Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!

Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!

Anisa Rahmawati awalnya mencintai Arman Hermansyah, seorang duda yang baru saja ia nikahi. Namun, kebahagiaan itu hancur di hari keempat saat ia memergoki Arman berselingkuh. Ternyata, hubungan gelap itu sudah terjalin lama sebelum mereka menikah. Anisa sangat terpukul menyadari kenyataan pahit bahwa dirinya hanya dimanfaatkan. Arman menikahinya bukan karena cinta, melainkan hanya demi mendapatkan sosok pelayan gratisan di dalam rumah tangganya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Heh budek ya? denger gak gara-gara kamu Nayla nangis terus nih," katanya lagi dengan nada ketus terdengar pula tangisan lirih Kayla.

Rupanya wanita itu yang sedang berbicara denganku saat ini, ya memang karena kecerobohanku Kayla menangis seperti saat ini.

"Iya maaf, sekarang dimana Kayla?" tanyaku.

"Di rumah, cepat pulang gue sama mas Arman sibuk!" jawabanya kemudian mematikan ponselnya begitu saja.

Kutarik nafas panjang, ingin sekali berkata kasar padanya. Namun aku pun sadar ini juga adalah kesalahanku, saat ini aku hanya harus cepat-cepat sampai dirumah.

"Mama Nisa ......," ucap Kayla saat melihatku sembari berlari ke arahku dan memelukku.

"Iya sayang.... maafin Mama Nisa ya," kataku sambil menenangkannya.

"Kamu tuh dari mana saja sih? jemput Kayla saja tidak beres!" bentak mas Arman saking emosinya wajah mas Arman memerah terdengar pula gemeretakan giginya.

"Maaf Mas aku kecapean kerjain pekerjaan rumah, jadinya lupa jemput Kayla," jawabku dengan wajah menunduk, sadar akan kecerobohanku.

"Hah..... alasan saja," ucapnya setengah berteriak.

"Makanya jangan males! dimarah kan," lontar wanita berpakaian seksi itu.

"Nita ayo kita pergi dari sini, sungguh aku muak melihat wajahnya yang sok lugu itu!" ajak mas Arman pada wanita yang tengah mengejekku dengan senyuman mengejekku, jadi nama wanita itu Nita aku lupa namanya.

Mobil hitam mengkilap mas Arman pun hilang dari pandangan mata ini, dadaku bergemuruh mengingat setiap kata-kata yang ia keluarkan tadi kutahan air mata yang siap meluncur bebas ini, aku tak ingin terlihat lemah apalagi di hadapan anak sambungku.

Kayla nampaknya sudah tenang dalam pelukanku, ya memang sedari tadi ia memelukku dengan erat. Suara tangis yang tadinya lirih pun sudah tak terdengar lagi, kutatap wajahnya yang ayu matanya menyiratkan kesedihan yang dalam, entah apa yang sudah dihadapinya saat aku lupa menjemputnya.

"Kayla..... sayang maafin Mama ya Nak," kataku dengan lembut dibalas dengan anggukan kepalanya saja.

"Mama janji nggak akan telat jemput lagi," kataku lagi.

"janji ya Ma, Kayla takut sendirian," balasnya sambil mengangkat jari kelingkingnya dan kami pun saling mengaitkan jari kelingking sambil tersenyum.

Saat bersama Kayla hatiku terasa hangat, mungkin karena kasih sayangnya sebagai anak yang membuatku nyaman. Namun saat bersama mas Arman duniaku bagai di neraka penuh dengan penderitaan dan air mata.

**

Ting!... sebuah pesan dari mas Arman

[hari ini aku tidak pulang dan nginap di hotel, jadi tidak usah tunggu saya pulang] ketiknya dalam pesan singkat itu.

Huft apakah dia menginap dengan Nita wanita idamannya itu? entahlah lebih baik sekarang aku tidur badanku juga terasa lelah.

"Ma....," baru saja aku mengunci pintu depan Kayla sudah memanggilku.

"Papa mana Ma? kok pintunya sudah dikunci?" tanya gadis kecil itu.

