Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Affair With Santa

Affair With Santa

Di tengah dinginnya New York yang menusuk tulang, seorang gadis nekat menunggu di bawah pohon besar meski suhu berada di bawah nol derajat. Sepatu boots tipisnya tak mampu menahan es, membuatnya nyaris beku saat menanti seseorang yang tak kunjung datang. Ketika tubuhnya mulai oleng akibat hipotermia di sudut taman yang sepi, sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekapnya. Suara berat seorang pria misterius menjadi hal terakhir yang ia dengar sebelum kesadarannya menghilang.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ly. Buka pintunya, aku sudah minta maaf karena terlambat.”

Santa menggelengkan kepalanya, padahal dia sudah menutup kepalanya dengan bantal, kenapa suara Andre masih bisa ia dengar juga?

“Buka, atau aku akan merusak ini” ancam Andre dengan tegas. Dia juga tidak tahu apa yang membuat Santa aneh seperti ini, meskipun harus dia akui kalau ini kali pertama dia terlambat dalam janji mereka, tapi bukankah Santa yang mengatakan sendiri kalau itu bukan masalah?

“LYONA! BUKA ATAU~”

Perkataan Andre terhenti saat pintu rumah itu terbuka, dia tidak peduli kalau tetangga di samping rumah gadis itu terganggu saat dia harus berteriak malam-malam supaya gadis-nya ini membuka pintu.

“Kau kenapa?” Tanya Andre dengan bingung, Santa tidak mau menatapnya, malah berjalan menuju kamar. “Kau lelah menungguku? Maaf kalau begitu..” ujar Andre memelan, dia berusaha agar kakinya tidak memasuki tempat terlarang yang ia buat demi gadis-nya itu.

“Aku hanya ingin istirahat. Aku lelah tapi bukan karena menunggumu. Lupakan saja. Kau mengganggu tidurku Andre” ucap Santa dengan ketus membuat Andre yakin kalau gadis itu dalam keadaan marah di dalam sana.

Langkah kaki Andre terdengar di lantai kayu, pintu kamar gadis itu tidak tertutup, sehingga Andre menyandarkan tubuhnya di kusen pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. “Maafkan aku” ulangnya lagi.

“Aku sudah memaafkanmu Andre. Berhentilah meminta maaf.” Seandainya Andre tahu akar kekesalannya saat ini, itu lebih mudah baginya. Santa sangat sakit kepala memikirkan perkataan pria tidak dikenalnya itu sejak beberapa jam yang lalu.

“Aku belum makan” kata Andre sedikit keras, mencoba menarik perhatian gadis-nya, seperti tebakannya, Santa sedang marah sekarang, karena biasanya gadis itu akan menceramahi dia karena terlambat makan malam. Seperti tidak kehabisan ide, Andre mendesah frustasi “Ly, aku demam. Kau membiarkan aku di depan rumah selama satu jam.”

Santa berdecak “Ini bukan musim dingin Andre, berhentilah mencari topik pembicaraan. Aku benar-benar butuh istirahat.”

“Tapi di luar sangat dingin kau tahu” protes Andre lagi.

Andre tersenyum, dia memiliki satu kalimat lagi untuk membuat gadis itu berbalik menatapnya. “Aku akan tidur di sini malam ini. Terima saja tanpa bantahan.” Benar juga, setelah mengatakan itu, Santa keluar dari dalam selimut berjalan sambil berkacak pinggang ke arahnya. Gadisnya ini memiliki prinsip yang teguh, tidak ada acara menginap sampai mereka terikat janji suci, Andre juga tidak bersungguh-sungguh, dia hanya ingin Santa melakukan percakapan dengannya, karena jujur dia sangat merindukan gadisnya ini.

“Apa kau lupa dengan peraturannya?”

Andre menggeleng, menarik salah satu tangan gadis itu, menuntun untuk duduk di sofa yang berjarak beberapa meter dari mereka. “Jangan mengabaikan ku lagi Ly. Aku tidak suka diabaikan olehmu” bisiknya sebelum menjatuhkan tubuhnya di samping gadis itu untuk menyandarkan kepala di bagian atas sofa dan memejamkan mata.

Santa tersenyum, lalu dia memilih untuk mengabaikan perkataan pria yang tidak ia kenal itu. “Aku minta maaf” desisnya dengan halus sambil menyandarkan kepalanya di lengan Andre untuk ikut memejamkan mata.

“Sudahlah.”

****

Meregangkan tangannya, Santa kemudian memberikan senyum sambil mengisi novel dan beberapa buku ensiklopedia yang di beli gadis di depannya ke dalam paper bag berlabel toko buku tempat kerjanya.

“Bukunya?” Tangannya terjulur kepada pelanggan selanjutnya. Karena dia sibuk dengan keyboard komputer di depannya seperti kebanyakan kasir lainnya, sehingga dia tidak memperdulikan orang yang menatapnya. Karena terasa sudah sangat lama, orang di depannya berdehem keras agar kasir itu segera menatapnya.

“Apa kabar Nona,” kata pria itu membuat Santa tersentak kaget, memundurkan dua langkah dan menyuruh temannya yang lain untuk menggantinya. “Nona jangan pergi. Tuan menunggu anda untuk kembali. Nona!” Teriak pria itu sambil menyusul Santa yang sudah berlari ke luar toko.

“S and C Garment, now!” Teriak Santa dengan panik pada supir taksi dengan rambut yang sedikit memutih. Ini bahaya, Ayahnya sudah mengetahui tempat kerjanya, itu berarti tinggal menunggu hitungan jam, mereka akan mengetahui rumahnya. Rumah? Benar, flat kecil tempat tinggalnya. “Putar arah. 5 East 68th street” katanya lagi sambil memijat kepalanya yang sakit mendadak akibat memikirkan pelarian dirinya.

