Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu

Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu

Selama lebih dari dua puluh tahun, Talia Lewis hidup dalam limpahan kasih sayang Tristan Howard. Talia sangat meyakini bahwa hubungan mereka akan berujung pada pernikahan, membangun keluarga, dan menua bersama dalam kebahagiaan. Namun, semua harapan indah tentang masa depan itu seketika runtuh. Tristan tiba-tiba kembali ke rumah dengan membawa seorang gadis asing, lalu memperkenalkan perempuan tersebut kepada Talia sebagai kakak iparnya, mengubah segalanya dalam sekejap.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tristan Howard sudah memanjakan Talia Lewis selama lebih dari 20 tahun. Talia mengira mereka akan menikah, punya anak, dan hidup bahagia bersama seumur hidup.

Sampai suatu hari, Tristan membawa pulang seorang gadis dan memberi tahu Talia, “Tally, dia ini kakak iparmu.”

“Kak, karya fotografiku dapat medali emas internasional!”

Talia Lewis masuk ke kamar Tristan Howard dengan gembira. Berhubung terlalu bersemangat, dia langsung melemparkan diri ke dalam pelukan Tristan, seperti bagaimana dia bermanja-manja dengan Tristan semasa kecil. Namun, pada detik selanjutnya, sebuah tamparan malah mendarat di wajahnya.

Seusai menampar Talia, Helena Barus yang baru keluar dari kamar mandi dengan berhanduk langsung mendorongnya dengan kuat dan marah.

“Tally, aku ini pacar Tristan dan masih ada di sini. Tapi, kamu malah melemparkan diri ke pelukannya. Apa maksudmu? Memangnya kamu begitu nggak tahu malu dan bersikeras mau merayu kakakmu?”

Talia yang merasa wajahnya perih pun berlinang air mata, tetapi berusaha menahan air matanya. Benar juga, kenapa dia bisa lupa? Tristan sudah memiliki pacar dan akan segera menikah.

Sejak kecil, Talia sudah kehilangan orang tuanya. Setelahnya, Keluarga Howard berbaik hati menampungnya. Tristan juga sangat memanjakannya selama ini. Jadi, dia sudah terbiasa lengket pada Tristan.

Talia menatap Tristan dengan mata penuh kesedihan dan harapan. Bagaimanapun juga, Tristan tidak mungkin membiarkan dirinya ditindas, ‘kan?

Namun, Tristan hanya menunjukkan ekspresi dingin dan berkata dengan lebih dingin lagi, “Talia, kamu seharusnya tahu batasannya!”

Batasan? Talia pun menertawakan dirinya sendiri dan berseru, “Maaf, aku yang terlalu gegabah!”

Seusai berbicara, Talia langsung berbalik dan berlari keluar dari kamar. Sebelum menutup pintu, dia mendengar Helena berkata, “Tristan, tadi aku bukan sengaja. Aku terlalu mencintaimu, makanya baru merasa cemburu.”

Tristan hanya menjawab dengan dingin, “Nggak apa-apa. Sudah saatnya dia sadar diri.”

Apa memang sudah saatnya dia sadar diri? Talia kembali ke kamar dan menelepon seseorang.

“Pak Gary, aku sudah putuskan mau pergi mencarimu dan merintis karier di luar negeri.”

Di ujung telepon, Gary menjawab dengan kegirangan, “Kamu sudah seharusnya datang dari dulu! Dengan kemampuanmu, kamu pasti sudah jadi fotografer internasional yang terkenal kalau datang lebih cepat. Kapan kamu akan datang?”

Setelah berpikir sejenak, Talia menjawab, “Sekitar setengah bulan lagi deh.”

Talia memerlukan sedikit waktu untuk mengucapkan selamat tinggal pada segala sesuatu yang ada di sini.

Sebenarnya, Helena adalah sekretaris Tristan. Dulu, Tristan membawa beberapa CV ke hadapannya dan berkata, “Tally, coba bantu aku pilih satu.”

Talia merasa agak serbasalah. “Aku kurang ngerti. Sebaiknya kamu suruh saja karyawan SDM yang lebih profesional untuk memilihnya.”

Namun, Tristan malah berkata, “Sekretarisku mungkin akan sering ketemu sama kamu. Pilih saja yang kamu suka, biar kelak kamu juga merasa nyaman berinteraksi dengannya.”

Helena adalah orang yang dipilih Talia secara pribadi untuk menjadi sekretaris Tristan. Tak disangka, dia yang awalnya mengira itu hanyalah pemilihan sekretaris ternyata adalah pemilihan “kakak ipar”.

Keesokan harinya, Helena bersikap seperti masalah kemarin tidak pernah terjadi dan bersikeras menyeret Talia pergi mencoba gaun pengantin.

“Coba kamu bantu aku pilih, gimana gaun yang satu ini? Kakakmu benar-benar cuek. Nggak peduli aku coba yang mana, dia selalu bilang semuanya bagus. Dia sama sekali nggak bisa kasih pendapat.”

Talia menghela napas. “Itu gaun pengantinmu. Yang penting kamu merasa itu bagus.”

Helena memanyunkan bibirnya dan berkata dengan nada manja, “Tally, kamu tahu latar belakang keluargaku kurang bagus. Aku takut kalau seleraku kurang tinggi, kakakmu akan malu. Kamu kan beda. Kamu itu seorang fotografer terkenal! Seleramu pasti bagus banget!”

“Aku cuma bisa ambil foto dan nilai komposisi foto. Aku nggak pandai pilih gaun pengantin.”

Helena merasa agak sedih dan berkata dengan nada mengeluh, “Tally, kamu masih nggak bisa terima aku? Kemarin, aku yang bertindak terlalu gegabah. Aku minta maaf. Kamu jangan marah, ya?”

