Kaisar memerintahkan Putra Mahkota untuk segera memilih istri. Soni ditunjuk sebagai utusan khusus yang memimpin proses pemilihan di Provinsi Horian. Namun, tugasnya tak hanya sebatas itu. Ia juga harus menyelidiki kasus perampasan tanah yang melibatkan pejabat setempat. Ketegangan meningkat saat Soni menolak suap yang ditawarkan, hingga akhirnya ia menjadi target percobaan pembunuhan yang mengancam nyawanya.