Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel A Thousand Tears of Sword

A Thousand Tears of Sword

Benua terkutuk kini menjadi neraka akibat perdagangan manusia dan penindasan kejam bagi yang lemah. Demi mengakhiri penderitaan ini, para dewa mengutus Dewi Kematian untuk membasmi kejahatan di sana. Namun, sebuah insiden fatal saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Sang dewi justru terlahir kembali sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Mampukah ia menjalankan misi sucinya dan menyelamatkan mereka yang tertindas tanpa kekuatan dewa?
Bab
Bagikan

Bab 1

Ep 1. Jiwa Yang Menangis

Pemberitahuan:

(Novel ini dibuat bertujuan untuk menghibur pembaca dan membagikan beberapa pengalaman pahit dimasa lampau, dan tidak bertujuan untuk menyinggung pihak manapun. Kalau ada kesamaan nama tokoh, tempat, peristiwa mohon dimaklumi, novel dibuat hasil imajinasi sendiri tanpa meniru pihak manapun) ( Novel ini bukan untuk usia -18 tahun/ atau yang masih polos )

(Novel Type : Sad, Struggle, Life Journey, Action-packed, Ancient, Epic, Random Flow, Etc).

***********

Sebelum memulai cerita penulis akan menjelaskan tingkat kekuatan di dalam cerita ini.

Tingkat Kekuatan:

Physical Body

Fighter Body

King's Body

Soul Body

Burning Soul Body

Immortal Soul Body

Immortal Golden Body

Semua orang bisa memiliki dengan cara tertentu.

—----------

The Body of the Four Elements Emperor:

(Fire Immortal Body)

(Wind Immortal Body)

(Earth Immortal Body)

(Water Immortal Body)

Setelah mendapatkan tubuh empat element mereka akan mendapatkan salah satu tubuh dari element spesial.

—-------

Golden God Body

Goddess Body

Yang tertera disini adalah jenis tingkat khusus yang dimiliki beberapa orang, salah satu nya Hua Hua.

---------

Immortal God Emperor Body

Heaven Soldier

Heaven Fighter

Emperor of Heaven

King of Heaven

King of Fighters

Setelah melewati beberapa tahap siksaan hidup, orang yang berhasil menembus alam surgawi maka akan bisa menembus kekuatan selanjutnya.

—--------

Angel Soldier

Angelic General

Angel Fighter

King of Angels

Perfect God Power

Itulah penjelasan tentang tingkatan kekuatan.

**********

Di gerbang kota merah terlihat banyak orang sedang mengantri untuk memasuki ibukota, suara teriakan dan tangisan terdengar di depan gerbang tersebut, mereka adalah manusia yang dijadikan budak oleh keluarga teratas. Kebayang diri mereka adalah perempuan yang akan dijual kepada salah satu untuk pemuas nafsu, sedangkan laki-laki budak tidak terlalu banyak.

Di tengah keramaian terlihat bocah kecil bersama ibunya, sosok tersebut tidak lain adalah Hua Hua bersama ibunya bernama Sulin. Sulin adalah seorang budak cantik yang memiliki satu anak, ia akan dijual oleh orang yang bernama Toran kepada keluarga bangsawan. Karena tidak bisa melawan Sulin hanya diam tanpa mengatakan apapun.

Toran mengayunkan cambuk ke arah Sulin "Cepat jalan?"

Sulin berusaha tidak berteriak di hadapan anaknya Hua Hua, ia berjalan mengikuti Toran dari belakang. Hidup sebagai budak yang selalu menerima siksaan adalah makanan banyak orang yang bukan dari kalangan atas, sedangkan suaminya dibunuh oleh perampok ketika hendak pulang ke rumah.

Langkah Hua Hua dan ibunya berhenti didepan beberapa orang yang akan menikmati seluruh tubuh Sulin, tentunya mereka harus membayar uang kepada Toran yang menjual mereka.

"Cantik sekali!"

"Tentu saja, semua gadis-gadis yang aku miliki cantik semua…. Kalau yang ini 200 koin emas!"

"Oke, ini 200 koin emas!"

"Ikuti dia!" teriak Toran.

Beberapa orang menarik rantai yang terikat di tangan Sulin, Hua Hua berusaha menahan ibunya yang ingin dibawa pergi.

"Ibu… jangan bawa ibuku!" teriak Hua Hua yang terseret sambil memegang gaun ibunya.

"Anak silakan!" teriak satu orang lalu menendang Hua Hua.

"Aduhh..!"

"Ibuuuu….!"

Sulin menggelengkan kepalanya agar Hua Hua tidak melawan, itu ia lakukan agar anaknya tidak dibunuh oleh mereka. Hua Hua berdiri mematung melihat ibunya yang terikat rantai dalam keadaan diseret beberapa orang.

—--------

Di tengah keramaian orang yang sedang melakukan penjualan budak dan organ tubuh, Hua Hua mengikuti beberapa orang yang membawa ibunya ke suatu tempat, langkah Hua berhenti disalah satu rumah tua. Lima orang melepaskan rantai yang terikat di kaki dan tangan Sulin lalu membawanya masuk kedalam rumah tersebut, Hua Hua berjalan dengan hati-hati untuk melihat apa akan dilakukan mereka di rumah tua.

