Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel AFFAIR WITH IPAR

AFFAIR WITH IPAR

Tiga tahun membina rumah tangga tanpa kehadiran buah hati membuat hubungan Alma dan Evan mulai terasa hambar. Di tengah kejenuhan yang melanda, Evan justru mencari pelarian hingga terjebak skandal asmara dengan Laras, adik iparnya sendiri. Pengkhianatan ini menjadi ujian berat bagi pernikahan mereka. Akankah Alma mampu memberikan maaf saat rahasia terlarang antara suami dan adiknya terbongkar? Sebuah kisah emosional tentang kesetiaan yang hancur.
Bab
Bagikan

Bab 3

Akhirnya pergulatan pun berakhir. Laras hanya bisa  menangis menyesali semua perbuatan bejatnya dengan Evan. Berbalut selimut berwarna pink, Laras menutupi tubuh polosnya yang kini tanpa sehelai benang pun. Menyesal pun tiada berguna, keperawanan yang selama ini telah dijaga terenggut oleh kakak iparnya sendiri. Sosok lelaki yang sudah dianggapnya saudara kandungnya, sama seperti Alma. Bukan Gio, lelaki yang sangat dicintai Laras.

"Bagaimana jika Kak Alma tahu? Bagaimana juga seandainya Gio mengetahui hal ini? Akankah ia membatalkan pernikahan kami? Tidak! Aku tidak ingin hubunganku dengan Gio berakhir dengan cara seperti ini. Impian menjadi istri Gio harus berakhir karena kegilaan Mas Evan, tidaaaakkk ...." rintih Laras.

Laras pun mengusir Evan dari kamar. Laras tak ingin ada siapapun yang mengetahui perbuatan bejat mereka.

Bagaimanapun, ia sangat menyayangi Kak Alma yang sudah banyak berkorban untuknya sejak orang tua kami meninggal. 

"Ah! Kenapa aku terlalu bodoh, terjebak dalam dosa ini. Ampuni aku, Tuhan!" pekik Laras yang merasa sangat bersalah. 

Sebelum Evan keluar kamar, ia berkata, akan bertanggung jawab dengan semua perbuatannya. Ia berjanji hal ini tidak akan terulang lagi. 

"Kata maafmu tak dapat mengembalikan semuanya seperti dulu. Keperawananku sudah ternodai olehmu, Mas. Aku benci kamu, Mas Evan. Kamu sudah menghancurkan segalanya," lirih Laras terisak.

Laras pun mengunci pintu kamar, membasuh tubuhnya dengan sabun. Jijik jika mengingat tentang kejadian tadi. Bagaimana mungkin? Ah, shit! Laras pun mengumpat dirinya sendiri. Laras melakukan salat taubat, memohon ampun pada Allah,  hanya bisa menangis dalam setiap sujudnya.

Tidak terasa, azan subuh pun berkumandang. Setelah menunaikan salat, Laras bergegas mandi dan bersiap berangkat ke kantor lebih awal, sebelum Mas Evan dan Kak Alma keluar dari kamarnya. 

Saat menuju pintu keluar, tiba-tiba ... Ah, kupikir, Kak Alma, ternyata Bi Asih yang menanyakan kepergianku yang tak biasa itu. 

"Neng, kok awal berangkatnya?" tanya Bi Asih yang bingung melihat Laras berjalan tergopoh-gopoh.

"E-eh, Iya, Bi, Laras ada meeting awal pagi ini, takut terlambat. Tolong kasih tahu Kak Alma nanti ya, takutnya dia cari." Laras bergegas keluar menuju taksi online yang sudah menunggu di pintu gerbang rumahnya.

****

Sebelum menuju kantor, Laras memutuskan mampir ke makam kedua orang tuanya. Selain karena rindu, ia ngin bersimpuh dan mengadukan semua beban hatinya. Hanya ini yang biasa dia lakukan saat sedang rindu atau ada masalah. Paling tidak, bisa sedikit membuat hatinya tenang. Tak lama Laras di sana, berkejar dengan waktu, ia pergi menuju kantor dengan taksi yang masih menunggunya sejak tadi.