"Papa tidak pulang malam ini banyak pekerjaan di kantor jadi harus gak bisa pulang," jawabku dengan sedikit berbohong agar Kayla tidak sedih.

"Ya.... Papa pasti capek ya Ma, padahal Kayla pengen ditemenin bobo," ujar Kayla wajahnya terlihat murung mungkin kecewa.

"Gimana kalau Mama Nisa yang nemenin Kayla bobo," tawarku padanya barangkali kekecewaannya bisa hilang bila ku temani.

"Mau banget dong," balasnya dengan senyum manisnya.

Kayla pun menggandeng tanganku menuju kamarnya yang serba pink, dihiasi boneka-boneka lucu tentunya.

"Mama Nisa sini ayok duduk disini!" ajak Kayla yang sudah duduk di tepi ranjang, aku tersenyum dan menghampirinya.

"Mama Nisa masih sedih ya karena Papa marah-marah tadi siang?" tanya Kayla dengan wajah lugunya.

"Nggak kok, memangnya Kayla lihat Mama nangis nggak kan,"

"Dulu waktu Mama Kayla masih hidup, sering nangis karena Papa dan Tante jahat itu," pinta Kayla jadi mas Arman dan Nita sudah menjalani hubungan sejak Ibu Kayla masih hidup? sungguh teganya mas Arman berbuat itu.

"Jadi dulu Mama Kayla sering nangis karena Papa?" tanyaku pada Kayla.

"Iya, makanya Kayla gak mau kalau Papa nikah sama Tante jahat itu, Mama Kayla bilang Papa gak boleh sampai nikah sama Tante itu habis Mama bilang begitu tiba-tiba Mama tidur gak bangun-bangun lagi, hiks....hiks ...hiks ....." jelas Kayla disertai tangisan mungkin saat ini ia begitu merindukan sosok ibu kandungnya.

Aku terdiam mendengar penuturan Kayla, melihat air matanya membuat hatiku teriris sungguh teganya mas Arman menyakiti dua hati yang sangat berharga di kehidupannya bahkan tidak ada tanda-tanda kesedihan setelah kehilangan istrinya sendiri.

Kubawa Kayla dalam dekapanku, menghiburnya dengan elusan lembut di kepala dan rambut indahnya mungkin dengan ini kerinduannya pada sang ibu dapat terobati.

Setelah tenang kuberi dia air minum yang memang selalu disiapkan di meja belajarnya, dan kutidurkannya dengan lantunan sholawat agar hatinya tenang.

Kayla sudah tertidur pulas kulirik jam di handphoneku ternyata sudah menunjukkan pukul 22.00 astaghfirullah aku belum sholat isya, ku tarik panjang nafasku dan pergi mengambil wudhu untuk menunaikan sholat isya.

**

Setelah selesai menyiapkan semua kebutuhan anak sambungku dan mengantarnya ke sekolah aku bersantai ria di kamar, Karena keadaan rumah masih bersih sebab kemarin semua sudah kubereskan jadi hari ini aku tak perlu mengerjakan semuanya pekerjaan seperti kemarin.

Ting! sebuah pesan dari aplikasi wa yang kupunya kulihat siapa yang mengirimkan pesan tersebut dan ternyata Ibuku, ah aku sangat merindukannya.

[Nisa apa kabar Nak? Besok ibu dan ayah akan berangkat ke Jakarta, ingin menengokmu dan suamimu] kata Ibu dalam pesan teks itu.

"Pasti Pakde dan Bude yang memberitahumu kalau aku nekat nikah," gumam ku.

[Nisa baik-baik saja Bu, bagaimana keadaan ayah dan ibu?] balasku.

[Semua baik-baik saja pembukaan pabrik di cabang Papua pun sukses sayang, oh ya kenapa kamu tak memberitahu kami jika kamu sudah menikah?]

Ya ampun harus kujawab apa pertanyaan ibu yang satu ini, tidak mungkin kan aku bilang kalau ngebet nikah hehe.

