
Abang Duda Kesayangan
Bab 2
Dan malam ini Dilara terpaksa menuruti keinginan mommy tercintanya, berdandan cantik demi menyambut tamu kedua orang tuanya. "Sebenarnya siapa sih yang datang, mommy ribet banget nyuruh aku pakai gaun segala. " dumel Dila.
"Dila ayo sayang, cepatlah sedikit tamu mommy sebentar lagi datang!
Dilara menghela nafas kasar, bangkit lalu ke luar dari kamarnya. Mommy menuntunnya ke bawah, Dilapun hanya pasrah. Gadis itu melihat dua paruh baya dan seorang laki laki yang berada di ruang tamu.
"Maaf kami terlambat. " ucap mommy dengan sopan lalu berbisik pada putrinya.
"Perkenalkan ini putri saya, Dilara Aysila Smith. " Dilara memperkenalkan dirinya, pada lelaki yang ada di hadapannya. Si gadis tengil itu memasang wajah juteknya, merasa jengah mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.
"Kenapa melihatku seperti itu Tuan Abimanyu, apa kau terpesona melihat kecantikanku. " sindir Dilara sebal. Pria yang di panggil hanya memasang wajah masa bodohnya. Abimanyu Ardiantara, pria yang akan di jodohkan dengan Dilara.
"Sebentar nyonya, om dari Abimanyu sepertinya terlambat untuk datang ke sini. " Mendengar kata om membuat Dilara sepertinya tertarik, dia begitu penasaran dengan paman dari Abimanyu.
"Maaf saya terlambat. " suara bariton seseorang menyela pembicaraan mereka, kedua mata Dilara melotot melihat sosok pria yang dia kagumi berada di depannya.
"Om Tampan. " pekiknya keras tanpa sadar. Mommy menatap tajam putrinya, Dilara tersadar dan meminta maaf pada semuanya. Radhika Adnan Sailendra, terkejut melihat sosok gadis aneh yang menabraknya tadi sore. Wajahnya kembali datar, pria itu duduk di sebelah Abimanyu.
"Nak Dila mengenal Radhika? " tanya Nyonya Amber dengan lembut.
"Kenal nyonya, tadi sore saya tanpa sengaja menabrak om tampan eh om Radhika. " ucapnya sambil tersenyum manis kearah Radhika. Radhika membuang nafas, jengah dengan gadis di depannya yang begitu genit padanya.
"Aku Dilara Aysila Smith om, sepertinya kita jodoh lho om. " kekehnya sambil tersenyum. Abimanyu berdecak pelan, tak suka dengan sikap Dilara yang terang terangan menyukai kehadiran Radhika. Mommy hanya bisa memijit pelipisnya, benar benar tak habis fikir dengan sikap anaknya yang absurd ini.
"Dila sayang, calon tunangan kamu itu Abimanyu nak bukan Radhika. " jelas Mommy.
"Tapi aku inginnya om Dhika mom. " sahut Dilara tak mau kalah. Nyonya Amberpun menjelaskan status dari Radhika, membuat semua orang terkejut. Dilara menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, terlihat santai menanggapi ucapan nyonya Amber.
"Lha memangnya kenapa tante, bagus dong kalau duda. lagian saya sukanya pria duda yang dewasa dan hot. " celetuknya asal sambil mengerlingkan mata pada Radhika.
"Dengar ya tante, pria duda lebih terhormat daripada pria single yang katanya belum punya pengalaman, tapi sudah main celap celup sana sini. " Abimanyu merasa tertohok akan pernyataan telak Dilara. Nyonya Amber mengatupkan bibirnya, kesal dengan tingkah gadis di depannya ini.
"Kau memang tak punya sopan santun. Abi, Papi ayo pulang." sinis Nyonya Amber menatap tajam Dilara. Ketiganya pergi begitu saja, Dilara melambaikan tangan menatap kepergian mereka. Mommy Diana mengusap kasar wajahnya, kembali memberikan tatapan tajamnya pada putri bungsunya.
"Mommy pusing melihat tingkah kamu nak, kalau kamu kayak gini terus, jodohmu semakin menjauh. " omel Mommy Diana. Dilara menghela nafas panjang, memeluk lengan ibunya erat.
"Please mom, jangan lagi menjodohkan aku dengan anak teman mommy. Lihat ibunya saja galak, kalau jadi mertuaku bisa bisa aku terkena darah tinggi. " ceplosnya. Daddy tertawa kecil mendengar ucapan anaknya, Radhika hanya diam memperhatikan keluarga itu.
"Mom, aku antar om Dhika sampai luar ya mom, " Dilara bangkit mengantar Radhika hingga ke depan. Gadis itu menyentuh tangan Radhika, membuat si duda itu menoleh padanya.
