Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Bukan Boneka

Aku Bukan Boneka

Dituduh berselingkuh oleh ibunya sendiri, protagonis novel modern Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, sang ibu justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Dengan kejam, ibunya merusak lukisan berharga miliaran dan mempermalukannya di depan publik demi memaksanya bercerai. Di balik topeng nasihat baik itu, terungkap rencana busuk untuk menjodohkannya dengan duda paruh baya demi keuntungan sepihak.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ibu kandungku mengatakan bahwa suamiku berselingkuh dan memintaku untuk bercerai secepatnya. Aku hanya ingin memverifikasinya terlebih dahulu baru menangani masalah ini. Jika memang benar, aku ingin melindungi hak-ku. Namun, dia langsung membuat keributan di pameran seni yang membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelenggarakannya. Dia mengataiku sebagai wanita matre di depan umum. "Kamu menggunakan uang pria itu untuk menyelenggarakan pameran, apa bedanya dirimu dengan seorang pelacur? Apa aku membesarkanmu untuk menjadi wanita matre? Kenapa kamu begitu menjijikkan?" Dia mengamuk, menghancurkan lukisanku yang bernilai puluhan miliaran dengan pisau, tetapi dia terus mengatakan itu demi kebaikanku, berharap aku menjadi mandiri dan kembali ke jalan yang benar. Aku memegang tanganku yang tergores dan berdarah sambil berkata kata demi kata, "Yang kamu sebut kembali ke jalan yang benar itu berarti aku harus bercerai dengan suamiku, lalu menikah dengan duda berusia 45 tahun yang memiliki seorang anak, berpenghasilan 5,6 juta sebulan, dan masih ingin aku yang memberinya mahar?"

Reaksi pertamaku ketika ibuku memberi tahu bahwa Justin berselingkuh adalah dia telah ditipu orang.

Aku lebih memilih percaya ada hantu di dunia ini daripada percaya Justin telah berselingkuh.

Bukan karena aku bucin, tetapi aku tahu isi kepala Justin hanya ada pemrograman.

Ibu mertuaku bahkan sering mengeluh, jika tidak aku, putranya itu mungkin akan menikah dengan komputer.

"Kenapa masih diam saja? Cepat pulang ambil buku nikahmu dan pergi melakukan perceraian dengannya!"

Ibuku, Fara Gauri, mengernyit sambil menarik pergelangan tanganku dan mendesakku.

Aku tersadar kembali dan berkata dengan nada setenang mungkin, "Aku akan bicara dengan Justin nanti setelah pulang kerja ...."

"Untuk apa kamu masih bicara dengannya?"

Fara memilin telingaku hingga aku merasa kesakitan. "Sudah kubilang dari dulu, anak orang kaya seperti Justin paling nggak bisa diandalkan. Kamu hanya lulusan diploma, nggak cantik dan pendiam, bagaimana mungkin dia benar-benar menyukaimu, 'kan?"

"Aku ini ibumu, aku nggak mungkin menyakitimu, bukan?"

Telingaku terasa sakit dan panas, seolah-olah akan dipilin sampai terlepas olehnya.

Aku berusaha melepaskan tangannya, juga menjauhkan diri sedikit dan berkata, "Aku nggak bilang kamu akan menyakitiku, tapi aku perlu menghadapi Justin. Kalau dia benaran berselingkuh, aku juga harus melindungi hakku."

"Selain itu, hari ini adalah hari pertama pameranku dibuka, jadi aku harus bekerja."

Meskipun aku tidak percaya Justin berselingkuh, aku harus menghadapi ibuku terlebih dahulu.

Jika tidak, ibuku akan membuat keributan di pameran dan kerja kerasku akan menjadi sia-sia.

Aku mengira aku telah menemukan alasan yang tepat untuk menunda masalah ini, tetapi setelah mendengar apa yang kukatakan, Fara masih menarikku dan memasang ekspresi penuh dengan penyesalan.

"Rania, aku membesarkanmu dengan susah payah, apakah untuk membuatmu menjadi wanita matre dan memeras uang pria?"

"Apa kamu nggak punya rasa malu? Dia sama sekali nggak mencintaimu, kenapa kamu masih bersikeras bersamanya? Apa kamu harus menjatuhkan harga dirimu di depan orang lain?"

Suaranya begitu keras sehingga banyak tamu di galeri ini menoleh ke arahku dengan ekspresi kaget.

Aku seketika merasa malu. Aku meraih tangan ibuku dan berkata, "Bu, ada banyak tamu di sini, kita bicarakan di dalam saja ...."

Dia menepis tanganku, menunjuk ke hidungku sambil berkata kepada para tamu, "Kalian semua, tolong beri pendapat, apakah aku salah? Dia tahu pria itu nggak benar-benar mencintainya, tapi masih ingin mendapatkan uang dari pria itu! Betapa nggak tahu malunya perilaku seperti ini!"

Para tamu mengerutkan kening, menatapku dengan tatapan penuh penghinaan.

