Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)

Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)

Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kosong.....

Wanita bidadarinya telah lenyap!

Bastian melihat ke kanan dan ke kiri, tidak nampak bayangan si wanita.

Jika bukan karena ciuman membara yang dirasakannya dan berbagai jejak kehadirannya bisa-bisa Bastian mengira wanita itu tidak nyata.

Terdengar langkah kaki yang membuyarkan lamunan Bastian.

"Beb? Chico baik-baik saja kan?" Pertanyaan Miranda terlontar dengan takut-takut.

Bastian lupa tujuannya tadi ke ruang perlengkapan itu untuk mencari Chico, kucing jenis Ashera, yang dititipkan Miranda padanya.

"Chicomu paling suka menghilang, kemaren mereka menemukannya di ruang perlengkapan dua lantai di bawah Penthouse-ku."

"Kok bisa?"

"Tanya Chicomu!" jengkel, Bastian menjawab seenaknya, pikirannya sedang didominasi oleh wajah jelita seorang wanita.

Jadi, Bastian menelepon salah seorang pengawalnya dan menyuruh mereka mencari Chico.

"Bebbb....Chico itu keturunan jenis Ashera, harganya satu miliar, kalau dia beranak bisa jadi berapa coba?"

Miranda mulai merajuk, Bastian makin muak.

"Aydan sedang mencarinya, ini yang terakhir, jangan pernah lagi menitipkannya padaku, banyak pet shop yang menerima jasa penitipan!"

"Chico bener-bener kucing Ashera, kucing mahal bagaimana kalau mereka tidak menjaganya dengan benar, Beb."

"Kalau begitu jangan bepergian! Sekarang pulanglah!"

Bastian berdiri sambil memegang daun pintu, lalu menutupnya di belakang tubuh Miranda.

Dia tahu ini hanya akal-akalan Miranda untuk kembali dekat padanya.

Miranda menolak untuk bercerai!

Bastian kembali menelepon Aydan.

"Prioritas utama cari wanita yang memakai kemejaku, dia pergi tanpa uang sepeserpun, mungkin dia belum jauh, langsung kabari aku."

Bastian menunggu dengan tegang, dia tahu wanita itu tidak bawa dompet dan HP-nya mati, apalagi sudah malam, bagaimana dia bisa pulang??

Dia baru mengenal si wanita kurang dari 5 jam, akan tetapi wanita itu telah berhasil menarik perhatiannya lebih daripada wanita manapun yang pernah bersamanya, wanita itu mendominasi pikirannya.

Hanya dengan bibirnya saja dia bisa membawa gairah Bastian naik ke level paling top, bayangan mereka bercinta berhasil membuat 'tubuh'nya mengeras.

"Shittt."

Bastian mengumpat lirih lalu menelepon Sarah, manajer yang dia percayai mengelola kompleks apartemennya ini.

"Sarah, aku butuh rekaman cctv mulai dari pintu masuk hingga rekaman seluruh kejadian di lantai 28, suruh orangmu yang mahir bawa ke sini."

"Baik, Mr Navarell."

Tak lama berselang datanglah orang utusan Sarah, seorang pemuda culun berkacamata dengan dua laptop di tangannya.

"Masuk, kita ke ruang kerja."

Bastian menuju ruang kerja diikuti si culun.

"Kita mulai dengan ruang perlengkapan dua lantai dibawah penthouse."

Tanpa kata kata jadi si culun langsung bekerja.

Tampak ruang perlengkapan yang tertutup.

"Dalam ruang perlengkapan tidak ada kamera, ini kamera sorot terdekat di hall," jelas si culun dalam bahasa super singkat.

"Putar rekaman kejadian kira-kira 5 jam yang lalu."

Dalam sekejap di layar nampak dua orang pria yang berjalan sambil menoleh ke sana ke mari, lalu mereka melirik ke arah ruang perlengkapan dan salah seorang tertawa sambil menyodok perut temannya, sepertinya mereka membahas tentang kemesraan pasangan yang mereka lihat.

"Kau lihat mereka berdua ini, sekarang bergeraklah mundur dan cari info yang lengkap mulai dari awal, ingat yang lengkap!"

Selama si culun bekerja Bastian duduk di sofa tunggal yang ada di ruang kerjanya.

Bastian menutup matanya lalu muncullah bayangan wanita bidadarinya.

Tubuh lembut dalam pelukannya, dada penuh yang terhimpit diantara mereka, harum segar menguar dari tubuhnya, dan bibir ranum memabukkan itu..

Bastian langsung membuka matanya dan berdiri lalu berjalan mondar mandir di sekitarnya.

"Selesai, Mr Navarell."

Bastian berdiri di samping si culun.

"Ini sudah semua yang bisa kita dapatkan?"

Bastian tidak puas, tapi kalau mereka hanya undangan bukan penyewa ya memang tidak ada data.