"Kenapa om Dhika diam saja, tante Amber begitu meremehkan om lho. " decak Dilara sebal. Radhika menepis tangan Dilara dengan kasar, kedua manik kelamnya menatap tajam Dilara.
"Ini bukan urusanmu, kita hanya orang asing dan jaga sikapmu yang kecentilan itu. " Radhika melenggang pergi, Dilara melongo menatap kepergiannya.
"Kayaknya mulutnya baru aja di cabein deh, pedes banget pantes jadi duda. " gerutu Dilara sebal. Dilara menutup pintu, bergegas ke kamarnya dan beristirahat. Gadis itu tak sakit hati akan ucapan pedas Radhika padanya.
"Semangat Dila, yuk kejar si duda sampai dapat. " gumamnya menyemangati dirinya sendiri. Dia tak akan menyerah begitu saja, menaklukkan duda menurutnya sebuah tantangan besar baginya. Dila segera mengganti pakaiannya, mencari informasi mengenai Radhika. Setelah cukup puas mengetahui identitas Radhika, Dilara memilih memejamkan kedua matanya.
##
Pagi ini Dilara telah tampil cantik dengan dressnya berwarna biru, rambutnya dia kuncir belah tengah. Gadis itu tampak begitu manis dengan penampilannya demi mendatangi sang pujaan hati. "Tapi aku belum tahu kantor om Dhika di mana!
"Apa aku samperin aja ke rumahnya ya. " gumam Dilara lirih. Dengan semangat menggebu, gadis itu turun ke bawah, bergabung bersama keluarganya di meja makan.
"Semalam pasti kamu berbuat ulah 'kan Cil. " cecar Ethan dengan tatapan curiganya pada sang adik.
"Apa sih bang Set, bikin mood aku memburuk aja. " ketus Dilara kesal. Kakaknya ini benar benar suka mencari masalah dengannya, apalagi ini masih pagi buta. Orang tua mereka hanya diam, makan dengan tenang tak terganggu dengan keributan yang tercipta karena kedua anak mereka. Ethan tak lagi menganggu adiknya, Dilara buru buru menyelesaikan sarapannya.
"Mom, Dad aku pergi dulu. " pamitnya pada kedua orang tuanya.
"Mau ke mana sayang? "
"Mengejar om duda. " Dilara langsung pergi setelah menjawab pertanyaan ibunya. Mommy tersenyum geli mendengar jawaban putrinya barusan. Ethan hanya menggeleng, tak habis fikir dengan pemikiran konyol adiknya itu. Dengan menggunakan motor maticnya, Dilara terus bersenandung menuju ke alamat pria pujaannya.
"Tunggu aku om, aku akan datang melamarmu eh berkunjung ke rumahmu. " Dilara terkikik geli, konyol dengan ucapannya sendiri. Gadis itu memarkirkan motornya, segera mengetuk pintu rumah yang cukup mewah di kawasan elit tersebut.
"Maaf nona anda cari siapa ya? "
"Permisi mbak, apa benar ini rumah Tuan Radhika Adnan Sailendra? "
"Benar nona. " jawab maid tersebut. Dilara berjingkrak kegirangan, dia ingin bertemu Radhika dan di perbolehkan masuk. Maid itu segera memanggil sang majikan, Radhika datang dengan tampilan kerjanya. Raut wajahnya nampak dingin dan datar, Dilara merasa membeku melihat sorot matanya.
"Kau benar benar tak punya malu ya, datang ke rumah laki laki sepagi ini. " ketus Radhika. Dilara justru memasang wajah polosnya sambil tersenyum manis.
"Udah om jangan marah marah nanti gantengnya hilang lho. " goda Dilara sambil tersenyum. Radhika kehilangan kata kata, menghadapi gadis bara bar seperti Dilara. Melihat dasi Radhika yang berantakan membuat gadis itu bangkit dari duduknya.
"Mau apa kamu? " Radhika merasa was was dengan sikap Dilara, Dilara hanya mendengus jengkel.
"Ini dasi om berantakan, aku benerin ya. " Dengan serius Dilara memasang dasi ke leher Radhika dengan cekatan.
"Ternyata kamu bisa pasang dasi? "
"Ya Daddy yang mengajariku om, aku selalu membantu Daddy memasang dasi kalau mommy sibuk. " Dilara menepuk dada Radhika, tugasnya telah selesai. Radhika berdehem, tanpa bicara pria itu langsung sarapan. Dilara hanya diam, mengamati pria itu dengan lekat.
Anda Mungkin Juga Suka





