
Aku Tak Membencimu
Bab 3
Seorang pelayan meletakkan dua minuman ke atas meja untuk dua pelanggannya. Setelah selesai pelayan itu pergi.
Seperti apa yang diminta Kieran pagi tadi. Ayyara akhirnya mengajak laki-laki itu bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat kerjanya setelah pekerjaannya selesai. Ayyara masih diam, menunggu Kieran yang membuka pembicaraan di antara mereka lebih dulu.
"Sekarang kamu bisa mengatakan apa yang ingin kamu bicarakan padaku."
Ayyara menatap Kieran sesaat, sedikit tidak nyaman saat laki-laki itu berbicara tidak formal padanya.
"Pak -"
"Panggil Kieran saja."
"Tapi, pak -"
"Kamu adalah calon istriku. Jadi jangan berbicara formal lagi jika bukan sedang di tempat kerja."
Ayyara tidak terima. Apa barusan Kieran telah menyebutnya sebagai calon istri? "Maaf pak, sepertinya saya tidak bisa menerima perjodohan ini."
"Mama dan papa sudah mengatakan jika kamu menerima perjodohan ini. Lalu kenapa kamu mengatakan tidak menerimanya sekarang?"
Ayyara menghela nafas berat. Tanggal pernikahan mereka memang sudah ditetapkan oleh Daria. Ayyara hanya bisa berharap jika hari ini dia bisa membuat Kieran paham, dan laki-laki itu akan menyetujui keputusannya nanti.
"Saya terpaksa. Jika saya tidak menerima perjodohan ini, orang tua anda akan menagih hutang ibu saya. Saya belum mempunyai uang yang cukup untuk membayarnya. Jika saya tidak bisa membayar dan tidak menerima perjodohan ini, rumah saya akan disita oleh om Raymond. Jadi saya tidak mempunyai cara lain, selain menerima perjodohan ini."
Kieran mengangguk paham. Dia tidak tahu jika orang tuanya memanfaatkan hutang keluarga Ayyara agar perempuan itu mau menikah dengannya. Raymond maupun Daria sama sekali tidak menjelaskan detail bagaimana bisa Ayyara menerima perjodohan ini. Yang Kieran tahu, orang tuanya tiba-tiba menjodohkannya dengan Ayyara karena Daria dan ibu Ayyara berteman sangat baik sejak dulu.
Berbeda dengan Ayyara, Kieran sama sekali tidak keberatan dengan perjodohan ini. Karena sejak pertama bertemu Ayyara sebagai karyawan baru di kantor cabangnya, Kieran sudah jatuh hati pada perempuan itu. Tapi Kieran tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya. Apalagi setelah dia mengetahui jika Ayyara ternyata sudah memiliki kekasih, Kieran memutuskan untuk menyimpan perasaannya sendiri.
Namun sepertinya takdir justru berpihak pada Kieran. Padahal orang tuanya juga tak tahu jika Kieran diam-diam telah menyukai Ayyara. Tapi secara mengejutkan mereka justru telah dijodohkan. Tentu saja ini adalah hal yang tak mungkin Kieran tolak. Kieran memanfaatkan perjodohan ini, agar perempuan yang sejak dulu dia cintai akhirnya menjadi miliknya.
"Saya memang tidak bisa menolak perjodohan ini. Tapi saya pikir, anda pasti bisa menolaknya."
"Maaf Ayyara, tapi aku juga tidak bisa menolaknya."
Mata Ayyara membulat tak percaya setelah mendengar pertanyaan laki-laki di sampingnya itu barusan. Ayyara sangat yakin, pasti yang dikatakan Kieran barusan tidak benar. "Anda adalah anak tunggal om Raymond dan Tante Daria, anak kesayangan mereka. Saya yakin apapun keputusan anda, orang tua anda pasti akan menerimanya. Mereka pasti tidak akan memaksa melanjutkan perjodohan ini."
Kieran mengangguk. Apa yang dikatakan Ayyara barusan memang benar. Daria sangat menyayanginya, apapun yang Kieran inginkan tidak pernah dibantah oleh kedua orang tuanya. Namun tetap saja dia tidak mungkin membatalkan perjodohan, karena dia sendiri juga menginginkan perjodohan itu terjadi.
"Maka dari itu, selama ini mama dan papa selalu mengabulkan apa yang aku minta. Mereka selalu melakukan apapun agar membuatku bahagia. Jadi, mungkin ini saatnya aku membalasnya. Aku harus bisa membahagiakan mereka, dengan cara menikah dengan perempuan pilihan mereka."
"Apa anda yakin, ingin membahagiakan kedua orang tua anda dengan cara menikahi perempuan yang tidak anda cintai?"
Kieran diam. Dia kembali meluruskan pandangan pada minuman di meja depannya. Tak mau menjawab pertanyaan Ayyara barusan.
"Pak, saya mohon. Jika anda ingin membahagiakan orang tua anda, apa anda harus membuat saya menderita? Tolong pikirkan saya juga. Saya tidak bisa menikah dengan pak Kieran, saya tidak mencintai anda!"
Mendengar ucapan Ayyara, hati Kieran seketika teriris perih. Dia tahu perempuan itu tidak mencintainya, tapi Kieran juga tak mau menyerah. Sebentar lagi dia akan bisa memiliki Ayyara, jika Kieran selalu mengalah maka dia akan kehilangan perempuan yang dicintainya itu.
"Aku bisa pastikan, kamu tidak akan menderita setelah menikah denganku."
Anda Mungkin Juga Suka





