Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akibat Percaya Pekerja Magang

Akibat Percaya Pekerja Magang

Niat hemat seorang pekerja magang baru justru membawa petaka. Ia nekat menukar kue lapis legit premium untuk klien seharga 20 juta dengan produk murah dari Shopee, mematikan listrik saat lembur, hingga mengusulkan kerja tanpa dibayar pada hari kemerdekaan. Saat sang protagonis menentang ide ekstrem tersebut demi membela rekan kerja, anak magang itu malah menuduhnya mencari keuntungan pribadi. Anehnya, sang bos justru memihak si magang dan memecat sang protagonis.
Bab
Bagikan

Bab 2

Perusahaan Nordson adalah perusahaan yang kudirikan bersama dengan Faris.

Aku menemani Faris sejak awal membangun usaha ini. Dari sebuah studio kecil dengan hanya beberapa orang, selangkah demi selangkah berkembang menjadi perusahaan teknologi terbaru sekarang ini.

Sementara, Nadya adalah pekerja magang baru di perusahaan kami.

Awalnya, berdasarkan CV yang dimilikinya, Nadya tidak akan bisa masuk perusahaan kami. Akan tetapi, dia tersandung di lift dan menghentikan Pak Faris, lalu langsung bercerita panjang lebar sambil bercucuran air mata di tempat.

Utamanya, Nadya bercerita mengenai kesulitan yang dialaminya. Keluarganya berada di desa. Dia harus menafkahi orang tuanya dan masih memiliki seorang adik laki-laki ….

"Pak Faris, aku benar-benar membutuhkan kesempatan ini."

Nadya membungkukkan badannya 90 derajat. Air matanya jatuh membasahi lantai dan pecah menjadi delapan bagian.

Sebenarnya, kejadian seluruhnya agak memalukan. Aku tidak menyangka jika Faris akan tersentuh dan langsung menerima Nadya saat itu juga. Nadya menjadi sekretaris Faris.

Setelah bergabung dengan perusahaan, awalnya Nadya sangat rajin dan bersemangat untuk belajar. Semua orang tahu jika Nadya berasal dari keluarga miskin, sehingga lebih perhatian kepadanya.

Namun, setelah beberapa hari, perilakunya mulai membuat semua orang tidak habis pikir.

Itu karena Nadya selalu menolak hal-hal yang seharusnya memang sudah menjadi haknya.

Di pantry kantor tersedia kopi, kue-kue kecil, makanan ringan, dan lain-lain.

Rekan-rekan sekerjanya memberi tahu Nadya jika semua itu disediakan oleh perusahaan secara gratis dan mereka bisa memakannya sesukanya.

Akan tetapi, Nadya menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas.

"Aku nggak bisa mengambil keuntungan dari perusahaan. Uang perusahaan nggak boleh disia-siakan begitu saja."

Rekan-rekannya menjadi agak malu saat Nadya berkata seperti itu.

Mona yang sedang memegang kue kecil di tangannya langsung menjadi bingung apakah mau memakannya atau tidak.

Faris mencoba mencairkan suasana dengan berkata, "Semuanya harus belajar dari Nadya mengenai sifat baiknya dalam berhemat dan memikirkan perusahaan."

Sejak saat itu, Nadya seakan mendapatkan semacam dukungan. Dia melakukan beberapa hal yang menjengkelkan atas nama "memikirkan perusahaan".

Ketika melihat seorang teman wanitanya memesan makanan untuk dibawa pulang, Nadya langsung menceramahinya. "Bagaimana bisa seorang gadis memakan makanan yang begitu mahal untuk dibawa pulang? Apa gaji yang diberikan perusahaan kepadamu terlalu tinggi? Aku akan mengusulkan pada Pak Faris agar memotong gajimu."

Aku mengerti kami semua sudah bekerja keras untuk lembur. Oleh karena itu, aku membelikan semua orang teh boba dengan uangku sendiri.

Namun, Nadya malah angkat bicara untuk menuduhku.

"Kerja lembur itu sudah jadi kewajiban bagi semua karyawan. Bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Selain itu, seorang perempuan harus kerja keras dan hemat. Bu Amel, nggak baik bagimu untuk menghambur-hamburkan uang Pak Faris sesukanya seperti ini, 'kan?"

Sudah beberapa kali aku mengeluh pada Faris. Namun, Faris hanya tertawa dan membela Nadya, dengan mengatakan bahwa Nadya hanyalah memikirkan perusahaan.

Menurutku, Nadya tidak memikirkan perusahaan, melainkan menganggap dirinya sebagai istri bos, bukankah begitu?

Entah sejak kapan Faris selalu menyebut nama Nadya, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Bahkan, mungkin Faris sendiri juga tidak menyadarinya.

Mungkin latar belakang yang sama, yang membuat Faris dan Nadya memiliki ikatan emosional dan perasaan simpati satu sama lain.

Beberapa hari menjelang hari libur, semua orang dengan antusias membicarakan ke mana harus pergi pada hari kemerdekaan.

"Cuti tahunanku masih beberapa hari. Jadi, aku berencana menggabungnya dengan hari libur kemerdekaan untuk mengunjungi pacarku di luar negeri."

Mona tersenyum manis. Dia menjalani hubungan jarak jauh dengan pacarnya di luar negeri. Tidak mudah bagi mereka untuk bisa bertemu satu sama lain.

"Orang tuaku sengaja menjengukku dari kampung halaman. Aku berencana mengajak mereka bersenang-senang di sekitaran ibu kota."

"Aku mau mengajak istri dan anakku untuk pergi bermain ke Disneyland. Aku sudah lama berjanji pada putraku. Si kecil ini menantikannya tiap hari."

