Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akhir Cinta yang Getir

Akhir Cinta yang Getir

Hubungan Arissa hancur setelah menunggu pacarnya, Eldino Marven, selama tiga jam. Pria miliarder yang dikira lumpuh itu rupanya bisa berdiri demi menolong Adena Horian. Lewat rekaman video intim yang provokatif, Arissa menyaksikan Eldino mencium Adena yang mengenakan gaun pengantin rancangannya. Mengetahui dirinya hanya dianggap sebagai pengasuh gratis yang tidak layak dinikahi, Arissa membuang kue buatannya dan menghubungi ibunya untuk menyetujui tawaran kencan buta.
Bab
Bagikan

Bab 4

Aku sontak terkejut. Ini kali pertama dia membuatkanku sarapan.

Setelah bersih-bersih, aku duduk di ruang makan dan melihat Adena di dapur.

Dia terlihat sibuk di sana seolah-olah dialah nyonya di rumah ini.

Malah aku yang jadi terkesan seperti orang luar.

Adena pun menghidangkan sarapan yang sudah dia buat ke atas meja dengan ramah.

"Ayo coba cicipi masakanku, Kak Arissa."

Nada bicaranya terdengar riang.

Jika bukan karena dia menatapku dengan sikap bermusuhan, aku pasti akan mengira ini semua makanan yang lezat.

Sayang sekali.

Aku makan beberapa suap, tetapi Eldino kemudian menyadari ekspresiku yang tidak terlihat senang.

Dia akhirnya mengajakku untuk membeli pakaian.

Benar-benar lucu.

Selama empat tahun kami pacaran, belum pernah sekalipun dia belanja baju bersamaku.

Dia selalu bilang tidak punya waktu karena sibuk di perusahaan dan aku harus mengurusnya.

Namun, dia malah mendadak mengajak Adena jalan-jalan ke luar negeri.

Aku tersenyum mengejek.

Eldino menatapku dan menungguku memutuskan.

Dari sikapku terhadapnya kemarin malam, terlihat jelas aku sudah tidak berniat lagi untuk terus mencintainya.

Eldino takut kehilangan pengasuh gratisnya.

Bagaimanapun juga, dia perlahan-lahan mulai terbiasa dengan keberadaanku yang senantiasa ada di sisinya untuk menjaganya.

Sementara gadis kesayangannya harus dijaga baik-baik dan tidak boleh kenapa-kenapa.

Itu sebabnya dia memanggilku dengan cara yang berbeda dari Adena.

Akhirnya, aku mengiakan usulannya untuk belanja.

Aku ingin membeli beberapa barang yang kubutuhkan.

Adena pun berkata ingin ikut.

Dia menarik lengan baju Eldino dengan manja.

"Eldino, aku ikut, ya? Aku janji nggak akan mengganggu kalian!"

Adena terlihat begitu kasihan, dia sampai meneteskan air mata.

Eldino menatapku dengan kikuk.

Aku menyahut dengan tidak peduli.

"Ya sudah, ikut saja."

Eldino tampak kaget dengan nada bicaraku yang acuh tak acuh, sementara Adena juga tidak banyak bertanya.

Eldino pun melirikku dengan cemas.

Sementara aku sudah bangkit berdiri dan berganti pakaian.

Satibanya di mal, Adena dengan sukarela mendorong kursi roda Eldino.

Saat kami berjalan melewati sebuah toko kue, Adena melirik ke arahku dan berkata dengan genit bahwa dia ingin makan kue.

Eldino pun balas menatapnya dengan kesan menggoda.

"Kemarin malam belum cukup makannya?"

Adena sontak memukul Eldino dengan sangat malu.

Mereka akhirnya ribut-ribut di depan toko kue.

Aku mengabaikan mereka dan menundukkan kepala untuk mengirimkan pesan kepada ibuku.

Ibuku sudah mendesakku untuk pulang lebih cepat.

Dia dan ayahku sangat merindukanku.

"Kamu mau ikut masuk dan makan?"

Eldino tiba-tiba bertanya padaku.

Sorot tatapannya mengisyaratkan agar aku jangan menolak tawarannya.

Atau dia tidak bisa pamer di hadapan Adena.

Sayangnya, aku tidak akan memberikan apa yang dia inginkan.

"Nggak, kalian makan saja. Aku masih harus beli beberapa barang."

Eldino pun menghentikanku yang hendak berjalan pergi.

"Arissa, sikapmu selama dua hari ini aneh sekali. Apa kamu iri pada Dena?"

Suara Eldino terdengar ragu, tetapi nadanya terdengar yakin.

Rasanya aku mau memutar bola mataku.

Aku tidak ingin meladeninya, jadi aku asal mengangguk saja.

Eldino pun melepaskan tanganku sambil menjelaskan.

"Hubunganku dengan Dena hanya sebatas bos dan bawahannya, nggak usah kamu pikirkan. Kalau ada yang kamu suka, kasih tahu aku saja. Nanti biar kubayar."

Saat aku akan bilang tidak usah, Eldino sudah mendorong kursi rodanya dan juga Adena ke toko kue.

