Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku

Ambil Kembali Hatiku

Kehidupan Sena hancur seketika ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir tepat di hari ulang tahunnya. Namun, kemalangan Sena tidak berhenti di situ. Di saat ia sangat membutuhkan dukungan, suaminya justru bersikap dingin. Sang suami tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena dan enggan menghadiri upacara pemakaman ibu mertunya, tetapi ia juga memilih pergi ke bandara demi menjemput wanita lain yang selama ini menjadi dambaan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ibunya meninggal pada hari ulang tahun Sena, tapi suaminya tidak merayakan ulang tahunnya dan tidak menghadiri pemakaman ibunya...

Dia pergi menjemput wanita idamannya di bandara.

Setelah meletakkan guci ibunya, Sena Marlim menerima panggilan telepon dari bibinya.

"Sena, ibumu telah meninggal, aku benaran khawatir kamu tinggal sendirian di sana. Bagaimana kalau kamu datang tinggal bersama bibi?"

Sena terdiam cukup lama, seolah telah membuat keputusan besar. Kemudian, dia menjawab dengan serius, "Baiklah."

"Benarkah? Aku senang sekali kamu mau datang!" Suara bibi di dalam telepon terdengar penuh kegembiraan, "Tapi, kudengar kamu sudah menikah, apakah suamimu bersedia tinggal di luar negeri bersamamu?"

Sena tersenyum ketika mendengar ini, "Jangan khawatir, kami akan segera bercerai."

Sebelum menutup telepon, tiba-tiba terdengar suara di luar pintu.

Erik Rosli pulang.

Sena melirik ke pintu, tapi dia tidak keluar untuk menyambut mereka seperti biasanya.

Pada saat ini, adiknya Erik, Iren Rosli masuk. Dia berkata dengan bangga, "Kakakku membawa Kak Yuki pulang. Kamu, si Tiruan, bakal segera diusir."

Sena mengerutkan kening, "... Tiruan?"

Ekspresi Iren menjadi semakin bangga, "Kamu akan mengerti setelah bertemu Kak Yuki."

Begitu dia selesai berbicara, Erik masuk bersama Yuki.

Sopir masuk mengikuti mereka sambil membawa banyak barang bawaan.

Yuki memegang buket besar bunga mawar di tangannya. Mawar merah itu begitu menyilaukan, hingga mata Sena berlinang tak terkendali.

Ternyata Erik masih sempat membelikannya mawar.

Selama lima tahun menikah, Erik tidak pernah memberinya bunga.

"Yuki baru saja pulang dan belum menemukan tempat tinggal, dia akan tinggal di rumah kita untuk sementara waktu." Erik bahkan tidak memandang Sena. Saat berbicara, matanya selalu tertuju pada Yuki, "Segera mengemas kamar tamu di sebelah kamarku, Yuki akan tinggal di sana."

Nada yang diucapkan Erik bukanlah nada negosiasi, melainkan nada perintah.

Seolah-olah mereka bukan suami istri dan Sena hanya seorang pelayan di keluarga ini. Ketika seseorang ingin tinggal di sini, tidak perlu meminta persetujuannya dan dia malah harus mengemas kamar tamu.

"Erik, aku bisa mengemas sendiri, tidak perlu merepotkan Sena." Yuki mengangkat kepalanya, akhirnya Sena melihat wajahnya.

Sena tercengang, seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak.

Pada saat ini, Sena akhirnya mengerti kata tiruan yang diucapkan Iren.

Yuki memiliki wajah yang mirip sama Sena.

Namun, Sena lebih cantik dan memiliki temperamen yang lembut, sedangkan Yuki memperlihatkan kesombongan seorang putri yang dimanjakan langit.

Ternyata begitu...

Sena tiba-tiba tersenyum, dia tersenyum sambil menyeka air mata dari sudut matanya. Ternyata begini, akhirnya dia mengerti.

Dia emang selalu kurang beruntung, Tuhan tidak pernah baik padanya. Bahkan ibu kandungnya pun meninggal pada hari ulang tahunnya.

Jadi dia tahu dirinya yang kurang beruntung itu, bagaimana bisa seberuntung itu? Baru sekali bertemu, langsung berhasil menikahi pangeran dari keluarga kaya...

Ternyata begitu...

Akhirnya semuanya masuk akal.

Ternyata dia hanya seorang pengganti.

"Kok malah menangis? Apa perlu? Kak Yuki hanya tinggal selama dua hari, apa pantas untuk menangis? Sena, kamu terlalu pelit, bukan?" cibir Iren.