[Maaf Bu, mas Arman yang ingin pernikahan ini cepat-cepat dilangsungkan dan Nisa sudah sangat mencintainya Bu, maaf Nisa gak dengerin nasehat ibu jadi Nisa nekat nikah di rumah pakde]

Memang saat itu mas Arman yang menginginkan pernikahan kami cepat-cepat dilangsungkan supaya cepat sah katanya ibu sempat melarang ku agar tak buru-buru mengambil keputusan. Namun karena hati dan mataku telah dibutakan dengan cinta palsu mas Arman aku menyetujui rencananya, menikah diam-diam tanpa diketahui Ayah dan Ibu.

[Maafkan ibu dan ayah karena melarangmu saat itu, kami hanya ingin kenal lebih dalam pada calon menantu kami sebelum menjadikannya suami untuk putri semata wayang kami]

Maafkan aku Ibu, feeling kalian memang benar akulah yang menyebabkan kesengsaraan dalam hidupku sendiri. Andai saat itu aku mau mengerti dan menurut pada kalian berdua aku tak mengalami semua ini.

[Apa kamu bahagia Nisa menikah dengan pria pilihanmu itu? apakah dia memperlakukanmu dengan lembut Nak? jujurlah jika kamu tidak bahagia]

Deg.... kenapa pesan dari ibu seperti ini? apakah sebenarnya ibu tahu bila aku disini menderita? bagaimana aku menjawabnya?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MEG" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MEG
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Absurd Boyfriend With Kianna
8.5
Kianna Augustephie yang pendiam diam-diam mengagumi Giorgio Fernandes, idola sekolah yang tampan. Ia bahkan menjadikan Gior inspirasi utama dalam novel romansa tulisannya. Tak disangka, sang primadona justru mendekatinya dengan serangkaian aksi konyol dan rayuan gombal yang tak terduga. Perubahan sikap Gior yang absurd ini membuat Kianna bingung sekaligus makin terpikat. Benarkah imajinasi cinta dalam bukunya akan segera menjadi kenyataan di dunia nyata?
Sampul Novel BAHAGIA SETELAH DUKA
8.3
Hubungan asmara Gabriel dan Nadya terhalang tembok besar restu keluarga akibat perbedaan keyakinan. Demi meminang Nadya yang merupakan penganut agama yang taat, Gabriel rela berpindah keyakinan dan berkomitmen menjadi imam yang baik. Namun, pengorbanan besar tersebut harus dibayar mahal. Keputusannya membuat Gabriel kehilangan haknya sebagai ahli waris Indofarma Grup dan namanya pun resmi dicoret dari daftar keluarga besarnya.
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Menikah demi menyelamatkan bisnis keluarga, Averie memberikan segalanya untuk Brayden meski sang suami mencintai wanita lain. Saat Brayden meraih puncak kejayaan di Grup Fowler, Averie justru kehilangan bayinya dan nyaris tewas di lautan. Trauma mendalam membuatnya menuntut cerai demi memulai lembaran baru. Namun, Brayden yang kini didera penyesalan justru menolak melepaskannya. Ia bersikeras bahwa takdir telah mengikat mereka untuk tetap bersama selamanya.
Sampul Novel HILDA PERAWAN TUA
7.9
Hilda mencapai puncak karier berkat kecerdasannya, namun kehidupan asmaranya justru hancur akibat campur tangan sang ibu. Sifat materialistis ibunya yang terlalu pemilih membuat Hilda dijuluki perawan tua. Tak hanya soal jodoh, Hilda harus menghadapi sikap pilih kasih ibunya yang selalu mengutamakan sang adik dengan alasan penyakit jantung bawaan. Di tengah perlakuan tidak adil dan badai konflik keluarga yang nyaris menghancurkan hidupnya, mampukah Hilda menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Janjinya, Kehancurannya
8.6
Malam puncak karier arsitekturku berubah menjadi kehancuran saat tunanganku, Baskara, memberikan hasil karyaku kepada cinta pertamanya. Aku dipaksa menjadi mentor wanita itu hingga mengalami kekerasan fisik yang berujung pada pemecatanku. Bahkan saat aku hamil anaknya, Baskara tega mencelakaiku di rumah sakit dan meninggalkanku berdarah. Muak dengan pengkhianatannya, aku memilih pergi jauh, mengganti identitas, dan menghilang bersama bayiku selama lima tahun.