Saat kami keluar dari mal, langit tampak cerah.

Eldino dan Adena menungguku di pintu masuk mal.

Penglihatanku yang tajam menangkap gelang yang kubelikan untuk Eldino tahun lalu melingkari pergelangan tangan Adena

Gelang itu bukan barang mahal, tetapi aku nyaris mati sewaktu di sana.

Hari itu, aku nyaris meninggal karena mengalami kecelakaan mobil.

Untung saja gelang itu terlindungi dengan baik.

Waktu itu, Eldino bilang gelang ini sangat berarti baginya.

Dia berjanji akan selalu memakainya dan tidak akan pernah memberikannya kepada orang lain.

Aku pun tersadar dari lamunanku dan melirik Eldino dengan sinis.

Sepertinya dia ingat dengan janjinya, jadi dia buru-buru menjelaskan.

"Dena bilang ingin lihat, jadi kupinjamkan kepadanya."

Detik berikutnya, tiba-tiba ada yang menikam orang di samping dengan sebilah belati.

Orang itu juga hendak menyerang Adena.

Eldino sontak bangkit berdiri dari kursi rodanya, lalu melesat dan memeluk Adena untuk kabur.

Orang-orang mengerumuni kami, sementara aku hanya menatap punggung Eldino yang sedang memeluk Adena.

Setelah insiden itu ditangani, Eldino mencari-cariku, tetapi tidak pernah menemukanku.

Dia tidak tahu bahwa aku sudah meninggalkan mal dan sedang dalam perjalanan menuju bandara setelah membeli tiket pesawat.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B33207" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B33207
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Itu Ayah Dari Anakku!
8.6
Risa, gadis desa yang mencari orang tuanya di kota, justru dikhianati teman dan dijual hingga berakhir menghabiskan malam bersama CEO muda, Arjuna. Hubungan singkat itu menghasilkan kehamilan yang mengancam reputasi sempurna Arjuna. Di tengah perbedaan kasta sosial dan intrik keluarga yang rumit, Arjuna terjebak antara menjaga citra atau melindungi Risa. Akankah cinta tumbuh di balik skandal besar ini, ataukah status sosial menghancurkan segalanya?
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Violetta harus menelan kenyataan pahit dalam pernikahannya dengan Nathan. Meski telah memberikan seluruh hatinya, ia menyadari bahwa cinta tulus yang ia harapkan tidak akan pernah terbalas. Nathan tetap menjaga jarak yang tak tertembus, membuat Violetta merasa seperti orang asing yang tak dianggap. Harapan untuk menjadi bagian utuh dari hidup pria itu sirna, meninggalkan luka mendalam bagi Violetta yang terabaikan dalam hubungan yang dingin ini.
Sampul Novel MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
9.6
Sean Palmer hanyalah putra pelayan di kediaman keluarga Hernandez yang sangat kaya. Ia memendam cinta pada sang putri majikan, Xavia Price, meski sadar perbedaan kasta menghalangi mereka. Saat pernikahan Xavia terancam hancur karena mempelai pria kabur, Tuan Hernandez justru meminta Sean menggantikannya demi menjaga nama baik. Mampukah pemuda miskin ini menjalani hidup sebagai menantu konglomerat? Simak kisah drama romansa karya Dewa Amour ini.
Sampul Novel Menghamili Istri sang Pewaris
8.4
Demi ambisinya, Fayre nekat menjebak Bramasta, cinta pertamanya, ke dalam sebuah pernikahan tanpa rasa. Namun, obsesi itu justru dibalas dengan rasa jijik dan kebencian mendalam dari sang suami. Di tengah keputusasaan karena diabaikan, Fayre bertemu Aliando Xavier yang kemudian merenggut kesuciannya. Kini, Fayre terjepit dalam dilema besar: mempertahankan rumah tangganya saat Bramasta mencintai wanita lain dan dirinya menyimpan rahasia kelam.
Sampul Novel Miss Villainess Is Wealthy
8.0
Terbangun kembali di masa lalu, Valerie berhasil lolos dari maut hanya untuk terjebak skandal cinta satu malam dengan pemuda misterius bernama Cedric. Mereka pun memulai pernikahan kontrak dua tahun demi perlindungan dari Keluarga Meyer. Meski Cedric memperingatkannya untuk tidak jatuh cinta, Valerie justru menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa usianya tidak lama lagi. Di tengah drama yang menguji ketegaran, mampukah Valerie bertahan hidup?
Sampul Novel My Bule Husband
8.1
Naina, gadis sederhana, terpaksa menikahi pria kaya asal Jerman karena rasa balas budi. Ia mengira hidupnya akan tenang, namun kenyataannya ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Suami bulenya yang dingin menganggap Naina hanya sebagai pengasuh bagi putranya yang berusia tujuh tahun. Tak hanya sang suami, putra sambungnya, Steven, juga bersikap acuh dan tidak menerimanya sebagai ibu. Kini Naina harus bertahan menghadapi sikap kasar dua sosok kaku tersebut.