Fara menghela napas panjang, menoleh ke arahku dan berkata, "Rania, meskipun kamu wanita, kamu harus hidup mandiri. Mengandalkan pria untuk mengadakan pameran dan menghasilkan uang, apa bedanya ini dengan menjual diri?"

"Aku nggak akan malu sekalipun kamu bekerja sebagai pelayan yang mencuci piring, setidaknya uang yang kamu hasilkan dari kerja kerasmu sendiri! Tapi kamu malah seperti ini, nggak berapa banyak uang yang kamu hasilkan, aku akan merasa malu padamu!"

"Dengarkan aku, putus hubungan dengannya sekarang. Aku ibumu, apa aku akan menyakitimu?"

Fara sungguh pandai bicara, setiap perkataannya membuatku terlihat seperti aku memang mengandalkan pria untuk mengadakan pameran seni ini.

Cara penyampaiannya membuat orang-orang akan berpikir pria yang dia bicarakan itu bukanlah suamiku, melainkan pria liar di luar sana.

Para tamu di sekitar, yang tidak tahu kebenarannya mengangguk, bahkan ada beberapa yang sudah tidak sabar untuk mengutarakan pendapatnya.

Nona Rania, aku selalu berpikir lukisanmu mengartikan hidup dengan cara yang positif dan optimis, tapi kenapa apa yang kamu lakukan nggak sesuai dengan lukisanmu?'

"Nggak masalah anak muda salah jalan, yang penting segera memperbaiki kesalahannya."

"Dengarkanlah ibumu, dia nggak mungkin menyakitimu, 'kan?"

Para tamu yang datang untuk melihat pemeran ini cukup beradab, tidak langsung mengumpat.

Namun, setiap kata yang mereka ucapkan bagaikan pisau yang mengiris harga diriku, mereka seperti ingin menginjak-injakku sampai aku tidak bisa bangkit lagi.

Aku menatap ibuku, tidak melewatkan kilatan rasa puas di matanya.

Dia selalu seperti ini, selalu menggunakan kata-kata yang muluk-muluk untuk mendapatkan sekutu, membuatku terlihat seperti anak pemberontak yang tidak tahu terima kasih kepada orang tua.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Lima tahun silam, Bettina Rowe menyelamatkan nyawa Asher Lambert hingga ia kehilangan kemampuan untuk mengandung. Karena Asher mengaku enggan memiliki keturunan, Bettina terkejut saat suaminya mendadak ingin menggunakan jasa ibu pengganti. Asher memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang berwajah mirip Bettina, demi mendapatkan ahli waris. Tanpa Asher sadari, Bettina sudah membulatkan tekad untuk bercerai tepat saat rencana itu diutarakan padanya.
Sampul Novel Dinikahi Ceo Angkuh
9.0
Nadia harus mengubur impiannya menjadi pramugari setelah sang ayah, yang terobsesi pada uang, memaksanya menikah. Ia kini terikat dengan Allard, pemuda kaya yang sangat angkuh dan dingin. Hidup Nadia berubah menjadi penuh tekanan karena Allard selalu mengekang kebebasannya dan menuntut kepatuhan mutlak. Di tengah ketidaknyamanan dan sikap sombong suaminya, mampukah Nadia bertahan dalam pernikahan ini, ataukah ia akan memilih untuk pergi demi kebahagiaannya?
Sampul Novel Ikatan Cinta yang Unik
9.6
Yvonne hancur saat memergoki tunangannya berkhianat dengan saudarinya sendiri. Dalam pelarian rasa sakit, ia tak sengaja bermalam dengan pria asing hingga hamil. Diusir sang ayah, ia pun merantau demi kesuksesan. Enam tahun berlalu, Yvonne kembali sebagai dokter hebat bersama Aiden, putra jeniusnya yang mahir meretas. Saat Aiden berniat mencarikan jodoh, sosok pria misterius muncul mengklaim sebagai ayahnya. Perjuangan Aiden menyatukan mereka pun dimulai.
Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Lily adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya yang terjebak dalam perjodohan strategis demi dominasi pasar global. Di balik intrik kekuasaan tersebut, ia menyadari bahwa pernikahan itu hanyalah alat bisnis semata. Namun, situasi menjadi rumit saat hatinya justru jatuh cinta pada asisten pribadinya sendiri. Meski cerdas, pria itu hidup dalam kemiskinan, menciptakan konflik batin antara tanggung jawab warisan dan perasaan tulus yang ia miliki.
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Almira Devara terpaksa akan dinikahkan ayahnya dengan juragan desa demi melunasi hutang. Selina, sahabatnya yang kaya, merasa iba dan meminta ayahnya sendiri, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Meski awalnya enggan, duda sukses itu setuju demi menolong Almira. Kini, Almira harus menjalani rumah tangga dengan pria yang jauh lebih tua. Di sisi lain, Diran masih menutup hati akibat trauma masa lalu. Bisakah cinta tumbuh di antara mereka?