Taylor tumbuh dalam kemiskinan dan dikhianati oleh keluarganya. Surat penerimaan MIT miliknya dirusak dan dijual demi uang. Sepuluh tahun kemudian, ia bangkit menjadi orang terkaya di dunia. Kembali ke kampung halaman, Taylor menghadapi kakaknya yang terus merendahkannya. Dengan tekad membara, ia ingin menegakkan keadilan, menemukan adiknya yang hilang, dan membalas dendam pada mereka yang menghancurkan hidupnya.