Sena segera menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak ada hubungan dengan Nona Yuki..."

Namun, sebelum Sena sempat menyelesaikan kata-katanya, mata Yuki sudah berkaca-kaca, "Lupakan saja, lebih baik aku pergi saja, aku tidak ingin memengaruhi hubungan kalian."

Wajah Erik langsung dipenuhi kesuraman.

"Kamu tidak harus pergi." Erik menghentikan Yuki, lalu berkata dengan tegas, "Aku yang mengambil keputusan akhir dalam keluarga ini! Pak Usman, bawakan barang bawaan ini!"

Sopir itu mendongak, lalu melirik Sena dengan gelisah dan tidak bergerak.

Erik juga menoleh Sena.

"Apa kamu keberatan?" tanya Erik.

Bahkan ada sedikit nada mengancam dalam suaranya.

Sena terus menggelengkan kepalanya, dia tersenyum dengan mata berkaca-kaca, "Aku tidak keberatan, aku senang Nona Yuki bisa tinggal di sini."

Dia tentu tidak keberatan.

Seseorang yang akan segera pergi, bagaimana mungkin keberatan?

Dia bakal pergi dengan anggun dan tidak pernah kembali lagi selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Mertuaku, Musuhku
8.3
Kehidupan Laras hancur setelah sang suami tiada, namun kasih sayang mertuanya menjadi pelipur lara. Di balik itu, Rizqan, kakak iparnya, menyimpan rasa yang lebih dari sekadar keluarga. Saat hujan menderu suatu malam, kebersamaan mereka di ruang tamu memicu percakapan intim yang tak terelakkan. Rizqan akhirnya mengakui perasaan terpendamnya, membuat Laras bimbang. Dalam sunyi, mereka menyerah pada ketertarikan terlarang yang menghapus duka lewat kehangatan rahasia.
Sampul Novel Cinta Diantara
8.9
Demi kehormatan keluarga, Aisyah terpaksa menikahi pria asing yang ternyata sudah memiliki putra bernama Haidar. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh, namun Aisyah justru menemukan sisi gelap sang suami yang tersembunyi rapat. Saat rahasia kelam dan bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap bertahan, menghadapi masa lalunya, atau memilih untuk hidup sendiri? Sebuah kisah penuh rahasia dan pilihan hati.
Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Sania memulai hari dengan terburu-buru saat Gevan, kakak kelas populer, menjemputnya di kos. Kedatangan mereka di SMA Brawijaya memicu kehebohan, membuat Sania merasa jadi pusat perhatian. Namun, suasana tenang di kelas XI IPS 2 terusik oleh Bara, murid baru pindahan yang dingin dan misterius. Pertemuan pertama mereka diawali ketegangan saat Bara membongkar kebohongan Sania di depan guru. Di antara pesona Gevan dan sikap sinis Bara, kehidupan sekolah Sania kini tak lagi sama.
Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak dalam dilema cinta segitiga rumit dengan teman kecilnya, Darayan Noah Tedja. Masalahnya, Noah justru mencintai Kanaya, sementara Kanaya sendiri telah lama ditaksir oleh sepupu Bella yang bernama Raquello. Ketidakpastian menyelimuti hubungan mereka karena sikap Noah dan Naya yang sulit jujur. Saat Bella mulai lelah berjuang dan menyerah pada perasaannya, siapakah yang akhirnya akan saling memiliki dalam romansa dewasa muda ini?
Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Tekanan ekonomi yang menghimpit meruntuhkan keutuhan rumah tangga yang telah dibina bertahun-tahun. Segalanya kian hancur saat sang istri mencari simpati pria lain melalui curahan hati di media sosial. Terjebak rayuan pria beristri, ia tak menyadari bahwa obsesi fisik sering kali berujung pada pengkhianatan. Di tengah konflik batin antara kenyamanan semu dan kesetiaan, hukum tabur tuai pun mulai bekerja nyata bagi mereka yang bermain api dalam pernikahan.
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimanakah perasaan dan tindakan yang harus aku ambil saat menghadapi kenyataan pahit bahwa istri yang sangat kucintai telah mengkhianati janji suci pernikahan kami? Kepercayaan yang telah lama kubangun kini hancur berkeping-keping setelah mengetahui dia berselingkuh di belakangku. Di tengah badai emosi dan rasa sakit yang mendalam, aku dipaksa untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan hubungan kami yang kini berada di ujung tanduk.