Hua Hua yang masih polos tidak tau apa yang dilakukan semua orang di rumah tersebut, ia terus mengintip banyak wanita diperkosa selain ibunya.

"Ahhhhh… !" teriak salah satu wanita di tempat itu.

Hua Hua mengalihkan pandangan ke arah ibunya, ia melihat lima pria melepaskan semua pakaian Sulin, lima orang melihat tubuh Sulin yang masih terlihat mulus mereka langsung menciumi tubuhnya. setelah itu mereka menikmati seluruh tubuh Sulin secara bergantian.

"Lepaskan aku!"

"Aaaahhhh…!"

"Ahhh….. lepaskan!"

Hua Hua ingin berlari menyelamatkan ibunya, langkahnya terhenti ketika melihat salah satu wanita yang baru saja dibunuh. Tubuh Hua Hua bergetar hebat saat mengetahui setelah ini ibunya akan dibunuh, ia tidak berani bergerak dan hanya mematung melihat semua wanita yang di perkosa dengan darah berceceran di lantai.

Hua Hua melihat kemaluan Sulin dan semua wanita yang sudah berdarah dan banyak orang yang masih terus memaksa untuk terus melakukan meski korban sudah lemah tidak berdaya, Sulin berteriak histeris kesakitan yang memperlihatkan urat wajah ingin terputus. Jiwa Hua Hua terasa disambar petir berkali-kali.

"Ahhhh…!" suara desahan Sulin yang diiringi air mata.

Sulin hanya bisa menangis menahan rasa sakit, ia sudah tidak kuat untuk berteriak atau bersuara lagi. Kematian cepat adalah hal terindah bagi semua budak yang disiksa, berbeda dengan Sulin yang berusaha hidup dari kejamnya kehidupan.

Tidak lama kemudian beberapa pria saling bunuh satu sama lain karena memperebutkan salah satu tubuh wanita cantik, dentingan senjata menghiasi rumah tua, suara teriakan kesakitan menggema di pikiran Hua Hua yang masih polos.

Hua Hua melihat banyak kepala pria yang terpenggal, ia melihat ke arah pria yang hanya tersisa sendiri sedang mengambil organ tubuh untuk dijual. Hua Hua mengambil senjata pria yang sudah tewas lalu memasukkan di bagian kepala pria yang mengambil organ tubuh.

"Aaaaaaaaaaaaaa?" pria tewas.

Semua wanita yang terbaring lemas mengalihkan pandangan ke arah Hua Hua yang bermandikan darah segar, mereka ketakutan histeris seperti melihat iblis kecil yang haus darah. Sulin melihat anaknya yang baru saja membunuh satu orang, di negeri tempat tinggal Hua Hua tidak banyak perempuan yang berani membunuh, kalau itu ada dia ditakdirkan sebagai penyelamat para budak.

"Ibuuuu!" teriak Hua dengan tangisan.

"Terimakasih!"

"Ibu ayo pergi dari sini!"

Sulin berusaha berdiri, setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah tua. Tidak butuh waktu lama mereka sudah berada di jalan utama kota, mata mereka disambut keramaian orang yang masing-masing membawa budak.

Hua Hua berhenti melangkah, ia melihat seorang pria berjalan dalam keadaan leher terikat Rantai, tubuh pria juga memperlihatkan banyak cambukan beserta luka bakar. Pria tersebut mengeluarkan gulungan dari dalam celana lalu melemparkan ke arah Hua Hua, ia tersenyum hangat kepada anak kecil yang mengambil gulungan.

Hua Hua mengambil gulungan lalu mengalihkan pandangan ke arah ibunya.

"Sayang, apa itu?"

"Tidak tahu ibu, ayo kita cari tempat istirahat."

"Ayo."

Hua Hua berjalan melewati keramaian orang yang membawa budak pria dan wanita, pria budak akan digunakan sebagai bahan siksaan untuk membuang rasa marah setiap majikan, hal ini banyak membuat pria budak tewas terbunuh, sedangkan wanita untuk dinikmati lalu dibunuh. Tradisi mereka tidak membunuh anak kecil karena mereka akan digunakan sebagai budak di masa depan.

Tidak hanya disitu Hua Hua juga melihat seorang wanita yang membawa budak laki-laki untuk dipekerjakan atau pemuas nafsu, kebanyakan dari mereka berusia muda agar tidak melawan.

Wanita yang membawa budak laki-laki menyewa beberapa pengawal pria yang sudah dilengkapi dengan senjata, kalau budaknya tidak sanggup memberikan kepuasan maka kemaluannya akan dipotong atau dibunuh, selain itu mereka akan dipekerjakan hingga mati tanpa diberi makan.