"Tinggalkan disini, kau bisa kembali ke ruanganmu."

"Kalau tidak ada lagi yang dibutuhkan saya ijin pulang."

"Pulanglah."

Kembali Bastian memutar rekaman itu.

Dia melihat wanita itu yang berlari lalu masuk ke balik pintu perlengkapan.

Akan tetapi saat Bastian mundur pun tidak terlalu jelas terlihat dari arah mana si wanita itu muncul.

Bastian menyerah.

**

Tujuh hari telah berlalu, Bastian melakukan kegiatannya yang super padat seperti biasa hingga siang ini.

Dia harus menghadiri pelelangan terbatas, hanya yang terundang yang boleh hadir, dan bisa dipastikan itu hanya orang-orang kaya.

"Sam, pergilah wakili aku ke acara pelelangan ini, aku malas pergi."

Samuel, sahabat sekaligus wakilnya mengangkat sebelah keningnya.

"Sudah satu minggu ini kau berubah, aku bertahan untuk tidak bertanya, sebenarnya ada apa Bos? Apa yang terjadi?"

Bastian memandang Samuel lalu mengalihkan pandangannya ke cakrawala yang bersinar cerah, tidak seperti hatinya.

Tiap malam Bastian memutar ulang rekaman yang ditinggalkan si culun akan tetapi dia tetap tidak menemukan apa yang diinginkannya, tidak ada informasi yang dia dapat.

Dia memikirkan wanita itu lebih sering dari yang seharusnya, dia mulai merindu dan itu membuatnya gusar!

"Oke, aku tahu kapan harus diam. Aku akan pergi mewakili Mr Bastian Navarell, satu dari sepuluh Miliarder paling kaya di negri ini, aku akan menawar apa saja yang mereka lelang."

"Tugasmu hanya memastikan dunia tahu keuanganku baik baik saja, agar saham perusahaan tetap terjaga, pergilah!"

"Aku akan bersenang-senang."

Lalu Samuel pun lenyap.

Dua jam kemudian saat Bastian masih berkutat dengan dokumen, masuk pesan dari Samuel.

Bastian membaca caption di bawah foto :

Aku telah melaksanakan tugas!

Bastian tersenyum sambil memandang foto yang Samuel kirim dengan latar belakang keramaian acara pelelangan.

Seketika senyum Bastian lenyap!

Sambil berdiri dan keluar dari kantornya, Bastian membalas pesan Samuel.

"AKU KE SANA SEKARANG!"

Sampai di acara pelelangan yang sudah selesai, Bastian langsung berkeliling, banyak orang yang memberi salam dan ingin mengajak bicara tapi Bastian tolak dengan halus karena dia masih belum menemukan yang dia cari.

Akhirnya Bastian bertemu Samuel.

"Ok Bos, rasa penasaranku sampai di ubun-ubun, tadi kau menolak datang begitu aku kirim foto seketika kau terbang ke sini, ayo kita bahas di cafe seberang."

"Nanti," tolak Bastian.

Lalu Bastian mengeluarkan ponselnya, menghubungi panitia penyelenggara yang sudah dikenalnya.

"Aku minta daftar tamu, kirim ke emailku."

"..."

"Thank you."

Setelah menutup telepon barulah Bastian menatap sahabatnya.

"Kau tetap tinggal saja, aku lihat banyak wanita cantik, pikat mereka."

Terdengar tawa Samuel membahana.

"Aku takjub kau masih sadar ada banyak wanita cantik, Bos."

"Aku punya mata, Sam."

"Tapi pikiranmu berjuta-juta kilometer dari sini, Bast. Ragamu saja di sini."

"Analisa yang salah."

"Ok, buktikan aku salah. Berkenalanlah dengan salah seorang dari mereka."

Mendengar tantangan Samuel, Bastian melihat sekeliling, lalu menggeleng.

"Tidak tertarik."

"Bingo! Itu kata kuncinya, tidak ada pria yang tidak tertarik wanita cantik, jadi what happened, Bos?"

Bastian hanya menatap Samuel.

"Satu kata, Bast!"

"Bidadari penyihir."

Samuel langsung bersiul.

"Itu dua kata, tapi tidak apa-apa...aku jadi yakin Bosku masih pria tulen."

"Lanjutkan acaramu, bersenang-senanglah, aku pulang."

Segera Bastian pulang diiringi pandangan memuja para wanita cantik yang sengaja hadir di pelelangan terbatas, karena mereka tahu para pria berkantong tebal berkumpul, dan salah satu bujangan paling diincar baru saja melintas di depan mereka.

Bastian berjalan cepat tak menghiraukan sekeliling, Bastian masuk mobil dan menyuruh sopirnya berangkat.

Masih di area basemen mendadak sopirnya mengerem hingga terdengar suara benturan halus dari depan dan belakang mobil.