Talia membuka mulutnya dan hendak menjelaskan. Namun, dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Dia bukannya tidak menerima Helena, juga tidak terlalu marah. Dia hanya tidak mengerti kenapa Tristan yang begitu memanjakannya dari dulu bisa tiba-tiba jatuh cinta pada orang lain.

Helena melirik Tristan yang ada di samping dan berkata dengan pengertian, “Tristan, kalau nggak, pernikahan kita diundur saja dulu. Habis amarah Tally reda, kita baru diskusikan lagi.”

Tristan mengerutkan kening. “Mana mungkin pernikahan kita diundur hanya karena dia nggak senang?”

Helena menjawab dengan tampang kasihan, “Tapi, dia itu adikmu. Aku mau dapat restu darinya.”

Tristan berpikir sejenak, lalu menoleh ke arah Talia dan berkata dengan nada yang agak dingin, “Talia, kamu pengertian dikit! Jangan buat kakak iparmu nggak senang!”

Talia menoleh. “Aku nggak ngapa-ngapain.”

Saat melihat tatapan Tristan yang penuh tuduhan, Talia sontak berlinang air mata. Ketika Tristan masih memanjakannya dulu, Tristan hampir selalu lengket dengannya. Saat ada orang lain di tempat, dia selalu menjaga sedikit jarak dengan Tristan, tetapi Tristan selalu menariknya kembali ke sisinya.

Saat Talia pergi ke desa untuk mengambil gambar, Tristan mengikutinya. Ketika dia pergi mengambil foto migrasi hewan di luar negeri, Tristan juga mengikutinya.

Tristan sendiri yang mengatakan bahwa tidak peduli di mana dan kapan pun itu, dia akan selalu berdiri di belakang Talia. Selama Talia menoleh, Talia pasti akan bisa melihatnya.

Talia menghela napas dalam-dalam, lalu berkata secara perlahan, “Maaf, aku yang nggak tahu batasannya dan buat Kak Helena salah paham. Kelak, aku akan lebih perhatikan tindakan dan kata-kataku. Aku nggak akan mengulanginya lagi.”

Tristan mengangguk pelan. “Baguslah kalau kamu sadari kesalahanmu.”

Talia mengiakannya, lalu berujar, “Kalian lanjut pilih gaun pengantin saja. Aku merasa kurang enak badan, aku pulang dulu.”

Begitu berjalan keluar dari butik gaun pengantin, air mata Talia langsung mengalir. Dia menyeka air matanya dengan asal, lalu mengeluarkan ponselnya dan memesan tiket pesawat. Setengah bulan lagi, dia akan naik ke pesawat dan meninggalkan tempat ini, juga meninggalkan Tristan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle menyimpan dendam membara pada Lawrence Brickman yang kabur setelah menggelapkan dana proyek besar mereka. Saat Chantal Brickman, putri Lawrence yang cantik, datang ke rumah ayahnya di Malibu, Jordan langsung menjadikannya target pelampiasan. Pria arogan ini memaksa Chantal mematuhi segala hasrat gilanya sebagai bentuk penebusan utang sang ayah. Terjebak dalam cengkeraman Jordan, Chantal tak punya pilihan selain menuruti semua kemauan pria itu.
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
8.8
Murka karena anak dari wanita dambatannya pingsan akibat dehidrasi, seorang ayah tega menghukum putri kandungnya sendiri. Gadis itu diikat dan disekap di dalam bagasi mobil yang terparkir di garasi. Meski memohon ampun, sang ayah memberi perintah dingin agar tidak ada yang melepaskannya. Jeritannya tak pernah terdengar siapa pun. Saat sang ayah kembali setelah tujuh hari untuk membebaskannya, dia tidak menyadari bahwa putrinya telah tewas dalam kesunyian.
Sampul Novel Keluarga Benalu Ingin Kaya Mendadak
8.0
Izzah menyadari sepenuhnya bahwa keluarga sang suami hanyalah sekumpulan benalu yang berambisi menguasai seluruh kekayaan pribadinya. Namun, mereka salah besar jika menganggap Izzah adalah sosok wanita lemah yang mudah ditipu. Izzah tidak akan membiarkan asetnya dirampas begitu saja. Dengan kecerdasan dan ketegasan yang ia miliki, ia siap mempertahankan haknya serta menghadapi setiap intrik licik yang dirancang oleh keluarga mertuanya tersebut.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Pasca tewas tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel MINE
8.9
MINE
Hidup Ana berubah drastis setelah berselisih dengan pengusaha dingin yang menjadi pembicara di kampusnya. Meski kesal, Ana terpaksa terus berurusan dengan pria menyebalkan itu. Tanpa disadari, sosok tersebut adalah pria yang selama ini ia nantikan kehadirannya. Perubahan sifat sang pria membuat Ana bimbang antara benci dan puja. Di tengah perasaan yang berkecamuk, hubungan mereka justru dihantam berbagai teror berbahaya. Mampukah mereka bertahan menghadapi ujian?
Sampul Novel Saya Menjadi Istri Kontraknya, Tapi Dia Ingin Selamanya
8.0
Demi melunasi biaya medis sang nenek, Gianna terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Tristan, pria misterius dari masa lalunya. Gianna mengira hubungan ini murni bisnis dan akan berakhir sesuai kesepakatan. Padahal, Tristan telah memendam cinta padanya selama sepuluh tahun. Saat Gianna bersiap pergi karena merasa hanya sebagai pengganti, Tristan justru menahannya. Ia menegaskan bahwa Gianna adalah satu-satunya wanita yang ia inginkan selamanya.