Sesampainya di kantor, ia melihat beberapa teman kantornya seperti aneh melihat kedatangan Laras yang tak biasa. Laras mengira mereka aneh kenapa ia datang sangat awal. Sayangnya, kecurigaan Laras salah. Ada gosip yang sungguh membuatnya syok dan tak percaya. 

"Laras, aku mau bicara sama kamu sekarang!" Anis sahabatku di kantor langsung menarik masuk ke ruangannya. 

"Ada apa sih, Nis?" tanya Laras heran.

"Ada berita soal ...." Anis terlihat bingung mengatakannya, seperti ada yang ditutupi.

"Ada apa sih? Aku harus mengecek file untuk meeting nanti, keburu tunanganmu datang, bisa dimarahi aku," ujar Laras kesal karena Anis tak juga bicara.

"Ini lebih penting dari apapun, Laras!" pekik Anis.

Tiba-tiba Laras merasa ada sesuatu yang tidak enak. Ada apakah? Masih penuh tanda tanya, tiba-tiba Anis memperlihatkan sebuah video. Laras syok,  nyaris pingsan. Tak percaya jika semua adalah nyata. Laras sempat berpikir semua ini adalah rekayasa. Bagaimana mungkin? Enggak! 

"Ini rekayasa kan, Nis? Kamu dapat ini dari mana?" tanya Laras yang sudah berurai air mata. 

Gio memang cukup dikenal, sedikit saja ada berita tak sedap, semua cepat menyebar. Tak terkecuali, soal video ini. Video pengakuan seorang gadis bernama Catherine yang mengaku telah hamil tiga bulan karena ulah Gio, calon suaminya.

"Nis, ini enggak mungkin. Wanita ini pasti hanya memfitnah Gio! Aku udah delapan tahun dan kami enggak pernah sekali pun melakukan hubungan ini," tutur Laras yang masih tak percaya.

"Tapi ... tidak mungkin wanita ini sekadar mengaku untuk memfitnah Gio? Ini juga membuka aibnya, Laras," ujar Anis yang mencoba menalar berita yang ada secara logika.

"Apa kamu masih ada kontak dengan Gio?" tanya Anis.

"Kami masih baik-baik aja, Nis dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan dari sikapnya," jawab Laras.

"Kapan terakhir kalian berkomunikasi?" selidik Anis yang menaruh curiga pada Gio.

"Beberapa hari lalu dan dia bilang lagi sibuk, untuk mengejar setoran untuk persiapan pernikahan kami," terang Laras.

"Siang ini, kita cari Gio ke kantornya!" ajak Anis yang ingin misteri ini segera terungkap.

"Tapi ...."

"Aku sudah ijinkan dengan Mas Imam, kamu diliburkan hari ini. Kita selesaikan semuanya. Aku akan bantu kamu," lanjut Anis.

Akhirnya, kekuatan Laras pun pecah. Dalam pelukan Anis, ia menangis. Tiba-tiba impian pernikahan indah bersama Gio runtuh sudah.

Walau belum percaya, tetapi Laras merasa janggal. Benar kata Anis, jika untuk mencari sensasi, tidak mungkin Catherine memfitnah Gio. Ini juga merusak nama baiknya. 

****

Laras akhirnya memutuskan kembali ke ruangannya sambil menunggu Anis menyelesaikan beberapa pekerjaan. Benda pipih yang ada di dalam tasnya pun beberapa kali berbunyi, ada panggilan yang entah dari siapa. Laras masih enggan untuk berbicara dengan orang lain. Masalah ini mengacaukan mood Laras.

Namun, akhirnya Laras pun membuka tas dan benda pipih berukuran 5 inch itu karena sudah berulang kali berbunyi. Banyak sekali, dan itu dari Kak Alma. Alma juga mengirimkan sebuah pesan di aplikasi berwarna hijau. 

[Dek, angkat teleponnya. Kakak harus bicara sama kamu, penting]

"Ada apakah ini? Mungkinkah soal ...." Laras yang masih kacau, memutuskan mematikan gawainya.

Pikiran Laras semakin kacau.

"Apakah Kak Alma udah tahu soal kejadian tengah malam di kamarku? Apa mungkin Mas Evan sudah jujur? Tidak! Semoga dugaanku salah," gumam Laras.

