Kamu tahu kalau Yuki alergi kacang, kamu menggiling kacang menjadi bubuk dan taburkan ke dalam buburnya... Apa kamu tahu kalau aku telat mengantarnya ke rumah sakit, Yuki pasti sudah meninggal!"

"Mbak Nur sudah mengakui kalau kamu yang memerintahkannya. Apa lagi yang ingin kamu katakan? Aku akan memberimu kesempatan, ayo katakan kenapa kamu melakukan ini?!"

Sena mengangkat kepalanya dan melirik Yuki dengan acuh tak acuh.

Wajah Yuki pucat, dia berbaring di ranjang dan berkata dengan lemah, "Sena, aku tidak percaya kamu akan menyakitiku. Kamu pasti punya alasan, 'kan?"

Sena tersenyum lembut, dia menatap langsung ke tatapan Yuki dan berkata dengan tenang, "Terima kasih atas kepercayaanmu, aku memang tidak menyakitimu. Aku juga tidak tahu kenapa Mbak Nur menuduhku... Bagaimana kalau melapor polisi dan meminta mereka untuk menyelidikinya. Kata-kataku tidak bisa dipercaya, tetapi hasil penyelidikan polisi harusnya bisa dipercaya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Mertuaku, Musuhku
8.3
Kehidupan Laras hancur setelah sang suami tiada, namun kasih sayang mertuanya menjadi pelipur lara. Di balik itu, Rizqan, kakak iparnya, menyimpan rasa yang lebih dari sekadar keluarga. Saat hujan menderu suatu malam, kebersamaan mereka di ruang tamu memicu percakapan intim yang tak terelakkan. Rizqan akhirnya mengakui perasaan terpendamnya, membuat Laras bimbang. Dalam sunyi, mereka menyerah pada ketertarikan terlarang yang menghapus duka lewat kehangatan rahasia.
Sampul Novel Cinta Diantara
8.9
Demi kehormatan keluarga, Aisyah terpaksa menikahi pria asing yang ternyata sudah memiliki putra bernama Haidar. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh, namun Aisyah justru menemukan sisi gelap sang suami yang tersembunyi rapat. Saat rahasia kelam dan bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap bertahan, menghadapi masa lalunya, atau memilih untuk hidup sendiri? Sebuah kisah penuh rahasia dan pilihan hati.
Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Sania memulai hari dengan terburu-buru saat Gevan, kakak kelas populer, menjemputnya di kos. Kedatangan mereka di SMA Brawijaya memicu kehebohan, membuat Sania merasa jadi pusat perhatian. Namun, suasana tenang di kelas XI IPS 2 terusik oleh Bara, murid baru pindahan yang dingin dan misterius. Pertemuan pertama mereka diawali ketegangan saat Bara membongkar kebohongan Sania di depan guru. Di antara pesona Gevan dan sikap sinis Bara, kehidupan sekolah Sania kini tak lagi sama.
Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak dalam dilema cinta segitiga rumit dengan teman kecilnya, Darayan Noah Tedja. Masalahnya, Noah justru mencintai Kanaya, sementara Kanaya sendiri telah lama ditaksir oleh sepupu Bella yang bernama Raquello. Ketidakpastian menyelimuti hubungan mereka karena sikap Noah dan Naya yang sulit jujur. Saat Bella mulai lelah berjuang dan menyerah pada perasaannya, siapakah yang akhirnya akan saling memiliki dalam romansa dewasa muda ini?
Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Tekanan ekonomi yang menghimpit meruntuhkan keutuhan rumah tangga yang telah dibina bertahun-tahun. Segalanya kian hancur saat sang istri mencari simpati pria lain melalui curahan hati di media sosial. Terjebak rayuan pria beristri, ia tak menyadari bahwa obsesi fisik sering kali berujung pada pengkhianatan. Di tengah konflik batin antara kenyamanan semu dan kesetiaan, hukum tabur tuai pun mulai bekerja nyata bagi mereka yang bermain api dalam pernikahan.
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimanakah perasaan dan tindakan yang harus aku ambil saat menghadapi kenyataan pahit bahwa istri yang sangat kucintai telah mengkhianati janji suci pernikahan kami? Kepercayaan yang telah lama kubangun kini hancur berkeping-keping setelah mengetahui dia berselingkuh di belakangku. Di tengah badai emosi dan rasa sakit yang mendalam, aku dipaksa untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan hubungan kami yang kini berada di ujung tanduk.