"Kenapa, Don?"

"Maaf Pak, ada anak kecil lari menyeberang, nyaris aja."

"Selesaikan dengan orang tuanya, aku akan suruh Samuel selesaikan dengan mobil belakang, tidak usah ribut-ribut karena tidak ada yang salah juga tidak ada yang benar!" Perintah Bastian sambil menelepon Samuel sambil memberitahukan posisinya.

"Baik, Pak."

Tak lama Donny, si sopir telah kembali dan melaporkan hasilnya.

Samuel pun menghampiri Bastian.

"Wanita itu memaksa untuk memberi ganti rugi, aku menolak sesuai instruksimu! Kan dia tidak salah, tapi alasan lainnya adalah karena... dia sangat jelita."

Bastian mengangguk sambil menggumam, "dasar playboy permanen!"

"Sumpah yang ini cantiknya beda, body yahud, wajah lembut dengan bibir paling seksi, mungkin turunan bidadari."

Seketika Bastian terhenyak, dadanya berdesir, dia teringat foto yang Samuel kirim, wanita itu juga ada di sini, itulah alasannya mengapa dia bergegas datang walau akhirnya tak menemukan wanita penyihirnya.

"Apa maksudmu?"

"Sumpah Bos! Wanita itu cuantikkk, kayak bidadari, attitude-nya juga top, paket lengkap."

Bastian langsung membuka pintu mobil dan keluar menuju mobil belakang.

Bastian melongok di pintu mobil, begitu melihat wanita di balik kemudi, Bastian menarik nafas panjang.

Finally....

Dia telah menemukan bidadari penyihirnya.

"Kau baik-baik saja?"

Wanita dibalik kemudi itu menatap Bastian dengan bola mata membesar...

Terkejut!

Lalu wanita itu mengangguk perlahan.

Terdengar klakson dari mobil lain yang terhalang.

Bastian memutar otak, dia tidak akan kehilangan jejak untuk yang kedua kalinya.

"Berikan ID Cardmu."

"Untuk?"

"Kau menabrak mobilku, datanglah ke kantor untuk mengambil ID Cardmu, kita bahas disana."

Bastian merasa menjadi orang brengsek akan tetapi hanya itu satu-satunya cara.

Bastian memberi kartu namanya dan mengambil ID Card wanita penyihirnya.

Bastian kembali ke mobil akan tetapi dia ragu-ragu untuk naik, dia merasa cemas jika wanita itu kembali menghilang, tapi tidak mungkin dia mengabaikan ID Cardnya bukan?

"Datanglah segera, aku tunggu!"

Akhirnya Bastian pun berlalu, kembali ke kantornya.

Di kantor Bastian menunggu tapi sampai sore tidak ada tanda-tanda wanita itu muncul.

Bastian memaki dirinya yang tidak bisa konsentrasi seharian hanya karena seorang wanita.

Lamunannya disela ketukan di pintu.

Siapa?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JPY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JPY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Rahasia Berakhir Api Dendam
8.3
Hidupku hancur setelah menyadari bahwa Raja, CEO yang kucintai, hanya memanfaatkanku sebagai pion balas dendam. Pria dingin itu menjebakku ke penjara, merekam momen intim kami, dan membiarkan kekasihnya merusak warisan ayahku. Setelah menderita siksaan kejam di balik jeruji besi atas perintahnya, aku kini telah bebas. Aku kembali ke hadapannya bukan untuk mengemis cinta, melainkan membawa amarah membara demi menghancurkan hidup sang iblis yang telah memusnahkan segalanya.
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
8.9
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica menemukan kebahagiaan baru saat Simon, seorang miliarder terpandang, menikahinya. Lima tahun berlalu dalam limpahan kasih sayang, hingga Monica tidak sengaja mengungkap kebenaran pahit. Simon rupanya hanya memanfaatkan pernikahan mereka demi melindungi Cita, wanita yang dicintainya secara rahasia. Menyadari seluruh hidupnya hanyalah kepura-puraan, Monica memutuskan untuk merencanakan kematian palsunya sendiri melalui sebuah insiden tenggelam agar bisa menghilang selamanya.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel Ketika Karma Berbicara
8.5
Setelah delapan tahun menempuh pendidikan di Jerman, kepulanganku untuk memimpin Cakra Group justru disambut kekacauan. Di lobi perusahaan keluarga, seorang wanita tiba-tiba menyerangku secara fisik dan menuduhku menggoda kekasihnya, Bakti Rahadi, yang kini menjabat sebagai direktur di sana. Tak hanya mempermalukanku di depan umum, ia bahkan merusak tas edisi terbatas serta segel berharga dari ayahku, sambil meremehkan barang-barangku sebagai barang palsu. Mereka tidak menyadari bahwa ganti rugi atas seluruh barang asli milikku itu tak akan pernah sanggup mereka bayar seumur hidup.