Jam pun menunjukkan pukul 11.00 siang, Anis pun datang ke ruangan Laras dan bergegas menuju kantor Gio. Jarak yang tak terlalu jauh, tak membuat keduanya butuh waktu yang lama, akhirnya sampai di kantor calon suami Laras itu.

Saat di resepsionis, Anis pun menanyakan keberadaan Gio. Dan sungguh membuatnya terkejut, resepsionis itu bilang Gio sudah mengambil cuti untuk mempersiapkan pernikahannya.

"Pernikahan?" gumam Laras sambil menatap ke arah Anis.

Seketika tubuh Laras pun tumbang, ia jatuh pingsan.

****

Entah sudah berapa lama Laras pingsan hingga akhirnya tersadar. Kini Laras berada di sebuah ruangan yang sangat dikenalinya. Inilah ruang kerja Gio. Laras pernah diajaknya beberapa kali masuk ke ruang kerja calon suaminya itu.

"Nis ...." Laras pun jatuh dalam pelukan sahabatnya.

Hati Laras hancur berkeping,  saat mendengar keterangan dari resepsionis.

"Pernikahan? Dengan siapa Gio hendak menikah? Sedangkan ia baru melamarku. Mungkinkah ... jahat sekali jika benar Gio mengkhianatiku?!" batin Laras.

"Laras,sebaiknya kita ke rumah Gio, gimana?" ajak Anis untuk mencari kepastian.

Akhirnya Laras dan Anis segera pergi menuju kediaman orang tua Gio yang terletak disebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan.

Setelah melewati jalanan ibukota yang padat, keduanya sampai di rumah Gio.Terlihat ada kedua adik Gio sedang bermain di taman samping rumah. Laras memutuskan mengetuk pintu rumah setelah menyapa kedua adik Gio yang manis itu.

Tak lama, pintu pun terbuka dan senyum Mami Gio menyambutnya dengan hangat.

"Laras, ada apa?" tanya calon Ibu mertuanya itu.

"Mi, Gio ada?" ujar Laras tanpa berbasa-basi lagi.

"Gio, dia .... " Mami Gio itu seperti sulit menjelaskan sesuatu.

Tiba-tiba keluarlah seorang gadis cantik bertubuh tinggi semampai. Dia pun memanggil mami Gio dengan sebutan mami.

"Siapa dia?" batin Laras.

Setelah diperhatikan ternyata dia adalah ….

Di hadapanku kini ada Catherine, wanita yang ada dalam video yang tersebar karena pengakuannya yang dihamili Gio.

"Sedang apa dia di sini? Apakah benar soal …."

"Laras, kita masuk ya," ajak Mami Gio menarik tangan calon menantunya itu.

"Kamu ada keperluan apa di sini?" tanya Laras ketus pada Catherine.

"E-eh ...." Catherine tak melanjutkan perkataannya.

"Laras, biar Gio saja yang menjelaskan ya. Kita tunggu dia datang," bujuk Mami Gio.

Setelah menunggu hampir dua jam, Gio akhirnya sampai di rumah. Terlihat keterkejutan di wajahnya saat melihat Laras dan Anis yang sedang menunggunya di ruang tamu bersama mami dan Catherine. 

"Laras ...." lirih Gio.

"Aku tunggu penjelasanmu sekarang! Ngapain dia ada di rumahmu? Kenapa saat aku ke kantormu, mereka bilang kamu cuti menyiapkan pernikahan?" cecar Laras sambil menunjuk ke arah Catherine.

"Nak, tenang dulu, kita bicara baik-baik ya. Gio pasti akan menjelaskan semuanya padamu." Mami Gio pun mencoba menenangkan Laras.

"Sayang, kita harus bicara. Hanya berdua!" ajak Gio menarik tangan Laras.

"Bicara saja di sini, Beb, dia harus tahu semuanya," jawab ketus Catherine. 

"Beb? Maksudmu apa manggil tunanganku, Beb?" ujar Laras dengan sinis.

"Tenang!" bentak Gio.

"Sayang, aku minta maaf, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. Aku akan menikahi Catherine, karena dia sedang mengandung anakku," terang Gio, membuat dunia Laras seketika gelap. Langit seolah runtuh.