****

“Ada undangan untuk anda, tuan” lapor sekertaris Andre sambil meletakan gulungan putih dengan gliter berwarna emas beserta pita senada di meja kerjanya.“Pranata?” Tanya Andre sedikit tidak suka dengan pengirim undangan itu – yang menaruh nama Belakang-nya ketika dengan jelas dia ada di Amerika.

“Undangan apa ini?” Sejurus kemudian matanya membelalak saat membaca nama pengirimnya, “Kelvin?” Andre bergumam pelan sambil menerawang. Itu nama adik Ara. Lalu, Kelvin ada di Amerika juga?

“Tuan?”

“Orang kita yang menyamar, mengatakan kalau Mr. David dalam penerbangan siang ini kembali ke New York. Mungkin satu jam lagi tiba di flat nona..” pria itu sedikit mendongak untuk melihat jam dinding di dekat lemari buku, “mungkin satu jam lagi.”

“Sial.” Andre melepas ballpoint hitamnya hingga membuat bunyi kecil di kaca meja dan memberikan kode melalui jari tangan hingga sekertarisnya itu mengangguk lalu keluar dalam diam. Memang dia menaruh salah satu orang bayarannya untuk bekerja dengan Ayah kekasihnya. Ini adalah kabar buruk, dengan cepat dia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, menekan speed deal nomor satu.

Perasaannya semakin tidak tenang saat kekasih tercinta nya tidak menjawab panggilan pertama. “Ini tidak pernah terjadi sebelumnya..” Andre bergumam pelan sambil meletakan ponselnya di atas meja. David bukanlah orang yang peduli pada anak perempuannya, apalagi bersusah payah ke sini untuk menemui Santa. Lalu? Pasti ada sesuau di balik ini, Andre yakin itu. Tapi apa?

Getaran di ponselnya menarik perhatian, hingga dia segera mengangkat panggilan itu, tapi detik berikutnya dia mendesah kecil.

“Ada apa?”

“Lea ingin berbicara denganmu” jawab penelepon di seberang sana, istrinya, Ara.

“Daddy!” Lea berseru memanggil ayahnya, hingga hal itu membuat Andre tersenyum kecut, “Ya, sayang..” sahutnya pelan.

“Tadi uncle menelepon, Daddy sudah mendapat undangan pesta? Aku ingin meminta baju spesial darimu. Bisakah?” Tanya Lea hati-hati sambil menunggu persetujuan Ayahnya.

Andre tersenyum lebar, sejenak dia melupakan apa yang mengusiknya tadi. Berdiri, dia segera keluar dari ruang kerjanya dengan ponsel menempel di telinga “Daddy akan tiba satu jam lagi, dengan gaun princess-mu. Tunggu Daddy!”

“Jadwalku siang sampai sore pindahkan ke lain hari” pesan Andre di meja sekertaris, dan segera berlalu menuju lift ke tempat parkir mobilnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sendal Jepit
7.8
Hidup Amara hancur setelah ibunya pergi dan ayahnya menikah lagi dengan wanita kejam. Ia pun lebih suka keluyuran hingga suatu hari bertemu Agung saat menghindari kejaran polisi. Sialnya, mereka justru dituduh berbuat asusila oleh warga desa dan dipaksa menikah secara mendadak. Meski awalnya canggung, benih cinta mulai tumbuh di tengah berbagai kemelut yang menguji hubungan mereka. Lewat perjuangan keras, Amara dan Agung akhirnya menemukan kebahagiaan sejati yang tulus.
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel Hasrat Liar Sang Ustadzah
9.7
Kehidupan seorang pemuda berubah drastis setelah menyaksikan rahasia di balik hijab syar'i Ustadzah Ika. Pemandangan tak terduga saat sang guru melepas pakaiannya meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan. Meski telah memiliki anak, kecantikan fisik Ustadzah Ika tetap mempesona dan memicu kekaguman yang berlebihan. Kini, bayangan tubuh molek sang ustadzah terus menghantui pikiran dan mengganggu tidur malamnya, menciptakan hasrat yang semakin liar setiap hari.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Nadine terburu-buru menikah dengan pengusaha yang dikabarkan bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban mulai terjadi. Nadine memenangkan Porsche dan vila mewah secara tak terduga. Segala masalahnya tuntas berkat bantuan sang suami yang misterius. Semula ia tak curiga, hingga orang-orang memujinya karena bersuamikan pria kaya raya. Nadine akhirnya menyadari bahwa suaminya bukan orang biasa, melainkan seorang konglomerat ternama.
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Bara adalah pria berusia awal tiga puluhan yang tampak sempurna namun menyimpan rahasia besar. Di balik ketampanannya, ia menderita disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya sebagai lelaki. Zoya terkejut saat menyadari perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang selama ini tidak berdaya. Akankah Bara berhasil menyembuhkan aset masa depannya dan menemukan kebahagiaan sejati? Ikuti perjalanan Bara menghadapi konflik cinta yang manis dan penuh rintangan.
Sampul Novel Kebangkitan Seorang Putri Angkat Yang Dikhianati
8.7
Banjir bandang mengungkap pengkhianatan pahit bagi Harlee Reed. Saat nyawa terancam, suami dan kakaknya justru memilih menyelamatkan Cathryn, putri kandung yang baru kembali. Meski kakinya patah akibat ulah Cathryn, Harlee malah difitnah mencoba membunuh gadis itu. Jared dan Kaiden yang termakan dusta kini berbalik kejam. Di atas tandu medis, mereka bersiap menghancurkan kaki Harlee dengan batu demi membela Cathryn. Di tengah ancaman fisik tersebut, Harlee sadar ia harus segera melarikan diri.