Semua orang berceloteh dan membicarakannya. Wajah semua orang tampak tersenyum.

Akan tetapi, ada seseorang yang merusak suasana.

Nadya menatap semua orang dengan wajah datar, lalu berdeham.

"Perusahaan nggak membayar orang-orang pemalas. Kurasa hari kemerdekaan adalah saat yang terbaik untuk meningkatkan kinerja. Aku mengusulkan agar semua orang kerja lembur secara cuma-cuma, sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih pada perusahaan."

Begitu kata-kata Nadya tersebut terucap dari mulutnya, suasana kantor langsung menjadi senyap selama beberapa saat. Kemudian, semua orang mulai menentangnya.

"Atas dasar apa? Kamu pikir kamu itu siapa? Memangnya kalau kamu bilang lembur, semuanya langsung lembur begitu?"

"Benar. Kalau kamu mau lembur, lembur saja sendiri. Jangan bawa-bawa kami!"

"Apa kamu benar-benar menganggap kalau kamu itu istrinya bos? Bu Amel masih ada di sini, kamu pikir kamu itu siapa?"

Wajah Nadya langsung menjadi merah padam dan pucat saat dia berkata dengan serius.

"Ini semua juga demi kepentingan perusahaan. Kalian benar-benar nggak tahu terima kasih. Memangnya mudah bagi perusahaan untuk melatih kalian? Kalian semua cuma mau mencari kesenangan diri sendiri!"

Aku tidak tahan lagi dan langsung berdiri. Kemudian, aku berjalan mendekati Nadya dan langsung berkata tanpa basa-basi.

"Nadya, kuharap kamu bisa memahami dengan jelas kalau kamu itu cuma pekerja magang. Kamu nggak punya hak untuk mengatur apakah karyawan harus kerja lembur atau nggak! Kerjakan saja pekerjaanmu sendiri!"

Nadya masih sedikit tidak terima. "Aku melakukan ini semua demi perusahaan."

Aku setengah mati menahan keinginan untuk menamparnya. Kemudian, aku buru-buru menenangkan semua orang. Aku berjanji libur akan tetap berjalan dengan normal. Baru setelah itu, masalah ini pun selesai.

Akan tetapi, tak disangka hanya dalam waktu dua hari, Nadya kembali membuat masalah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
8.3
Kehidupan Maya yang stabil bersama Dito mulai goyah sejak Rian menjadi tetangga barunya. Kedekatan Maya dengan Rian yang penuh kehangatan memicu kecurigaan Dito hingga menciptakan konflik hebat. Terjebak rasa bersalah dan cinta baru, Maya akhirnya meninggalkan Dito demi Rian. Namun, hubungan baru ini membawa konsekuensi berat berupa stigmatisasi sosial. Mereka harus berjuang menghadapi beban moral atas pilihan tersebut dalam drama cinta yang penuh dilema.
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan mendalam menghantui hidupku setelah mencampakkan Naira demi Qirani, yang justru mengkhianatiku usai lulus kuliah. Meski mencoba meniti karier di Pekanbaru untuk melupakan luka, hatiku tetap tertambat pada Naira. Saat mendengar pernikahan Naira batal, aku berjuang keras memperbaiki diri dan memohon doa agar hatinya melunak. Setelah setahun penuh perjuangan dan kesabaran, Naira akhirnya membuka hati. Kami pun menikah dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya adalah kembang desa rupawan anak petani di tanah Sunda. Meski banyak pria desa hingga kota ingin meminangnya, ia selalu menolak demi menunda pernikahan. Suatu hari, sang abah menjodohkannya dengan juragan sayur dari kampung tetangga. Sayangnya, pernikahan itu berakhir cerai karena Seroja hanya merasa kecewa. Di tengah luka, ia bertemu Alzidan, teman masa kecil yang sempat pindah ke kota. Pertemuan itu membawa mereka ke pelaminan dan hidup bahagia.
Sampul Novel Kekasih lima langkah
9.7
Zahrana Bilqis tumbuh dalam kasih sayang penuh meski ayahnya memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Kedamaian keluarga mereka terusik oleh mantan istri sang ayah yang berusaha memicu kebencian. Di tengah konflik ini, Zahra jatuh hati pada tetangga depan rumah yang juga rekan kerja ayahnya. Namun, sang bunda menentang keras hubungan tersebut. Rahasia kelam apa dari masa lalu sang ayah yang membuat cinta Zahra terhalang restu ibunya sendiri?
Sampul Novel Langit Jam 4 Sore
8.2
Divia Putri Gayatri adalah gadis pemimpi yang mengagumi kedamaian langit pukul empat sore. Ia berharap takdir hidupnya akan seelok cakrawala itu. Tanpa diduga, Divia justru menemukan tambatan hati saat ia tidak sedang mencari cinta. Pertemuannya dengan Arman yang begitu sinematik meninggalkan kesan mendalam yang tak terlupakan. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu mulai mengancam kebahagiaan mereka, mampukah cinta mereka bertahan melawan ujian takdir yang berat?
Sampul Novel Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
9.3
Niar terjebak dalam depresi berat saat suaminya, Deni, bekerja di luar kota. Tinggal bersama mertua dan ipar yang kejam, uang belanja tujuh juta miliknya dirampas hingga hanya tersisa 500 ribu rupiah. Meski Niar berusaha menutupi penderitaannya dengan bungkam, Deni akhirnya menyadari perubahan sikap sang istri. Ia pun bertekad menyelamatkan Niar dari tekanan keluarganya. Akankah Deni mampu membebaskan Niar dari penderitaan batin ini?