"M-maksudmu? Kamu dan ...." Laras tak sanggup lagi melanjutkan perkataannya.

Tiba-tiba badannya lemah, pandangannya mulai kabur. Dengan sigap Anis memapahnya untuk duduk. Anis pun tersulut emosi saat mendengar penjelasan Gio.

"Gila kamu, Gio!" bentak Anis.

"Laras, aku tahu aku salah! Aku minta maaf!" Gio pun berlutut mencium tangan Laras. Ia menyesali semua kekhilafannya.

Laras menepisnya. Rasa benci, kecewa,  muak tiba-tiba datang,  hilang sudah rasa cinta Laras pada calon suaminya itu.

"Tega kamu! Jadi selama ini kamu berhubungan sama perempuan ini dibelakangku?" pekik Laras.

"Laras, sudahlah! Ikhlaskan saja kami menikah. Selama ini, kami tidak pernah putus kok," kata Catherine membuat suasana menjadi panas.

"Maksudmu apa?" bentak Laras.

"Stop, Catherine! Biarkan aku selesaikan urusanku dengan Laras, kamu diam!" hardik Gio.

"Ok, Ok! Aku pulang!" Catherine pun pulang setelah berpamitan dengan Mami Gary. 

"Aku dan Catherine bertemu lagi saat ditugaskan di Bandung dua tahun lalu. Sejak itu, kami dekat lagi hingga ... aku khilaf. Maafkan aku, Sayang!" tutur Gio.

"Laras, kita pulang sekarang. Kamu sudah tahu kan seperti apa asli calon suamimu ini?" ujar Anis ketus.

"Laras, aku janji setelah Catherine melahirkan, aku akan menceraikannya. Dan kita akan menikah. Kamu paham 'kan posisiku?" ujar Gio memohon pengertian Laras.

"Enggak!" bentak Laras.

"Ini ... aku kembalikan padamu. Aku tak pantas lagi memakainya." Aqilla pun mengembalikan cincin berlian yang disematkan Gio beberapa waktu lalu.

Laras pun langsung menarik tangan Anis keluar tanpa mengindahkan panggilan Gio maupun maminya.

Entah bagaimana menggambarkan perasaan hatinya. Hati Laras hancur-sehancurnya. Gio, lelaki yang sangat dicintai telah menghamili wanita lain dan Laras ... hancur sudah impiannya membangun rumah tangga bersama. Hubungan panjangnya bersama Gio kini sudah hancur berantakan.

Anis paham betul,  bagaimana hancurnya perasaan Laras. Ia mencoba menghibur dengan berbagai cara,  tetapi semua percuma. Hati Laras terlalu sakit dengan pengkhianatan ini.

Saat sampai di rumah, Laras pun langsung masuk. Kak Alma yang menunggu kepulangannya pun tak digubris. Kamar menjadi pilihan Laras saat ini. Laras pun berpikir, Kak Alma pasti akan mendapatkan penjelasan dari Anis sahabatnya. Kami sudah seperti keluarga,  Anis pun cukup dekat dengan Kak Alma.

"Nis,  apa Laras su—" tanya Alma.

"Kakak sudah tahu?" potong Anis.

"Tadi kami sudah ketempat Gio dan dia sudah menjelaskan semuanya," terang Anis.

"Jadi benar soal ...." tanya Alma yang tak mampu melanjutkan perkataannya.

"Iya, Kak, mereka akan menikah," jawab Anis dengan nada bergetar.

"Ya Allah, kasihan Laras," lirih Alma.

"Kak, aku pamit dulu ya, udah sore, takut kemalaman sampai rumah," pamit Anis. Ia pun mencium tangan kakak sahabatnya itu.

"Makasih ya, Nis. Take care." ucap Alma.

****

Malam ini jadi malam terburuk Laras. Kak Alma yang beberapa kali mencoba membujuk adiknya itu makan, tak digubris. Pintu sengaja dikunci dari dalam agar tidak ada siapapun masuk. Karena kelelahan menangis, Laras pun tertidur. Saat terbangun, jam menunjukkan pukul 2 dini hari.

Laras mencoba keluar, mengambil segelas botol di kulkas. Makan?Ah, tak ada selera,  bahkan rasa lapar pun pergi entah ke mana.

