Markus hanya mencintai kekasih pertamanya, hingga ia tak pernah mengizinkan Arina, putrinya sendiri, memanggilnya ayah. Di hari ulang tahun Arina, ia menanti sepanjang hari hanya untuk menyaksikan Markus melamar mantan kekasihnya. Ketika selingkuhan Markus dan putrinya menindas Arina, bukannya membela, Markus justru berpihak pada mereka, meninggalkan Arina dalam kesedihan mendalam.