—--------

Sulin dan Hua Hua sudah berada di tempat sepi, mereka duduk bersandar di batu sambil mengatur nafas lelah. Sulin melihat anaknya dengan perasaan bersalah, ia menyesali karena tidak mampu memberikan Hua Hua masa depan yang lebih baik.

"Ibu, kenapa kita tidak keluar langsung dari kota ini?"

"Kita tidak memiliki lencana kebebasan, kita akan keluar diam-diam pada malam hari!"

"Iya ibu!"

Hua Hua membuka gulungan kertas yang diberikan pria misterius, matanya melihat simbol aneh yang belum pernah ia lihat, ia mengalihkan pandangan ke arah ibunya untuk bertanya.

"Ibu, apakah kamu tahu ini apa?"

Sulin mengambil gulungan yang ada di tangan anaknya, setelah itu ia melihat simbol Formasi. Sulin meminta anaknya berbalik badan lalu membuka pakaian Hua Hua yang memperlihatkan tanda lahir sama bentuk dengan simbol yang berada di gulungan. Sulin mencocokkan dua gambar yang berada di gulungan dan tanda lahir di belakang Hua Hua.

"Ibu, kamu sedang apa?"

"Tidak ada, ibu hanya kecocokan tanda lahirmu!"

"Apakah ada sesuatu?"

"Ibu tidak mengetahuinya nak."

Mereka duduk diam Hua Hua tertidur dipangkuan ibunya, sedangkan Sulin memikirkan tanda lahir yang hampir sama dalam lukisan gulungan. Sebelum kecelakaan dalam perjalanan Dewi Kematian memiliki seorang kekasih yang bernama Pangeran malam, setelah Dewi Kematian mengalami musibah yang membuatnya kehilangan kekuatan dan lahir menjadi seorang anak perempuan bernama Hua Hua.

Selama ini Hua Hua tidak mengetahui identitas aslinya kalau dia adalah Dewi Kematian yang ditugaskan para dewa.

Bersambung…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda keturunan iblis, harus menjalani hukuman sepuluh kehidupan fana demi melewati bencana cinta. Meski tumbuh di alam langit, ia terus dikucilkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudarinya. Namun, Kaisar Langit memiliki rencana terselubung di balik sanksi ini. Sang Kaisar ingin Aranjo kehilangan perasaannya agar bisa meraih kekuatan absolut sebagai Dewi Agung. Akankah takdir berjalan sesuai ambisi sang penguasa, atau justru sebaliknya?
Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Dunia gempar melihat deretan gigolo tampan dan berharta yang justru mengejar cinta seorang gadis desa miskin. Meski dianggap lugu, ia sebenarnya pembunuh berdarah dingin yang telah mencelakai para pria tersebut. Keanehan memuncak saat para gigolo ini justru merasa terhormat jika harus meregang nyawa di tangannya. Mengapa mereka tetap memuja sosok yang berbahaya bagi hidup mereka? Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang obsesi yang tidak masuk akal bagi orang awam.
Sampul Novel Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
9.6
Vano, tunanganku, tega mendorongku ke kolam meski tahu aku trauma air. Saat aku sekarat, ia justru bermesraan dengan selingkuhannya, Melodi. Setelah selamat, ia berbohong bahwa aku terpeleset demi reputasinya. Kebencianku memuncak; aku memutuskan berpura-pura amnesia untuk menghancurkannya. Aku mengaku sebagai kekasih Bahar Adijaya, musuh bebuyutannya. Melihat wajah Vano yang pucat pasi, aku tahu misi balas dendamku yang mematikan baru saja dimulai.
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Aliya kehilangan segalanya saat kekayaan orang tuanya memicu tragedi berdarah. Gadis lembut ini bertransformasi menjadi dewi kematian yang haus balas dendam demi mengungkap dalang pembunuhan keluarganya. Di tengah teka-teki rumit di sekolah, ia harus mencari Samudra, pangeran bermata biru yang kini tak lagi mengenalinya. Meski penolakan terasa menyakitkan, Aliya tetap mengejar jawaban di balik badai rahasia yang mengancam nyawanya. Darah harus dibayar darah.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita adalah model tangguh dari keluarga retak yang sangat menjaga kehormatannya. Namun, sebuah insiden tragis merenggut kesuciannya dan menyeretnya ke dalam kehidupan Adhim, pemimpin geng motor sekaligus putra kiai. Meski Adhim berniat menebus dosa dengan pernikahan, Pelita bimbang karena ia tak pernah berencana menjalin hubungan. Perbedaan latar belakang yang kontras menjadi ujian berat. Mampukah cinta tumbuh di tengah konflik dan masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik harapan tinggi dan persahabatan baru, ia menyembunyikan sisi manipulatif yang luar biasa. Meski terlihat mendukung orang-orang di sekitarnya, ia sebenarnya mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka melalui rangkaian pesta mewah dan perjalanan panjang. Dengan mendominasi festival serta hari libur di kotanya, ia mengubah tatanan dunia demi kepentingan pribadi. Bagi para mantan penjahat, ia adalah mimpi buruk nyata yang mengatur takdir mereka dalam kendali absolut.