Saat masuk ke kamar,  tiba-tiba ada Mas Evan tertidur di ranjang. Kaget, kesal, semua bercampur.

"Apalagi maunya? Belum puaskah dia menghancurkan masa depanku?"

"Mas, ngapain kamu? Nanti Kak Alma cari kamu, Mas," ujar Laras mengusir kakak iparnya secara halus.

"Ssstt, tenang! Dia akan pulas sampai pagi. Mas sudah memberikan obat tidur diminumannya tadi," jawab Evan.

"Kamu mau apa?" bentak Laras.

Tiba-tiba Laras mulai ketakutan, "Apa mungkin dia mencoba menjamah tubuhku lagi? Bukankah ia sudah berjanji tidak akan  mengangguku lagi?"

"Jangan macam-macam, Mas! Keluar kamu atau ...." teriak Laras.

"Atau apa? Kamu semakin sexy kalau lagi marah, Laras," rayu Evan yang terus mendekatkan tubuhnya pada Laras.

"Mas ...."

bersambung....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hot Sugar Daddy
9.6
Logan Caldwell adalah sosok perfeksionis dan dingin yang sangat dibenci oleh Amanda Fletcher. Namun, sebuah pertemuan intim satu malam mengubah segalanya, menciptakan getaran asing di antara mereka. Situasi menjadi rumit saat Amanda menyadari bahwa Logan adalah dosen baru di kelas seninya. Terjebak dalam hubungan mahasiswi dan pengajar, mereka kini harus memilih: mengikuti ego masing-masing atau membiarkan rasa cinta mencairkan kebekuan hati Logan yang sangat kaku.
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Violetta harus menelan kenyataan pahit dalam pernikahannya dengan Nathan. Meski telah memberikan seluruh hatinya, ia menyadari bahwa cinta tulus yang ia harapkan tidak akan pernah terbalas. Nathan tetap menjaga jarak yang tak tertembus, membuat Violetta merasa seperti orang asing yang tak dianggap. Harapan untuk menjadi bagian utuh dari hidup pria itu sirna, meninggalkan luka mendalam bagi Violetta yang terabaikan dalam hubungan yang dingin ini.
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Keysa adalah istri dari seorang abdi negara yang juga berprofesi sebagai dosen serta influencer. Namun, kehidupannya terusik saat ia harus berhadapan dengan Risa, seorang wanita kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Meski Risa sangat sombong dengan kekayaannya, Keysa justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan ini? Simak perjuangan Keysa yang penuh emosi.
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Almira Devara terpaksa akan dinikahkan ayahnya dengan juragan desa demi melunasi hutang. Selina, sahabatnya yang kaya, merasa iba dan meminta ayahnya sendiri, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Meski awalnya enggan, duda sukses itu setuju demi menolong Almira. Kini, Almira harus menjalani rumah tangga dengan pria yang jauh lebih tua. Di sisi lain, Diran masih menutup hati akibat trauma masa lalu. Bisakah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Obsesi sang Billionaire
8.4
Evander Alywar Miller, CEO sekaligus mafia berkuasa, sangat mendambakan keturunan yang belum ia dapatkan dari istrinya. Ia mulai mengincar Rossie Casaundra, pengurus kuda di perkebunan miliknya, untuk menjadi istri kedua. Melalui skema licik, Evander menjebak ayah Rossie yang sakit hingga dipenjara. Demi membebaskan sang ayah, Rossie terpaksa menerima kontrak pernikahan tanpa cinta ini. Akankah benci berubah menjadi cinta di antara mereka?
Sampul Novel Pernikahan Piutang Berujung Cinta
9.1
Dunia Acasha runtuh saat memergoki kekasihnya berselingkuh, tepat ketika ibunya terjerat utang miliaran rupiah. Demi melunasi beban itu, Aca terpaksa menjadi LC dan menghadapi realita kelam hingga berkali-kali menggugurkan kandungan. Harapan muncul saat Lucas menawarkan pelunasan utang dengan satu syarat berat. Di tengah perjuangan penuh rintangan itu, Deryl kembali hadir dan terkejut melihat perubahan drastis pada diri Aca yang kini tak lagi sama.